Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
1/17/2011 11:38:00 AM

Dewan Adat Bate Salapang Protes Keras

Diposkan oleh tuGOWA


SUNGGUMINASA----------- Dewan Adat Bate Salapang melakukan protes keras atas rencana pengangkatan A. Maddusila A. Idjo sebagai Raja Gowa yang ke-37. Pelantikan tersebut direncanakan hari ini, Senin 17/1, di makam Sultan Hasanuddin dengan dihadiri para pengikutnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil sidang Dewan Adat Bate Salapang Kerajaan Gowa, 9 September 2007 yang lalu telah menetapkan Pati Marang Gowa yang baru Andi Kumala Idjo SH MH yang bergelar I Kumala Daeng Sila Karaeng Lembang Parang. Sebelumnya terjaring 13 nama untuk menjadi Pati Marang.

Ini juga diperkuat dari dukungan para Raja, Sultan, Arung dan pemangku adat se Nusantara, atas terpilihnya I Kumala Daeng Sila Karaeng Lembang Parang, di mana Gowa hingga kini belum memiliki Raja.

Informasi yang berkembang menyebutkan terkait dengan rencana pelantikan tersebut hingga kini belum memperoleh isin dari Polresta Gowa, karena tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Apalagi Dewan Adat yang akan melantik A. Maddusila A. Idjo hingga kini tidak terdaftar di Kesbang Gowa.

Seperti diketahui, Dewan Adat Bate Salapang adalah sembilang Kasuwiang—sembilan raja kecil yang berserikat--, yang bertugas menyeleksi, mengangkat dan melantik Raja Gowa. Ini dilakukan sejak berdirinya kerajaan Gowa.

Karena itu, menurut Ketua Dewan Adat Bate Salapang ri Gowa, H. Abd Razak Dg Jarung Daenta Gallarrang Tombolo, menegaskan, semua kegiatan yang berhubungan dengan adat di Gowa atau yang mengatasnamakan dewan adat adalah illegal, tanpa sepengatahuan mereka.

‘’Rencana pelantikan A. Maddusila A. Idjo sebagai Raja Gowa adalah illegal, karena yang mengangkat mereka bukan dari dewan adar Bate Salapang,’’ ujarnya, Sabtu 15/1, di aula kompleks makam Sultan Hasanuddin kepada sejumlah wartawan.
Pernyataan Ketua Dewan Adat Bate Salapang ini, didampingi oleh Bata Salapang yang lain, yakni Mallawanang Kr Bella, Gallarrang Manuju, H. Djamaluddin Dg Jaga Gallarrang Mangasa, H. Sirajuddin Ardan Daenta Gallarrang Parigilolo, H. AR Rahim Yusuf Dg Tojeng Daenta Gallarrang Sudiang, H. Hasan Dg Buang Daenta Gallarrang Samata, H.A Asis Dg Ngunjung Daenta Gallarrang Moncongloe, H.A Nuntung Dg Buang Daenta Gallarrang Paccellekang, H. Idris Mone Dg Pakaya Daenta Gallarrang Pattallassang, dan H. Syamsul Bachri Dg Ngitung Kr Loe ri Bajeng.

Mereka juga mengharapkan agar persoalan politik di daerah ini jangan dikait-kaitkan dengan persoalan budaya, apalagi ini terkait dengan masalah kerajaan Gowa. Menurutnya, akan terjadi pengkotak-kotakan di tengah masyarakat yang sudah dinilainya sudah berjalan dengan baik selama ini.

Hal yang sama diungkapkan Sirajuddin Ardan Daenta Gallarrang Parigilolo, bahwa turunan Bate Salapang adalah pemegang tongkat estapet terbatas, yang akan melanjutkan tradisi pemerintahan tempodulu di wilayah masing-masing. Karena itu, kebutuhan untuk menyeleksi, mengangkat dan melantik Raja Gowa atau Somba ri Gowa adalah kebutuhan dan kewenangan Bate Salapang.

‘’Karena itu, tidak ada raja kalau tidak ada Bate Salapang, sehingga kalau ada aktifitas pengangkatan dan pelantikan hanya sekadar mempermalukan diri sendiri,’’ tegasnya.

Dalam penjelasannya, Pati Marang Andi Kumala A. Idjo adalah pemegang stempel Kerajaan Gowa, sebagai pertanda pemegang kekuasaan turunan Raja Gowa. Karena itu, menurut Kr Bella tidak mudah untuk melantik Raja Gowa karena harus melalui tahapan seleksi panjang yang dilakukan Bate Salapang. (****)

0 komentar: