Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
8/02/2010 09:36:00 AM

Kantor Lurah di Gowa Dibakar

Diposkan oleh tuGOWA

SUNGGUMINASA(SI) – Pihak pemerintah di Kabupaten Gowa diteror. Dini hari kemarin, tiga kantor kelurahan di lokasi berbeda jadi sasaran,satu di antaranya terbakar.
Kantor lurah yang diduga dibakar, yakni Kantor Lurah Katangka, Kecamatan Sombaopu. Kebakaran itu menghanguskan beberapa fasilitas kantor dan sejumlah arsip masyarakat. Di dua tempat berbeda, bom molotov yang diduga akan digunakan sebagai penyulut kebakaran di Kantor Lurah Pandang-pandang di Jalan Sultan Hasanuddin dan KantorLurahPaccinongangdijalan poros Samata tidak meledak. Pantauan dan informasi yang dihimpun Seputar Indonesia (SI) di Kantor Lurah Katangka, diduga kebakaran di kantor pelayanan pemerintah itu disulut dari bom molotov yang dilemparkan pelaku dari arah kaca jendela. Kaca jendela ruangan pecah, seperti dihantam benda keras ke dalam ruangan.
Aroma bahan bakar jenis bensin menyengat di lokasi bekas kebakaran. “Saya menduga kantor lurah ini sengaja dibakar. Lagi pula tidak ada bahan yang rawan terbakar dan ledakan dalam kantor lurah,” ungkap Sekretaris Lurah Katangka Muhammad Aris kepada sejumlah media di tempat kejadian,kemarin. Dugaan sengaja dibakar semakin diperkuat karena saat kejadian lampu listrik di kantor itu tetap menyala. Hingga kemarin, belum diketahui pelaku dan motif pembakaran itu.Aris mengatakan, dalam beberapa waktu terakhir juga tidak ada konflik di kantornya. “Dalam beberapa hari terakhir, aman-aman saja,”jelas Aris. Dia menuturkan,diduga api mulai membakar kantor yang berlokasi di Jalan Pallantikang tersebut sekitar pukul 04.00 Wita dinihari.
Peristiwa itu pertama kali diketahui saat seorang sopir taksi melintas di lokasi itu dan melihat kobaran api. Sopir yang belum diketahui identitasnya itu kemudian membangunkan warga yang terlelap dengan cara memukul tiang listrik dan membunyikan klakson mobilnya.“Suara pukulan tiang listrik itulah yang kemudian membangunkan warga untuk bersama-sama memadamkan api. Api berhasil dipadamkan warga pukul 06.00 wita,”kata Aris. Kapolresta Gowa AKBP Rudi Hananto mengatakan, belum mengetahui secara pasti motif pembakaran itu.
Dia mengatakan, peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang pengendara mobil yang melintas kemudian membangunkan warga sekitar, salah satunya bernama Andi,26. Diceritakan Rudi, Andi yang merupakan staf kesehatan TNI AU itu lalu mengecek kejadian tersebut dan membangunkan warga yang kemudian bersama memadamkan api. Ditanya apakah kejadian ini ada hubungannya dengan Pilkada Gowa yang baru saja berlangsung, Rudi menjawab singkat,”Tanya ke KPU saja.” Kemarin, pihak kepolisian sudah memasang police line di lokasi kejadian.
Bekas kebakaran masih terlihat, seperti tembok yang menghitam, perlengkapan kantor jadi arang, dan sisa dokumen terbakar. Dijelaskan Aris, sejumlah dokumen kelurahan ludes akibat lalapan api, seperti dokumen arsip pajak PBB 2009-2010, dokumen kartu keluarga, dan dokumen daftar raskin. Selain itu sejumlah fasilitas kantor berupa meja, kursi dan mesin ketik juga ikut terbakar. Ditaksir kerugian mencapai Rp50 juta. Lurah Katangka Al Ashar melaporkan secara resmi kejadian itu ke Polresta Gowa dengan nomor laporan :625/VII/2010/sulsel/ resta. Pembakaran kantor pelayanan publik tersebut disesalkan warga Sungguminasa. “Kami mewakili warga Katangka mengutuk keras pembakaran kantor tersebut dan berharap pelakunya segera ditangkap,”ujar Hasanuddin (45),warga Kompleks Pandang-Pandang,kemarin.
Bom Molotov
Diduga dalam waktu yang hampir bersamaan,Kantor Lurah Pandang-pandang di Jalan Sultan Hasanuddin dan Kantor Lurah Paccinongang jalan poros Samata, nyaris senasib dengan Kantor Lurah Katangka. Beruntung bom molotov yang diduga dilempar pelaku tidak meledak. Empat barang bukti bom molotov masing-masing dua ditemukan depan Kantor Lurah Pandang- pandang dan depan Kantor Lurah Paccinongang, kini disita polisi sebagai barang bukti. Bom tersebut awalnya terlihat menyala dalam kantor lurah. Beruntung bom tersebut tidak meledak karena warga cepat memadamkan apinya. Meski demikian, tidak seorang pun yang melihat pelempar bom molotov tersebut.
Diduga Teror Jelang Pelantikan
Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gowa Arifuddin Saeni menilai, pembakaran terhadap kantor pemerintah dinilai sebagai bentuk teror yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Bahkan, menurut Arifuddin, aksi itu ditengarai bertujuan untuk menggagalkan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati H Ichsan Yasin Limpo-H Abd Razak Badjidu, yang rencananya digelar beberapa hari mendatang. ”Saya lihat mereka tidak puas dengan keadaan yang cukup kondusif di Gowa, sehingga menciptakan sebuah teror. Karena itu, kami mengutuk dengan keras tindakan yang tidak terpuji itu,” ujar Arifuddin Saeni.

Terkait dengan aksi teror yang dilakukan itu, Arifuddin Saeni, percaya bahwa pihak kepolisian akan berusaha dengan keras menangkap pelaku dan mengungkap siapa aktor yang ada di belakangnya sehingga dapat diketahui motif dibalik pembakaran itu. Dia mengakui bahwa ada pesan kekerasan yang disampaikan oleh oknum-oknum yang ditengarai gagal pada suksesi baru-baru ini dengan melakukan tindakan anarkis berupa pembakaran terhadap simbol-simbol pemerintahan, yang bukan hanya melumpuhkan pelayanan masyarakat pada tingkat kelurahan, tapi juga merusak stabilitas keamanan yang sudah kondusif selama ini.“Kita tentunya tidak ingin terjebak dengan pola kekerasan yang dipertontonkan oleh mereka seperti preman jalanan, tapi kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk mengutus tuntas masalah ini,” ujar Arifuddin Saeni.
Namun demikian,jika ini dibiarkan dan para pelakunya tidak ditemukan akan menjadi preseden buruk di kemudian hari,bahwa calon yang kalah ditengarai akan melakukan tindakan anarkis dengan cara membakar fasilitas pemerintahan. “Ini ironi ditengah upaya membangunsebuahdemokrasi,” tambahnya. (herni amir)

0 komentar: