Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
11/04/2010 12:40:00 PM

7 Polhut Awasi 63 Ribu Ha Hutan

Diposkan oleh tuGOWA

GOWA, BKM-- Banyaknya permasalahan yang muncul dalam pengawasan hutan, misalnya maraknya pembalakan, kebakaran hutan dan lainnya disebabkan tidak seimbangnya petugas Polisi Kehutanan (Polhut) dengan luas kawasan hutan yang harus diawasi setiap saat.
Pencurian kayu lancar dimana-mana, kebakaran hutan rawan terjadi sebab pengawasan sangat lemah.
Di Gowa, kawasan hutan mencapai 63 ribu hektare (Ha) yang tersebar di 18 kecamatan, sementara luasan ini hanya diawasi 7 orang personil Polhut.
''Perbandingan yang sangat tidak relevan. Makanya, sektor pengawasan hutan sangat sulit dilakukan secara maksimal sebab sangat tidak seimbang antara jumlah penjaga dengan luas hutan kita. Bayangkan kecolongannya jika pembalakan terjadi di wilayah hutan Desa Cikoro yang berbataskan Kab. Bantaeng dan Jeneponto sementara petugas Polhut kita berada di wilayah hutan Kec. Manuju.Bagaimana tidak kecolongan dengan aksi pencurian kayu-kayu atau peristiwa kebakaran misalnya, jika personil Polhut kurang. Makanya, tahun ini kita berupaya menambah tenaga Polhut menjadi 40 orang. Jumlah ini barulah bisa dianggap relevan. Minimal 2 Polhut untuk satu kecamatan,'' sebut Djamaluddin sembari menyebutkan salah satu wilayah yang jadi fokus pengawasan adalah Desa Pencong, Kec. Biringbulu. Pasalnya, wilayah ini menjadi sasaran maraknya pembalakan hutan yang sangat berdampak pada rawannya bencana (longsor).
''Pencong jadi fokus kita sebab di wilayah ini diketahui SDM masyarakatnya sangat lemah apalagi menyoal tentang manfaat hutan dilestarikan,'' kata Djamaluddin. (Sar)

0 komentar: