Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
11/02/2010 08:55:00 AM

Pendaftaran CPNS Terancam Molor

Diposkan oleh tuGOWA

Sungguminasa, Tribun – Rencana penerimaan CPNS yang semula diperkirakan akhir Oktober atau awal November terancam molor lagi. Hingga awal November ini, surat keputusan (SK) tambahan formasi untuk sejumlah daerah di Sulsel belum diterima.
Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Gowa Muliaty Hamka mengatakan, sampai kemarin belum ada informasi dari menPAN kapan SK tersebut terbit. Pihaknya masih menunggu dan segera menjemput jika sudah ada penyampaian dari pusat.
“Kita belum jadwalkan penerimaan (CPNS), Dek. SK tambahan formasi belum turun. Setelah turun pun kita masih akan rapat dengan BKD provinsi untuk pelaksanaan penerimaan CPNS secara serentak. Jadi, bisa saja penerimaan baru berlangsung akhir bulan,” jelas Muliati yang dikonfirmasi per telepon, Senin (1/11).
Pekan lalu, Kabupaten Gowa bersama sedikitnya enam daerah di Sulsel telah menerima tambahan kuota CPNS. Namun, SK untuk penambahan hingga kemarin belum turun.
Pada penambahan kuota itu, Gowa mendapat tambahan 42 orang. Semuanya untuk tenaga guru. Dengan penambahan tersebut, maka total kuota CPNS yang akan diterima di Gowa sebanyak 259 orang. Dari penambahan formasi itu, yang terdongkrak adalah tenaga guru semula hanya 98 orang, setelah penambahan turun kini menjadi 140 orang. Sedang tenaga teknis tetap yakni 54 dan tenaga kesehatan 65 orang.

Setelah adanya persetujuan usulan tambahan formasi tersebut khusus guru kelas, maka tenaga guru menjadi 140 orang dengan rincian guru SD 72 orang, guru SMP 40 orang, guru SMA 18 orang, guru SMK 8 orang dan 2 orang untuk guru TK.(*)
= = =
GOWA-RB. Musyawarah Appalili merupakan tradisi adat yang telah dilakukan secara turun temurun di Kabupaten Gowa. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk upacara adat untuk menandai awal musim tanam. Sesuai sejarah petani tidak akan memulai turun sawah sebelum diselenggarakan Musyawarah Appalili yang ditandai dengan gandrang dan diarak dari Ballalompoa menuju lahan kerajaan disebut lonjoboko.
Hal tersebut dikatakan Bupati Gowa yang diwakili Wabup H Abdul Razak Badjidu pada Musyawarah Appalili dihadiri Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Propinsi Sulsel H Lutfi Halide dan rombongan, Kadis Pertanian Gowa, H Asriawan Umar, para asisten, anggota DPRD Gowa, para pimpinan SKPD, para camat, koramil, kapolsek, penyuluh pertanian, kelompok tani serta undangan lainnya yang berlangsung di BPIPK Bajeng, Senin (1/11).
Bupati Gowa mengatakan, semangat tradisi ini yang kita bangkitkan kembali melalui Musyawarah Appalili bertujuan untuk memotivasi para petani, petugas, pelaku dan pemerhati pertanian dalam merencanakan dan menyelenggarakan program pembangunan pertanian di Kabupaten Gowa.
Dikatakan, di sektor pertanian paradigma pembangunan lebih menitikberatkan pada ketersediaan dan kemandirian pangan yang didukung oleh potensi wilayah yang meliputi dataran tinggi dan dataran rendah. Pada wilayah dataran tinggi dapat diusahakan komoditi holtikultura dan ternak.
Lanjut dia, pada dataran rendah dapat diusahakan komoditi tanaman pangan yakni padi dan palawija serta perikanan. Hal ini sangat memungkinkan karena didukung oleh potensi lahan pertanian yang cukup luas yaitu lahan sawah 32.174 Ha, lahan kering seluas 79.563 Ha yang tersebar pada 18 kecamatan 163 desa dab kelurahan di Kabupaten Gowa.
''Berdasarkan potensi lahan yang kita miliki, pada awal periode I kepemimpinan kami sebagai Bupati Gowa dan Wakil Bupati Gowa, dicanangkan akselerasi pembangunan pertanian yang dikenal dengan gerakan pembangunan ekonomi masyarakat (Germas Emas) pada komoditi padi,''jelas Razak Badjidu.
Program ini katanya, dinilai sukses karena mampu meningkatkan produktifitas padi dari rata-rata 4,99 ton/ha menjadi 6,66 ton/ha GKG sesuai rata-rata ubinan Gerbang Emas. Pada tahun 2008 melalui program P2BN, Kabupaten Gowa dapat meningkatkan produksi padi 7,75 persen dari tahun sebelumnya sehingga bapak Bupati Gowa diundang oleh Menteri Pertanian RI untuk menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara.
''Sukses yang dicapai pada tahun 2008 kembali diraih pada tahun 2009 lalu. Bapak Bupati menerima penghargaan yang kedua kalinya dari Presiden RI pada acara Jambore Nasional SL-PTT di Kabupaten Boyolali Propinsi Jawa Tengah. Keberhasilan ini semua mampu kita capai atas kerja keras yang dilakukan oleh para pelaku utama penyelenggara pembangunan pertanian yang dimotori oleh Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Gowa beserta jajarannya serta Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtokutura Propinsi Sulsel,''katanya. (k7).

0 komentar: