SUNGGUMINASA, TRIBUN-TIMUR.COM - Gabungan organisasi lintas agama, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi kepemudaan se-Kabupaten Gowa mengutuk kekerasan yang terjadi di Gowa dalam beberapa bulan terakhir, Selasa (8/2/2011) di Sungguminasa.
Demikian poin utama dalam jumpa pers yang dihadiri perwakilan MUI Gowa, NU Gowa, FKUB Gowa, DDI Gowa, PD Muhammadiyah, BKPRMI, dari umat Katolik, dari umat Budha, Hizbul Wathan, KNPI, dan lain-lain.
Jumpa pers yang dipimpin Ketua MUI Gowa Abu Bakar Paka dan Ketua DPC NU Gowa Abd Jabbar Hijaz mendesak aparat penegak hukuma untuk secara tegas dan cepat menindak para pelaku kerusuhan di Gowa.
Para pelaku dinilai telah terbukti melanggar aturan dan norma sosial dengan mempertontonkan kekerasan.
Aparat kepolisian juga diminta mengungkap aktor intelektual dibalik sejumlah kerusuhan di Gowa, seperti pembakaran kantor lurah, pembakaran bus pemkab, pengrusakan kantor DPRD Gowa, pengrusakan gedung dakwah Muhammadiyah, dan terakhir pengrusakan kantor Bupati Gowa.
"Kami juga mengimbau elemen masyarakat untuk secara aktif memberikan informasi secara arif dan berimbang serta tetap menjaga suasana kondusif wilayah Kabupaten Gowa," kata Jabbar Hijaz.(*)
- Bussiness (2)
- Community (75)
- CPNS (20)
- CREW (1)
- Crime (56)
- Culture (7)
- Economic (12)
- Education (31)
- Feature (18)
- g (1)
- Goverment (196)
- Health (4)
- Infrastruktur (39)
- Kisah Hidup (95)
- m (1)
- Motivasi (18)
- News (254)
- Opini (1)
- Pengumuman (56)
- Politics (141)
- Public Service (137)
- Religius (7)
- Renungan Bijak (18)
- Social (58)
- Warning (6)
tuGOWA chat
archives
http://bisnismodalklik.blogspot.com/2010/04/pembayaran-kesebelas-donkeymails.html
Adsense
-
Fokus Polisi Jangan Hanya Pelaku, ISESS Harap Pengguna Hasil Penyadapan Prabowo Perlu Diungkap - Bukan hanya pelaku penyadapan, pihak yang menerima dan memanfaatkan hasil informasi intelijen juga perlu diusut.1 jam yang lalu
-
Usai Libur Panjang, Ini 10 Tips agar Mobil Tetap Prima - Usai libur panjang, ini 10 tips yang bisa dilakukan pemilik kendaraan agar kondisi mobil tetap prima.1 tahun yang lalu
-
Pangdam Jaya: Ada Umat Islam Pakai 'Amar Makruf' untuk Klaim Kebenaran - Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman menyebut ada segelintir umat Islam yang memakai istilah 'amar makruf nahi mungkar' untuk mengklaim kebenaran.5 tahun yang lalu
-
-
Kasus Bibit-Chandra dihentikan - Kejaksaan Agung akan menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan atas kasus Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto.16 tahun yang lalu
-
-
Katakan Tidak untuk Korupsi - PEMUTARAN FILM “KITA VERSUS KORUPSI”- Wednesday, 29 February 2012 Apa jadinya bila korupsi sudah dianggap menjadi hak? Apa pula sebutannya bila kebenaran m...
-
CONFIRM YOUR TRANSFER. - From The Desk of: Mr. Andrew Tweedie, Finance Department Director International Monetary Fund(IMF) Attn: Beneficiary, I wish to inform you that after m...
news world
tuGOWA blog
Adsense
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)

SUNGGUMINASA----------- Dewan Adat Bate Salapang melakukan protes keras atas rencana pengangkatan A. Maddusila A. Idjo sebagai Raja Gowa yang ke-37. Pelantikan tersebut direncanakan hari ini, Senin 17/1, di makam Sultan Hasanuddin dengan dihadiri para pengikutnya.
Sementara itu, berdasarkan hasil sidang Dewan Adat Bate Salapang Kerajaan Gowa, 9 September 2007 yang lalu telah menetapkan Pati Marang Gowa yang baru Andi Kumala Idjo SH MH yang bergelar I Kumala Daeng Sila Karaeng Lembang Parang. Sebelumnya terjaring 13 nama untuk menjadi Pati Marang.
Ini juga diperkuat dari dukungan para Raja, Sultan, Arung dan pemangku adat se Nusantara, atas terpilihnya I Kumala Daeng Sila Karaeng Lembang Parang, di mana Gowa hingga kini belum memiliki Raja.
Informasi yang berkembang menyebutkan terkait dengan rencana pelantikan tersebut hingga kini belum memperoleh isin dari Polresta Gowa, karena tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Apalagi Dewan Adat yang akan melantik A. Maddusila A. Idjo hingga kini tidak terdaftar di Kesbang Gowa.
Seperti diketahui, Dewan Adat Bate Salapang adalah sembilang Kasuwiang—sembilan raja kecil yang berserikat--, yang bertugas menyeleksi, mengangkat dan melantik Raja Gowa. Ini dilakukan sejak berdirinya kerajaan Gowa.
Karena itu, menurut Ketua Dewan Adat Bate Salapang ri Gowa, H. Abd Razak Dg Jarung Daenta Gallarrang Tombolo, menegaskan, semua kegiatan yang berhubungan dengan adat di Gowa atau yang mengatasnamakan dewan adat adalah illegal, tanpa sepengatahuan mereka.
‘’Rencana pelantikan A. Maddusila A. Idjo sebagai Raja Gowa adalah illegal, karena yang mengangkat mereka bukan dari dewan adar Bate Salapang,’’ ujarnya, Sabtu 15/1, di aula kompleks makam Sultan Hasanuddin kepada sejumlah wartawan.
Pernyataan Ketua Dewan Adat Bate Salapang ini, didampingi oleh Bata Salapang yang lain, yakni Mallawanang Kr Bella, Gallarrang Manuju, H. Djamaluddin Dg Jaga Gallarrang Mangasa, H. Sirajuddin Ardan Daenta Gallarrang Parigilolo, H. AR Rahim Yusuf Dg Tojeng Daenta Gallarrang Sudiang, H. Hasan Dg Buang Daenta Gallarrang Samata, H.A Asis Dg Ngunjung Daenta Gallarrang Moncongloe, H.A Nuntung Dg Buang Daenta Gallarrang Paccellekang, H. Idris Mone Dg Pakaya Daenta Gallarrang Pattallassang, dan H. Syamsul Bachri Dg Ngitung Kr Loe ri Bajeng.
Mereka juga mengharapkan agar persoalan politik di daerah ini jangan dikait-kaitkan dengan persoalan budaya, apalagi ini terkait dengan masalah kerajaan Gowa. Menurutnya, akan terjadi pengkotak-kotakan di tengah masyarakat yang sudah dinilainya sudah berjalan dengan baik selama ini.
Hal yang sama diungkapkan Sirajuddin Ardan Daenta Gallarrang Parigilolo, bahwa turunan Bate Salapang adalah pemegang tongkat estapet terbatas, yang akan melanjutkan tradisi pemerintahan tempodulu di wilayah masing-masing. Karena itu, kebutuhan untuk menyeleksi, mengangkat dan melantik Raja Gowa atau Somba ri Gowa adalah kebutuhan dan kewenangan Bate Salapang.
‘’Karena itu, tidak ada raja kalau tidak ada Bate Salapang, sehingga kalau ada aktifitas pengangkatan dan pelantikan hanya sekadar mempermalukan diri sendiri,’’ tegasnya.
Dalam penjelasannya, Pati Marang Andi Kumala A. Idjo adalah pemegang stempel Kerajaan Gowa, sebagai pertanda pemegang kekuasaan turunan Raja Gowa. Karena itu, menurut Kr Bella tidak mudah untuk melantik Raja Gowa karena harus melalui tahapan seleksi panjang yang dilakukan Bate Salapang. (****)

GOWA, BKM--- Kapolres Gowa, AKBP Totok Lisdiarto menegaskan, pihaknya telah memerintahkan aparat Kepolisian untuk mengambil tindakan tegas dengan menembak di tempat kalau ada pengunjukrasa yang melakukan pengrusakan fasilitas pemerintah dan menyerang aparat keamanan.
Sikap ini katanya kepada BKM, Jumat (14/1) kemarin, harus dilakukan karena belakangan ini para pengunjukrasa yang mengatasnamakan dirinya aliansi rakyat gowa bersatu (ARGB) sudah tidak terkontrol lagi dengan melakukan tindak kekerasan, sehingga sangat meresahkan masyarakat Gowa secara umum. Seperti yang terjadi Senin (10/1), kantor Pemkab Gowa mengalami kerusakan dan beberapa kendaraan roda empat penyok serta beberapa orang lainnya mengalami luka-luka.
‘’Saya perintahkan kepada aparat keamanan di lapangan, kalau ada aksi anarkisme yang dilakukan para pengunjuk rasa, membahayakan nyawa orang lain dan merusak fasilitas pemerintah, tidak ada alasan untuk tidak ditembak di tempat,’’ tegasnya saat dikonfirmasi via ponselnya.
Sementara itu, sejak kejadian aksi penyerangan kantor Pemkab Gowa itu, dukungan masyarakat Gowa dari berbagai kecamatan terus mengalir ke pihak Kepolisian. Hingga kemarin, mereka mendatangi kantor Mapolres Gowa secara berkelompok. Selain mendesak agar pelaku penyerangan dan aktor intelektualnya segera ditangkap dan diproses secara hukum, mereka juga mengharapkan agar pihak Kepolisian tidak perlu takut dengan tekanan dari pihak manapun. (k5-sar)

SUNGGUMINASA (SINDO) – Massa yang mengatasnamakan diri Aliansi Rakyat Gowa (ARG) kembali menyerang Kantor Bupati Gowa,kemarin. Aksi ini merupakan kelanjutan atas penolakan hasil pilkada yang menetapkan Ichsan Yasin Limpo sebagai Bupati Gowa. Dalam aksinya, ratusan orang pendemo tidak hanya menyerang dengan lemparan batu, tapi juga membawa senjata tajam berupa parang dan badik. Bahkan pusaka Kerajaan Gowa seperti panji-panji kerajaan, tombak satu mata dan tombak tiga mata (trisula) juga terlihat.
Tak hanya itu, massa juga memersanjatai diri dengan membawa anak panah serta meledakkan mercon besar. Akibat insiden yang berlangsung sekitar satu jam tersebut, tiga orang terluka. Satu terkena sabetan parang di bagian punggung, satu terluka pada bagian kaki, dan anggota Satuan Brimob Polda terkena pukulan di wajah. Penyerangan tersebut bermula saat pengunjuk rasa melakukan aksinya di halaman Kantor Bupati Gowa.
Massa bergerak dengan berjalan kaki dari Jalan Istana Balla Lompoa, langsung memacetkan poros-poros kota Sungguminasa mulai Jalan Andi Mallombassang sampai ke Jalan Masjid Raya di depan Kantor Bupati Gowa. Pengunjung rasa yang berhasil menerobos gerbang Selatan setelah memukul mundur Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Gowa, merangsek ke halaman kantor.
Bentroka tak terhindarkan. Lemparan batu dan mercon yang diarahkan massa ke kantor bupati dibalas pula dengan lemparan batu dari sejumlah pegawai. Massa terus merangsek.Penyerang merusak Baruga Karaeng Patingalloang, dua kaca bagian samping pecah.Tak hanya itu, satu unit mobil Suzuki Aerio warna silver yang diparkir di depan baruga ringsek bagian kap depan karena dipukuli massa.
Sekadar diketahui, penyerangan terhadap Kantor Bupati Gowa adalah kali kedua setelah penyerangan pertama pada 21 September 2010 lalu.Sebelumnya, rentetan teror juga terjadi pascapilkada yang dimenangi pasangan Ichsan Yasin Limpo-Razak Badjidu. ARG merupakan kelompok mengakui kemenangan tersebut. Pasukan huru-hara yang dipimpin Kapolres Gowa AKBP Totok Lisdiarto langsung membentuk barikade dan memisahkan dua kubu.
Dalam orasinya, massa menuntut mundurnya Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo yang dituduh berijasah palsu.“Kami sudah lama menunggu dan kami sudah capek bersabar,” ungkap orator dari atas mobil pick up biru yang diparkir di depan Baruga Karaeng Patingalloang. Polisi kemudian menghalau massa keluar dari kantor bupati. Namun, massa tidak membubarkan diri,malah melanjutkan aksi di depan Kantor DPRD yang hanya berjarak sekitar 300 meter dari Kantor Bupati Gowa. Pukul 15.00 Wita, massa yang berkonsentrasi di depan kantor DPRD kembali mencoba merangsek ke arah kantor Bupati.
Tapi berhasil digagalkan ratusan petugas Polres Gowa yang di-back up Brimob Polda. Kapolres Gowa, AKBP Totok Lisdiarto yang dikonfirmasi usai melakukan pertemuan tertutup dengan Pemkab Gowa diwakili Sekkab Muh Yusuf Sommeng bersama sejumlah aparat dari Polda dan Polres, mengatakan, pihaknya berusaha meredam massa dengan meminta mereka mundur.
Sekitar pukul 16.00 Wita, aparat berhasil mengusir paksa massa ke Jalan Istana dengan menyemprotkan gas air mata. Sebelumnya sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara massa dan aparat hingga ke dalam Masjid Syekh Yusuf serta menyita benda tajam yang dibawa pendemo.. Aksi kemarin melumpuhkan beberapa akses jalan utama di Kota Sungguminasa. Hingga pukul 19.00 Wita, Polres Gowa mengamankan sembilan orang tersangka penyerang dan kedapatan membawa senjata tajam.
Putra Mahkota Mengutuk Keras
Putra mahkota raja Gowa ke-36 (raja Gowa terakhir),Andi Kumala Andi Idjo menyayangkan penyerangan Kantor Bupati Gowa dengan membawa pusaka kerajaan berupa tombak, trisula, dan Bendera Batesalapang. ‘’Keluarnya panji-panji ini tidak seizin pihak keluarga kerajaan. Saya sangat sayangkan itu. Lagipula,keluarga besar kerajaan tidak mendukung gerakan ini karena pasca pilkada kami anggap semuanya sudah selesai,’’ kata Andi Kumala Idjo yang dihubungi via telepon kemarin.
Hal ini juga mengundang amarah keluarga besar Laskar Lipang Bajeng, Masykur Mansyur. Masykur mengatakan benda-benda tersebut, sudah lama dicari karena tidak ada di tempat penyimpanannya. Benda-benda yang merupakan benda tajam milik Pasukan Tubarani kerajaan dulu ini telah hilang dari penyimpanannya sejak setahun lalu.“Saya menyesalkan karena panji-panji kerajaan dibawa beraksi seperti barang rongsokan.Saya tersinggung karena ulah itu, apalagi tidak ada konfirmasi sebelumnya.
Selain itu, karena panjipanji itu diletakkan di sembarang tempat dan tidak ada penghargaan sedikitpun,’’ ucap Masykur. Sementara itu, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Gowa,Rimba Alam Pangeran juga menyayangkan ulah massa yang anarkis itu.Apalagi membawa secara bebas panji-panji milik kerajaan. Meskipun diakui Rimba Alam, panji-panji itu sebenarnya bukan aset kerajaan namun ada kaitannya seperti tombak, trisula serta panji-panji batesalapang (9 distrik kerajaan) tanpa restu dari Batesalapang dan pemangku adat.
Di lain pihak saat dihubungi via telepon kemarin, Mallawangan Karaeng Bella, anggota Batesalapang mengaku sangat keberatan dengan dibawa sertanya sejumlah panji-panji Batesalapang karena tidak ada izin dari pemangku adat. ‘’Saya mengecam aksi ini,’’ singkat Mallawangang Karaeng Bella.
Usut Tuntas
Sementara itu, Bupati Gowa, Ichsan Yasin Limpo,melalui Kepala Bagian Humas Pemkab Gowa, Arifuddin Saeni mengutuk keras penyerangan tersebut. Dia menyayangkan ulah anarkis massatersebut yang dinilai sudah kelewat batas. Menurut dia, penyerangan tersebut adalah penyerangan simbol negara dan merusak kewibawaan pemerintah. Oleh karena itu, dia menilai penyerangan ini adalah bentuk ujian kepolisian dalam membuktikan profesionalisme kerja mereka.
‘’Kamimintaagarkasusinidiusut tuntas. Penyerangan yang kedua kalinya ini sangat kelewatan dan tidak dibenarkan lagi.Tindakan ini sangat tidak bermoral. Dan yang lebih penting lagi,karena di antara massaitumurniorangdariluarGowa, ini menunjukkan memang ada kesengajaan untuk merusak kondisi di Gowa,’’ kata Arifuddin Saeni. Wakil Ketua DPRD Gowa Rahman Syah mengatakan, siapapun siapa yang ingin menyampaiakan aspirasinya disilakan. Hanya saja semua punya aturan. “Untuk itu kita serahkan semuanya kepada aparat keamanan dan silahkan diusut tuntas,”katanya
ARG
Presidium ARG Ilham Pupir menegaskan, jika sampai saat ini ARG belum mengakui adanya bupati di Kabupaten Gowa.ARG menilai pelatikan Ichsan Yasin Limpo sebagai Bupati Gowa melanggar beberapa aturan. Hal tersebut menurut dia dikuatkan dengan adanya hasil sidang kode etik KPU Sulsel yang menunjukkan jika terdapat calon yang tidak memenuhi syarat yang ditetapkan, terutama kelengkapan administratifnya. Terjadinya kesalahan dalam proses Pilkada Gowa ditunjukkan dengan diberhentikannya secara tidak hormat anggota KPU Gowa.
ARG sendiri mendesak anggota KPU Gowa saat ini untuk bisa menjalankan aturan undang-undang Pilkada secara tegas. Pasalnya, pada setiap aksi ARG pihak KPU Gowa selalu menutup diri. ”KPU Gowa bersikap tidak kooperatif dalam menghadapi aksi-aksi terutama dalam hal menjawab aspirasi masyarakat. Hal tersebut terlihat dari masih panjangnya kisruh Pilkada Gowa yang lalu dan belum mampu dijelaskan penyelesaiannya oleh KPU Gowa,”ungkapnya.
ARG sendiri menurut Ilham merupakan organisasi masyarakat Gowa yang tersebar pada beberapa organisasi kepemudaan,perwakilan lembaga adat, ormas, LSM dan mahasiswa. Namun, ARG sendiri secara tegas menyebutkan tidak mengakui adanya Bupati di Gowa. (herni amir/yakin achmad)
Sungguminasa, Tribun - Unjuk rasa yang dilakukan massa yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Gowa (ARG) di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gowa, Rabu (8/12), tiba-tiba diserang sekelompok massa yang diduga pendukung Ichsan Yasin Limpo-Abd Razak Badjidu (IYL Baji).
Akibatnya, satu unit mobil pikup yang mengangkut sound system dirusak kelompok penyerbu. Kaca mobil depan hancur dan bodi depan terlihat ringsek akibat hantaman batu. Bahkan dikabarkan tiga pengunjuk rasa terkena lemparan batu.
Dari informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, massa ARG pimpinan Isradi berorasi depan kantor KPU sebelum perwakilan mereka diterima di aula kantor. Di saat hampir bersamaan melintas massa pendukung IYL Baji yang rencananya berunjuk rasa di kantor Kejati Sulsel.
Tidak berselang lama, tiba-tiba sekelompok massa tersebut menyerang ke KPU untuk membubarkan pengunjuk rasa. Penyerangan berlangsung singkat dan berakhir dengan pengrusakan mobil pengunjuk rasa.
Simpatisan ARG yang berada di halaman KPU Gowa juga sempat dikejar. Beruntung kejadian ini tidak berlanjut pada bentrokan antarkedua kelompok massa. Sejumlah aparat Polsekta Somba Opu yang berada di lokasi langsung melerai dua kelompok massa agar tidak saling melukai.
Tak lama berselang, bantuan dari Polres Gowa juga tiba di lokasi. Akhirnya, situasi yang tegang itu berhasil dikendalikan polisi.
Terkait perngrusakan mobil milik ARG, Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Ardi Rahananto yang dikonfirmasi per telepon mengaku masih melakukan penyelidikan. Namun pihaknya tidak mengamankan mobil tersebut karena belum ada laporan dari pihak korban.
"Penyelidikan sudah berjalan termasuk identifikasi terhadap mobil yang dimaksud," katanya.
Versi ARG
Dalam catatan Tribun, unjuk rasa yang mengatasnamakan ARG ada dua versi. Satu versi pengunjuk rasa yang merupakan pendukung dan simpatisan pasangan Andi Maddusila A Ijo-Jamaluddin Rustam.
ARG yang biasa dimotori Ahmad Mappegau Karaeng Moncong ini dalam berunjuk rasa mengusung kasus dugaan ijazah palsu IYL.
Sedangkan ARG satunya lagi merupakan pendukung dan simpatisan pasangan Ahmad Pidris Zain-Abd Ravi Rasyid. Massa ARG satu ini lebih pada tuntutan meminta KPU meninjau hasil pilkada yang telah usai.(ute)
Tuntutan ARG
KETUA KPU Gowa Zaenal Ruma mengatakan, pihak ARG menuntut KPU meninjau kembali tahapan Pilkada Gowa yang telah selesai. Sebab ARG menilai ada kesalahan dalam tahapan tersebut.
"Mereka minta kami meninjau ulang pengesahan calon bupati dan wakil bupati," jelas Zaenal.
Hanya saja lanjut Zaenal, tuntutan tersebut sudah mustahil dipenuhi. Pasalnya, Pilkada Gowa yang dimenangkan kembali oleh pasangan Ichsan Yasin Limpo-Abdul Razak Badjidu telah selesai sesuai dengan tahapan dan aturan.
"Terkait dengan Pilkada Gowa, tugas KPU Gowa telah selesai," tegas Zainal
Pertemuan berlangsung alot karena pihak ARG ngotot KPU memproses tuntutan mereka.
"Karena hanya terjadi debat kusir, kami terpaksa meninggalkan mereka. Apalagi kami sudah tolelir pertemuan hanya sampai pukul 12.00, tetapi berlanjut sampai 12.30," tandas Zaenal.(ute)
GOWA, BKM-- Paripurna DPRD Gowa dengan agenda pendapat akhir fraksi, Senin (15/11) kemarin akhirnya berlangsung kuorum dengan hadirnya 35 orang dari 45 anggota dewan di parlemen Gowa.
Meski kuorum, namun 10 anggota dewan lainnya masih tetap mangkir dan tidak menghadiri sidang paripurna pengesahan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (RAPBD-P) yang berlangsung pukul 10.00 Wita di baruga Krg Galesong kantor Bupati Gowa itu.
Karena tiga fraksi sebelumnya sudah
FPAN melalui jubirnya, Syarifuddin Tutu mengatakan, selama ini tidak dilibatkan dalam penusunan KUA dan APBD, karena itu FPAN minta SKPD profesional dalam mengalokasikan anggaran.
Meski awalnya bersikukuh menolak RAPBD-P untuk disahkan, namun FPAN tetap terbuka dan menerima anggaran perubahan itu untuk disahkan.
Dari Fraksi Perjuangan Rakyat (FPR) diwakili, Syahrir Pasang menegaskan, adanya pemindahan anggaran kesehatan yang tidak terakomodir dalam perubahan yang harus dicermati secara prinsip.Termasuk juga pengadaan benih ikan di dinas perikanan yang anggarannya tidak tercantum dalam APBD pokok. Meski begitu, FPR ini tetap menyatakan menerima dan menyetujui anggaran perubahan tersebut disahkan. Pernyataan sama disampaikan Asrul yang tampil sebagai jubir FPPP.
Hal sama dikemukakan Fraksi Bintang Perjuangan Nurani Hati (FBPNH). Melalui jubirnya, Tajuddin, FBPNH juga menyuarakan kesepakatan fraksinya menerima anggaran perubahan 2010 ini namun tetap disertai sejumlah pesan agar eksekutif melakukan transparansi anggaran dengan melihat azas manfaatnya.
Usai empat fraksi menyampaikan PA, Ketua DPRDGowa, H Ansar Usman langsung mengetuk palu pengesahan setelah para anggota dewan menyerukan kata setuju. Para eksekutif yang hadir, termasuk Sekkab Gowa, HM Yusuf Sommeng mewakili bupati dan wabup yang tidak sempat hadir merespon dengan tepukan tangan.
Sekkab atas nama Bupati Gowa menyampaikan terima kasih atas partisipasi aktif anggota dewan sehingga anggaran perubahan dapat disahkan jadi perda. (Sar)

SUNGGUMINASA, TRIBUN-TIMUR.COM -- Jumpa pers DPD PKS Gowa digelar di Cafe Mario, Sungguminasa, Gowa. Dilakukan Ketua DPD PKS Gowa Hasan Hamido, Ketua SC Ridwan Bakka, dan Ketua Panitia Kadaruddin, serta beberapa pengurus dan panitia.
Ketua Panitia Kadaruddin mengatakan, musda dijadwalkan berlangsung di Gedung Wanita, Sungguminasa, Minggu (21/11) pekan depan. Sebelum musda, akan digelar pertandingan bulutangkis dan futsal pada Sabtu (13/11) dan Minggu (14/11).
Ridwan menambahkan, sebelum memasuki musda akan dilakukan pemilihan umum internal (PUI) pada hari Minggu (14/11). Sebanyak 15 calon akan dipilih dalam PUI yang memperebutkan 46 suara dari pengurus dan ketua-ketua DPC PKS se-Kabupaten Gowa.
"Tugas SC menjaring 15 nama dengan persyaratan antara lain kader inti PKS minimal lima tahun. Kemudian dari 15 nama itu turun menjadi 10 nama dari DPW dan akan dipilih dalam PUI mendatang," jelas mantan anggota DPRD Gowa ini.
Menurut Ridwan, setiap orang akan memilih empat nama. Empat nama dengan perolehan tertinggi kemudian akan dikirim ke DPW untuk ditetapkan menjadi dewan pengurus tingkat daerah (DPTD), yakni ketua, sekretaris, bendahara, dan ketua bidang pembinaan kader.
Nama-nama yang menguat untuk memimpin partai peraih dua kursi di parlemen Gowa ini antara lain Hasan Hamido (ketua saat ini), Ridwan Bakka (ketua SC, ketua bappilu), Wardoyo (sekretaris), Nasaruddin (mantan anggota DPRD Gowa), Arif Prihandono (kaderisasi), T Hasyim, dan Taufan Abdusalam.(*)

GOWA, BKM-- Masa bakti anggota DPRD Gowa sudah memasuki tiga tahun sejak
dilantik tahun 2007 lalu. Namun sudah setengah lebih masa bakti itu berjalan
(lima tahun masa bakti), tapi Golkar merasa belum ada satupun 'hasil' yang
ditelorkan Golkar Gowa melalui 9 orang wakilnya yang punya kursi di DPRD
Gowa.Karena kinerja yang terkesan 'mana urus' itu, sejumlah kader dan konstituen
Golkar yang selama ini memantau kinerja wakil mereka di parlemen, mengeluh.
Bahkan para kader itu menilai, aktivitas wakil Golkar di dewan tenggelam
dengan keenergikan partai-partai lainnya yang ada.''Kami pernah ke kantor dewan mencoba mengintip aktivitas wakil kami di
sana, tapi nyatanya hanya segelintir orang Golkar yang ada, ketua fraksinya
saja jarang ada, rapat fraksi saja pun tidak pernah terakomodir. Terus
terang kami sangat kecewa dengan pola kerja yang diperlihatkan wakil Golkar
di DPRD Gowa saat ini. Sangat beda jauh ketika ibu Tenriolle masih menjadi
anggota dewan di parlemen Gowa ini,'' beber sejumlah kader Golkar yang
mengaku sudah melaporkan hal tersebut ke Ketua DPD Partai Golkar Gowa.Ketua DPD Partai Golkar Gowa, Hj Tenriolle YL yang dikonfirmasi soal
sorotan kader Golkar terhadap wakil partai beringin di dewan, mengaku
prihatin. Kepada BKM saat dihubungi via telepon Senin (13/9), mengatakan,
dirinya sangat kecewa terhadap wakil Golkar yang ada di DPRD Gowa saat ini.
''Saya sudah mendapatkan laporan dari sejumlah kader tentang peran 9 wakil
Golkar di dewan yang sama sekali berkisar mana urus dengan amanah yang
diembannya sebagai wakil rakyat dan wakil partai. Saya sangat kecewa dengan
ketua Fraksi Golkar, H Anzar Zaenal Bate termasuk H Ansar Usman yang duduk
sebagai Ketua DPRD Gowa. Tapi terkait kinerja lemah yang ditunjukkan wakil
Golkar di DPRD Gowa ini, akan menjadi bahan konsolidasi internal Golkar
nanti. Saya kecewa berat,'' tandas Tenriolle.
Dikatakan Tenriolle, jika kader dan konstituen mengeluhkan aktivitas wakil
Golkar di DPRD, maka dirinya sebagai ketua lebih kecewa lagi terhadap peran
ketua Fraksi Golkar yang sama sekali tidak proaktif.
''Saya juga sudah dengar informasi jika sejak para wakil Golkar duduk pasca
pelantikan, hingga kini belum pernah dilakukan rapat fraksi. Padahal fraksi
sangat berperan penting di dalam menginput aspirasi yang akan menjadi
perjuangan Golkar di parlemen. Saya melihat ada indikasi bahwa wakil Golkar
di DPRD Gowa terkesan hanya mewakili diri sendiri bukan mewakili partai,''
tandas Tenriolle.
Ketua Fraksi Golkar DPRD Gowa, H Ansar Zaenal Bate yang dikonfirmasi melalui
telepon terkait kekecewaan DPD terhadap kinerja fraksi, tak ada jawaban.
(Sar)

Polisi Mengaku Sulit Identifikasi Pelaku Pembakaran Kantor Golkar
-Tokoh Masyarakat Minta Bupati Segera Bersikap
GOWA, BKM-- Kasus pembakaran kantor DPD Partai Golkar Gowa, Rabu dinihari kemarin, hingga kini masih belum jelas terkait siapa dua pemuda yang disebut-sebut sebagai pelakunya berdasarkan keterangan dua saksi Catur dan Yuda di Polresta Gowa (Satpam Perumahan Taman Pesona Asri dan warga setempat).Kapolresta Gowa, AKBP Totok Lisdiarto yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, AKP Ardi Rahananto, Kamis (26/8) kemarin mengatakan, terkait pembakaran kantor Golkar hingga kini pihaknya masih dalam tahap lidik.Meski begitu, Ardi mengatakan, pihaknya mengalami hambatan dalam penyelidikan, apalagi tidak ada saksi yang melihat langsung kejadian, saat kantor Golkar mulai terbakar. ‘’Hingga kini kami belum ada hasil penyelidikan pasca kebakaran itu, apalagi kejadiannya malam dan tidak ada saksi, kami hanya menunggu hasil labfor saja sebab hasil labfor ini sangat membantu penyelidikan kami,’’ terang Ardi.Dari pembakaran kantor partai Golkar ini, menurut Ardi, sudah ada tiga orang diperiksa yakni catur, yuda dan Sekretaris DPD Partai Golkar, Kamaluddin Timung Dg Rowa. Namun Kamaruddin dimintai keterangan hanya untuk identifikasi kerugian pascapembakaran kantor Golkar Gowa.Sama halnya dengan penanganan kasus pembakaran bus sekolah milik Dishub Kominfo serta bus pegawai Pemkab Gowa, menurut Ardi, hingga kini kasus kantor Golkar masih dilidik apalagi hasil labfor belum ada yang turun. Sementara terkait penanganan kasus pengrusakan kantor DPRD Gowa, Kasat Reskrim mengatakan, dalam penanganan kasus pelemparan kantor dewan yang awalnya sudah menangkap lima orang yang diduga pelaku (1 dinyatakan TSK), sebagian di antaranya sudah dibebaskan. Alasannya, menurut Kasat Reskrim, tidak cukup bukti untuk melakukan penahanan lebih dari satu kali 24 jam.Malah dari penanganan kasus pengrusakan kantor perwakilan rakyat ini, Kasat Reskrim menuding pihak DPRD tidak kooperatif didalamnya.‘’Saat sudah ada lima orang kami tahan, kami undang anggota dewan ke Polres untuk melakukan identifikasi terhadap oknum pelaku. Ya, 15 anggota dewan datang malam itu, tapi sayangnya begitu akan diambil keterangannya satu per satu, mereka tak respon. Akhirnya tiga orang dilepas karena tidak cukup bukti untuk menahan mereka,’’ terang Kasat Reskrim.Diulas kembali Kasat Reskrim, dua oknum pelaku pengrusakan kantor dewan berinitial Rid dan Lip sampai sekarang jadi DPO Polresta Gowa. Rid, kata Kasat Reskrim, diduga sebagai otak pelaku, sedang Lip disebut ada yang melihatnya ikut melempar. Sedang dua orang lagi bernama AD dan Mal sudah dijadikan tersangka (Tsk) dan hingga kini masih ditahan untuk proses lebih lanjut. ‘’Terkait kasus ini, kami melihat persoalannya secara parsial dan tetap dibuatkan BAP,’’ ucap Kasat Reskrim.Menyikapi dari rentetan peristiwa pengrusakan dan pembakaran fasilitas umum di Gowa, termasuk aksi orang tak dikenal melakukan coret-coretan di dinding pagar kompleks SD di Jl Pendidikan, Sungguminasa beberapa pekan lalu, oleh masyarakat di Gowa akhirnya meminta Bupati H Ichsan YL untuk bersikap
Menurut warga, Gowa kini dicoba dibuat tidak kondusif oleh segelintir oknum yang sengaja ingin menciptakan kekacauan di Gowa. Warga pun memastikan dari berbagai kasus yang ada, semuanya sebagai buntut dari Pilkada.
Bahkan menurut Dg Se're, seorang tokoh masyarakat di Sungguminasa, sejak beruntunnya peristiwa pembakaran sejumlah fasilitas umum di Gowa, diakuinya ada kesan terjadi pembiaran. ''Masa' orang-orang Intel tidak jeli melihat kondisi yang ada. Semua yang terjadi selama ini adalah buntut dari Pilkada, itu sudah pasti. Bahkan sangat tidak masuk akal jika kubu pelakunya tidak ditahu padahal ada pihak calon kandidat bupati yang memang sudah terang-terangan melakukan penentangan terhadap terpilihnya bupati sekarang. Saya pribadi menilai, kerja intelejen di Gowa lemah, makanya sudah saatnya Bupati Gowa mengambil sikap untuk menghentikan ulah tak manusiawi ini. Saya sebagai warga Gowa yang ingin daerah ini selalu tenang dan damai berharap Polisi bisa bekerja lebih baik sebab jika tidak diseriusi bakal banyak fasilitas umum lainnya menyusul dirusak,’’ ungkap Dg Se're
Kecaman sama diungkapkan mantan Ketua DPD Partai Golkar Gowa, H Mallingkai Maknun. Kepada BKM via telepon kemarin, Mallingkai yang juga pernah menjabat Ketua DPRD Gowa dua periode ini meminta agar pelaku pembakar kantor Golkar dilaknat, karena jelas-jelas sudah menjadi pengkhianat dimana sejumlah fasilitar perkantoran sudah digilir dirusak, termasuk milik Parpol. ''Saya meminta Bupati Gowa sudah saatnya bersikap tegas seraya mengistruksikan aparatnya ke bawah untuk waspada, sebab di kota yang banyak orangnya saja pelaku berani membakar, apalagi di desa. Saya kenal karakater Bupati kita sekarang, komitmen dan tegas dan saya yakin, bupati akan segera melakukan tindakan yang bisa menghentikan aksi teror yang dilakukan pihak tak punya rasa kemanusiaan lagi. Polisi juga harus bisa tunjukkan keintelejenannya menangani kasus ini karena ini sudah tergolong perbuatan makar,'' tandas Mallingkai.
Sementara itu, Bupati Gowa, H Ichsan YL yang dimintai tanggapannya terkait desakan masyarakat agar segera bersikap atas sejumlah peristiwa dewasa ini, menurut Kabag Humas dan Protokol Setkab Gowa, Arifuddin Saeni, Pemkab sangat yakin pihak Polresta dapat mengungkap siapa pelaku dan dalang semua kejadian yang diindikasikan suatu rangkaian yang cendering dilakukan oknum yang sama.
''Jika pihak Kepolisian lamban atau tidak mampu mengungkap pelakunya, maka kasus yang sama kemungkinan besar akan terulang lagi. Mengapa, karena yang kita pahami bahwa oknum tersebut, memang tidak mau melihat Gowa aman dan tenteram,'' kata Arifuddin. (Sar)

Kamis, 26 Agustus 2010 | 01:41 WITA
SAYA baru mendengar kabar itu (pembakaran kantor DPD Golkar Gowa). Saya sama sekali tidak tahu karena saya sementara berada di Jakarta.
Jika ada yang mengarahkan kejadian itu ke saya, itu tidak benar. Tidak benar dan tidak berdasar. Jangan menuduh orang sembarangan lah.
Kalau puasa itu berpikir baik dan jernih. Ini bulan puasa, kalau ada perkiraan seperti itu. Jangan sampai ada di benak kita.
Saya dilahirkan dari rahim orangtua yang penuh keagamaan. Tidak seperti kasus ijazah palsu itu. Sudah jelas itu. Iya kan. Kok kebakaran malah diarahkan ke saya. (Selangkapnya baca di Tribun Timur edisi, Kamis (26/08/2010).
SUNGGUMINASA (SI) – Pengamanan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo-Abdul Razak Badjidu diperketat. Polisi bahkan menegaskan tidak boleh ada konsentrasi massa di areal Kantor Bupati Gowa saat acara,besok.
Kepala Bagian Operasional Polresta Gowa Kompol Hardeny mengatakan, area pelantikan akan disterilkan lima jam sebelum acara. Dia mengatakan, sebelum acara,semua orang yang tidak berkepentingan dilarang mendekati titik lokasi pelantikan. “Lima jam sebelum acara, semua orang yang tidak berkepentingan tidak boleh mendekat,” jelas Hardeny saat Rapat Panitia Pelaksana Pelantikan di Baruga Karaeng Pattingalloang, kemarin.
Hardeny menuturkan, pengamanan tersebut dilakukan super ketat menyusul terjadinya serangkaian teror di Butta Bersejarah dalam beberapa waktu terakhir. Sekadar diketahui, Akhir bulan lalu, kantor lurah dibakar, Kantor DPRD Gowa diamuk massa, dan terakhir pembakaran mobil di tempat parkir Kantor Bupati Gowa. “Kalau dibahas koran itu kami hanya katakan kriminal murni. Makanya, wilayah ini akan kita amankan,”jelasnya. Hardeny menegaskan, pihaknya tidak ingin melihat adanya konsentrasi massa di sekitar areal pelantikan.
Menurutnya, hal tersebut dilakukan untuk pengamanan titik pelantikan. “Pesan dari kapolres,Beliau sangat alergi melihat konsentrasi massa saat pelantikan,”tegasnya. Lebih jauh, dia juga mengatakan, satu hari sebelum pelantikan, pihaknya mengerahkan 1/3 kekuatan Polresta Gowa atau 283 kekuatan Polresta Gowa dan dua SSK pasukan Brimob dari Mabes Polri di tambah satu kompi Dalmas yang dilengkapi dua unit watercanon dan satu unit barier.
Pada saat hari H, pihaknya mengerahkan Dua SSK Brimob Polda Sulselbar dan satu tim penjinak bahan peledak (jihandak) saat pagi hari.Selain itu,pihaknya juga kembali menyiapkan pasukan pengendali massa. “Intinya, lima jam sebelum pelantikan lokasi pelantikan sudah steril,” jelasnya. Memanasnya suhu politik di Kabupaten Gowa,membuat Polda Sulselbar memberikan perhatian khusus.
Hal ini ditempu guna mengantisipasi terjadinya kerusuhan jelang ataupun pascapelantikan. Personel tambahan yang diterjunkan ini di antaranya empat SSK Brimobda Polda Sulselbar, dua SSK Pengendali Massa (Dalmas) Polda, serta personel cadangan dari Polrestabes Makassar dan Polresta Maros.
Kapolda Sulselbar Irjen Pol Adang Rochjana mengungkapkan, selain menyiapkan personel yang cukup banyak, pihaknya juga bakal menerjunkan kendaraan taktis (rantis) untuk membubarkan pengunjuk rasa yang dapat mengganggu jalannya pelantikan bupati. ”Saya tidak mau ambil risiko.
Lebih baik kita banyak menerjunkan personel kepolisian,daripada nanti polisi disalahkan. Kami tidak mau kecolongan,”ungkapnya kepada wartawan beberapa waktu lalu. Adang juga menegaskan perusakan fasilitas pemerintah itu harus diusut tuntas dan pelakunya diproses secara hukum.
Hanya 70 Menit
Sementara itu, pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo-Abdul Razak Badjidu dijadwalkan akan berlangsung singkat. Panitia pelaksana memperkirakan jadwal pelaksanaan pelantikan tersebut hanya berdurasi 70 menit atau satu jam 10 menit. Hal tersebut diungkapkan Ketua Panitia Pelaksana Pelantikan Yusuf Sommeng saat Rapat Koordinasi Persiapan Pelantikan Bupati dan wakil Bupati Gowa di Ruang Karaeng Pattingaloang, kemarin.
Dia mengatakan jadwal pelantikan itu memang berdurasi singkat mengingat peserta akan melakukan buka puasa bersama. “Waktu ini harus kita gunakan maksimal karena jangan sampai agenda lainnya bergeser karena kita akan berbuka puasa,” jelas Yusuf yang juga Sekretaris Kabupaten Gowa. Lebih lanjut,Yusuf mengatakan beberapa pejabat yang menyampaikan sambutan hanya memiliki durasi sekira lima sampai tujuh menit. Pelantikan itu juga akan diisi dengan Sidang Paripurna, acara adat anggaru, tunrung pakanjara, dan orkes to riolo.
Dia menjelaskan, panitia telah menyiapkan tenda pelantikan yang memiliki daya tampung sebanyak lebih dari 2.700 orang. Tenda tersebut terdiri dibangun di sisi kiri dan kanan Kantor Bupati. Setiap sisi diperkirakan dapat menampung 350 undangan. Selebihnya, undangan akan berada di beberapa tenda lainnya yang dibangun disekitar Kantor Bupati. Yusuf menambahkan, untuk memudahkan akses menuju Rumah Jabatan Bupati Gowa.
Jalan Masjid Raya tepat di depan Kantor Bupati akan ditutup total. Sejumlah kendaraan dialihkan ke Lapangan Syech Yusuf Discovery. Beberapa ruas lapangan juga akan digunakan sebagai lokasi parkir. “Kita juga akan mempersiapkan panitia yang akan menemani pejabat yang datang ke acara pelantikan,”jelasnya. (herni amir)
SUNGGUMINASA (SI) – Ratusan pendukung pasangan calon bupatiwakil bupati (cabup-cawabup) Andi Maddusila Andi Idjo-Jamaluddin Rustam (Amal) menggelar unjuk rasa di perbatasan Gowa-Makassar kemarin.
Para pengunjuk rasa menutup jalan dengan membakar ban dan membentangkan spanduk penolakan atas rencana pelantikan cabup- cawabup terpilih Ichsan Yasin Limpo-Jamaluddin Rustam (IYLBaji). Tidak hanya itu mereka menutup jalan dengan kayu dan mobil tangki milik pertamina yang berhasil mereka tahan.
Akibatnya,aksi yang dilakukan sejak pukul 13.00 Wita tersebut melumpuhkan poros negara di Jalan Sultan hasanuddin Gowa.Kendaraan dari arah makassar yang hendak menuju daerah selatan seperti Kabupaten Gowa,Takalar, Bantaeng, dan Bulukumba harus memutar ke Jalan Syekh Yusuf Gowa. Selebihnya memilih ke arah jalur Terminal Mallengkeri Makassar.
Massa Amal melakukan aksi tutup jalan ini sebagai penolakan atas putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas gugatan Amal terhadap hasil Pilkada Gowa 2010 yang dinilai tidak adil. Mereka memajang poster bertuliskan “Rakyat Gowa Meminta Hukum Ditegakkan Seadil-adilnya tanpa Pandang Bulu”.
MK dipandang tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat,karena calon bupati terpilih Ichan YL diduga menggunakan ijazah palsu. “Kami tidak menerima hasil putusan MK yang ditetapkan Senin 26 Juli lalu di Jakarta.Sebab ada kecurangan di balik putusan yang memenangkan KPU Gowa dan H Ichsan YL terkait tuduhan ijazah palsu tersebut. Kami sangat kecewa dan merasa keadilan tidak ditegakkan,” ungkap Koordinator Massa Amal Krg Moncong,.
Meski aksi ini mendapat pengawalan ketat dari aparat Polresta Gowa yang dipinpin langung Kapolresta AKBP Rudi hananto tapi ketegangan antara massa dan pengguna jalan tetap terlihat. Sebab aksi tutup jalan yang dilakukan ratusan massa Amal ini,membuat para pengguna jalan kesal. Apalagi ketika ada bus yang mengangkut orang sakit melintas di Sungguminasa menuju Makassar.
Para penghuni bus nyaris baku hantam dengan sejumlah massa pendukung Amal karena perjalanan mereka dihentikan dengan paksa. Padahal, salah seorang penumpang bus tersebut, sedang sakit keras dan harus segera tiba ke rumah sakit di Makassar. Sementara itu Kapokresta gowa AKBP Rudi Hannato di lokasi kejadian mengatakan, pemberitahuan aksi tersebut langsung di Polda SUlselbar dan tidak ada penyampaian kepada Polresta Gowa.
”Besok kamitidakinginkecolonganlagidan akan melakukan antisipasi dengan menurunkan personel sekitar 300 orang.”Tegas Rudi. Sementara itu, cabup-cawabup Gowa terpilih Ichsan YL-Abd Razak Bajidu lega karena berhasil merebut 56% lebih suara rakyat meski terus diganjal dengan berbagai tuduhan kecurangan.
Dalam acara syukuran kemenangan incumbent di rumah jabatan di Jalan Masjid Raya,Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu,hingga pukul 21.30 Wita, Rabu (28/7) lalu, Ichsan mengungkapkan, proses perjuangan panjang telah berhasil dilalui dengan berbagai rintangan dan hambatan.
Namun, lanjut adik kandung Gubernur Sulsel,H Syahrul YL ini, semua rintangan itu bisa dihadapinya dengan sabar.“Atas nama pribadi, keluarga saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi- tingginya kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung saya dalam pejuangan ini,”ungkap Ichsan.
Terkait rencana pelantikan dirinya bersama Razak Badjidu sebagai pasangan Bupati dan Wabup Gowa periode 2010-2015, Ichsan menjelaskan, jika tak ada aral melintang, pelantikan terlaksana antara 9-13 Agustus. (herni amir)

GOWA, BKM-- Pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memenangkan KPU Gowa, termasuk empat KPU kabupaten lainnya terhadap gugatan lima cabup, Senin (26/7) lalu di Jakarta telah membuahkan nafas lega bagi jajaran KPU Gowa. Bukan hanya KPU, tapi pendukung pasangan bupati-wabup Gowa terpilih, H Ichsan YL-H Abd Razak Badjidu (IYL-Baji) pun sama. Dengan ditolaknya gugatan pasangan calon Andi Maddusila-Jamaluddin Rustam terhadap Ichsan yang diklaim berijazah 'palsu' itu, telah memperlebar jalan bagi IYL-Baji menuju pelantikan yang rencananya sesuai tahapan akan dilakukan Agustus depan.
Terkait kemenangan itu, tim pemenangan Ichsan yang selama ini mengikuti prosesi persidangan di MK, akhirnya tumpah ruah di bandara internasional (BI) Sultan Hasanuddin Makassar, Rabu (28/7) petang kemarin. Massa pendukung IYL-Baji ini berada di bandara untuk menjemput kedatangan H Ichsan YL yang baru tiba dari Jakarta. Sesaat turun dari pesawat, H Ichsan langsung disambut gembira ratusan pendukungnya yang sudah menungguinya di bandara tersebut. Di antara penjemput, tampak Wabup Gowa, H Abd Razak Badjidu dan sejumlah pejabat teras Pemkab Gowa. Usai bersalam-salaman, Bupati bersama wabup langsung diboyong ke Gowa menuju rumah jabatan bupati di Jl Masjid Raya, Kel. Tombolo, Kec. Somba Opu.
Haris YL, ketua tim pemenangan IYL-Baji yang dimintai tanggapannya kemarin mengatakan, dengan adanya putusan MK itu telah memberikan jawaban yang menyudahi segala persoalan yang mengemuka pasca Pemilukada 23 Juni lalu. ''Dengan keluarnya putusan MK itu juga memberikan ruang kepada kami untuk selanjutnya fokus kembali pada kelanjutan hasil Pemilukada yakni pelantikan,'' jelas Haris YL.
Sementara itu Wabup Gowa, H Abd Razak Badjidu sesaat di bandara mengatakan, kemenangan ini menjadi sebuah prestise kali kedua. Yang pertama ketika tampil sebagai pasangan kepala daerah-wakil kepala daerah terpilih dan kedua, ketika putusan MK terkait gugatan calon lain juga memberikan porsi kemenangan untuk H Ichsan YL. ''Yang jelas secara pribadi saya sangat lega, meski pun sebenarnya selama masalah per masalah dicuatkan pihak lain yang mengarah pada pencitraan kami selaku incumbent sama sekali tidak mengusik kami berdua, kami tetap berkinerja sesuai tugas selaku pemerintah. Yang jelas kemenangan IYL-Baji ini adalah berkat ridho Allah SWT dan terpenting karena kepercayaan rakyat Gowa yang masih percaya kepada kami. Karena itu, baik saya maupun Pak Ichsan menyampaikan salam hormat dan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada rakyat Gowa atas restunya kepada kami untuk kembali membangun Gowa lima tahun ke depan,'' kata H Abd Razak Badjidu. (Sar)
SUNGGUMINASA --- Pascapelaksanaan pemiluhan umum kepala daerah (pilkada) di kabupaten Gowa, Lurah Bonto-bontoa, Khotbah mengaku mendapat ancaman. Ancaman tersebut diduga terkait dengan pelaksanaan pemilukada di Kabupaten Gowa beberapa waktu lalu.
Lurah Bonto-bontoa, Khotbah yang ditemui diruang kerjanya, Senin 26 Juli kemarin mengatakan, ancaman tersebut bermula saat dia bertemu dengan Massualle disebuah counter Handphone di jalan Usman Salengke, 19 Juli malam. Massualle diketahui adalah anggota kepolisian Resor kota besar (polrestabes) Makassar berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP). Saat itu, lanjut Khotbah, Massualle langsung mengancam akan memukul Khotbah di tempat itu.
Massualle kemudian meninggalkan Khotbah di counter HP tersebut. Selang beberapa saat kemudian, Massualle kemudian kembali ke Counter tersebut bersama dengan beberapa orang preman. Seorang preman kemudian langsung menarik kerah baju Khotbah sambil mengancam akan melakukan pemukulan.
“Kerah baju saya langsung ditarik, sambil mengancam saya ditempat itu,” jelas Khotbah.
Khotbah menambahkan ancaman tersebut diduga kuat terkait dengan pelaksanaan Pemilukada beberapa waktu lalu. Menurutnya, Massualle sempat menanyakan perihal perkataan Khotbah saat menggelar orasi pada penetapan pemenang Pilkada lalu.
“Dia sempat tanyakan ucapan yang mengatakan; tidak Somba di Gowa sekarang. Tapi itu tidak pernah keluar dari mulut saya waktu orasi,” jelas Khotbah.
Lebih jauh, Khotbah mengaku sudah melaporkan tindakan tersebut ke kantor kepolisian Daerah (Polda) Sulselbar dan Polrestabes Makassar, 20 Juli lalu. Namun, sampai sekarang, dia mengaku belum menerima respon dari kantor kepolisian setempat.
“Saya sudah laporkan ke Polda dan Polrestabes. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan kasusnya,” jelas Kohtbah.(eka)

JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyidangkan perkara nomor nomor 82/PHPU.D-VIII/2010 perihal permohonan perselisihan hasil Pilkada Kabupaten Gowa menolak gugatan yang dilakukan pasangan Andi Maddusila A Idjo- Jamaluddin Rustam (Amal).
Salah seorang pengacara KPU Gowa, Marhumah Madjid, mengatakan, majelis hakim menerima eksepsi KPU tentang lewat waktu diterima MK. Sehingga dengan sendiri gugatan yang diajukan pasangan nomor urut 2, Amal, ditolak.
Majelis hakim yang diketuai langsung Ketua MK Mahfud MD dalam amar putusannya sebagai berikut:
- Mengabulkan eksepsi termohon (KPU Gowa) ) dan Pihak Terkait (Pasangan IYL Baji) sepanjang mengenai objek permohonan dan tenggang waktu pengajuan permohonan.
- Menyatakan objek permohonan adalah keliru atau salah dan pengajuan permohonan melewati tenggang waktu
- Menolak eksepsi untuk selain dan selebihnya.
Sedangkan dalam pokok perkara permohonan pemohon (pasangan Amal) tidak dapat diterima (niet ontvankelijk verklaard). (*)
Sungguminasa, Tribun - Hasil sidang sengketa hasil pilkada Gowa yang bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK) banyak ditunggu-tunggu masyarakat di daerah ini. Bahkan, dari informasi yang dihimpun Tribun, ada orang-orang yang menjadikan putusan MK nanti sebagai taruhan.
Setiap perkembangan persidangan selalu menjadi bahan perbincangan masyarakat, khususnya di warung-warung kopi. Perkara Pilkada Gowa terdaftar di MK dengan nomor 82/PHPU.D-VIII/2010.
Sidang perdana telah digelar di ruang sidang Panel MKRI, Rabu (21/7) lalu. Sidang tersebut membacakan gugatan pemohon dari pasangan Andi Maddusila A Idjo-Djamaluddin Rustam (Amal).
Jumat (23/7) kemarin, kembali digelar sidang lanjutan sengketa Pilkada Gowa. Sidang berlangsung dengan pembelaan pihak tergugat, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gowa.
Namun, saat persidangan masih berlangsung di Jakarta, di Gowa telah berhembus isu putusan MK. Kabar tersebut dengan cepat meluas ke masyarakat hingga ke daerah dataran tinggi.
Informasi dihimpun, di daerah sekitar Sungguminasa beredar isu MK telah memutuskan sidang sengketa pilkada dan dimenangkan kubu pemohon, yakni pasangan Amal.
Sementara di beberapa tempat juga beredar bahwa MK memutuskan tahapan Pilkada Gowa tetap dilanjutkan. MK dikabarkan menolak gugatan pemohon dan meminta KPU Gowa melanjutkan tahapan dan pelantikan pasangan calon terpilih.
Salah seorang warga Bontomaranu, Ical, sempat menelepon tribun mempertanyakan hasil putusan MK. Kata Ical, di daerahnya beredar informasi MK telah mengeluarkan putusan.
Dikonfirmasi terpisah di Jakarta, Ketua KPU Gowa Hirsan bachtiar mengatakan, sidang Jumat kemarin baru pembelaan. Semua pihak menyampaikan bukti-bukti dan majelis hakim yang dipimpin Mahfud MD belum mengeluarkan putusan.
"Majelis hakim kembali menunda sidang dan diagendakan Senin (26/7) kembali dilanjutkan. Jadi belum ada putusan sama sekali," jelas Hirsan. Hirsan berharap semua pihak tetap tenang dan menunggu hasil persidangan nanti.(ute)

GOWA, BKM—H Mustafa Gani, Sekretaris KPU Gowa akhirnya menguak sejumlah borok yang saat ini melilit tubuh KPU Gowa. Pasalnya, menurut Mustafa, kepada sejumlah media cetak, Rabu (21/7), borok ini berindikasi sebuah konfigurasi antar anggota KPU yang berbuntut desakan pemilihan ketua baru KPU Gowa.
Mustafa 'bernyanyi' disebabkan beberapa kurun terakhir dirinya dipojokkan telah melakukan pelanggaran terkait kewenangannya sebagai sekretaris KPU setelah melayangkan surat ke DPRD Gowa tertanggal 9 Juli lalu yang dinilai sejumlah anggota KPU sebagai surat desakan percepatan pelantikan kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih Pemilukada 2010-2015.
‘’Saat ini saya merasa dipojokkan dengan memfitnah saya telah mengirim surat ke DPRD untuk mendesak proses percepatan pelantikan kepala daerah dan wakil kepala daerah hasil Pemilukada 23 Juni kemarin, padahal itu bukan surat proses percepatan tapi surat keterangan tentang penyampaian hingga Rabu 9 Juli 2010 pukul 09.00 Wita, tidak ada keberatan/gugatan yang masuk ke KPU pasca penetapan pasangan calon terpilih kepala daerah dan wakil kepala daerah 2010-2015 berdasarkan keputusan KPU No 12 tahun 2010 tanggal 2 Juli 2010. Tapi ternyata saya difitnah salah seorang anggota KPU dengan tudingan jika saya telah menyurat tanpa koordinasi ke Ketua KPU tentang permintaan proses percepatan pelantikan,’’ terang Mustafa ditemui di ruang kerjanya siang kemarin.
Mustafa pun tak sungkan-sungkan menyebut Risma Niswaty, anggota KPU Gowa sebagai dalang dari semua indikasi kekisruhan di tubuh KPU selama ini. ‘’Saya ini sekretaris KPU, maka sudah menjadi tupoksi saya untuk menangani administrasi termasuk persuratan keluar di antaranya surat keterangan ke DPRD Gowa No 234/KPU-Kab.025.433280/VII/2010 tanggal 9 Juli 2010 tentang penyampaian tidak adanya keberatan atau gugatan masuk ke KPU hingga 9 Juli itu, sedang gugatan Maddusila melalui MK baru masuk tertanggal 19 Juli kemarin. Justru ibu Risma yang telah melanggar kewenangan karena menyurat keluar atas nama sendiri dengan menggunakan kop surat KPU serta nomor surat di sekretariat tanpa koordinasi dengan saya sebagai sekretaris KPU,’’ terang Mustafa.
Dikatakan Mustafa, berdasarkan UU No 22 tahun 2008 tentang penyelenggaraan pemilu bahwa tugas fungsi administrasi utamanya persuratan keluar baik penomoran maupun tandatangan yang berwewenang hanya pada ketua dan sekretaris KPU.
‘’Apa yang dilakukan Ibu Risma adalah sebuah pelanggaran administratif, karena menyurat ke ketua KPU Gowa dengan menembuskan keluar ke KPU Sulsel dan sekretaris KPU Sulsel, Sekjen KP, Mendagri serta Menpan tanpa melakukan koordinasi kepada ketua KPU dan sekretaris KPU Gowa. Ulah ibu Risma ini telah melanggar UU No 22 tahun 2007 tentang penyelenggaraan pemilu dimana kewenangan persuratan keluar hanya ada pada ketua dan sekretaris KPU saja. Apalagi itu dikeluarkan tanpa ada pleno KPU,’’ beber Mustafa.
''Saya difitnah oknum anggota KPU. Ya, ibu Risma itu,'' ungkap Mustafa sembari mengatakan anggota KPU yang melanggar tupoksi maka diancam diproses melalui dewan kehormatan KPU.
Bahkan Mustafa menilai, seharusnya Risma Niswaty bercermin dari kasusnya pada Pileg 2007 yang telah melakukan pelanggaran berupa penggelembungan suara untuk salah satu Parpol dan menjalani proses persidangan. ‘’Dari pelanggaran lalu itu, Risma sudah mengalami cacat independensi. Pelanggaran lain (administrasi) yakni melakukan indisipliner belajar di Australia tanpa pemberitahuan ke sekretariat KPU (tanpa izin) sehingga meninggalkan tugas-tugasnya di KPU. Nah sekarang kembali berulah, ’’ ungkap Mustafa lagi.
Bahkan Mustafa mengaku, surat Risma tersebut, sudah dijawabnya melalui tanggapan sekretaris KPU Gowa yang dikirim ke Sekretaris KPU Sulsel tertanggal 20 Juli berisi penjelasan tentang ketidakhadiran Risma Niswaty pada saat penyerahan berita acara hasil pleno penetapan calon terpilih Senin 7 Juli di ruang kerja Ketua DPRD Gowa, H Ansar Usman yang diserahkan oleh Ketua KPU, Hirsan Bachtiar didampingi tiga anggota KPU (minus Risma Niswaty) masing-masing, Sudirman, Nursainah Pagassingi dan Syarifuddin Kulle serta Mustafa Gani selaku sekretaris KPU Gowa.
Sementara itu, Risma Niswaty, Divisi Data, Informasi dan Teknis Penyelenggara Pemilu KPU Gowa yang dikonfirmasi kemarin via telepon, membenarkan jika dirinya telah menyurat ke ketua KPU Gowa dengan tembusan ke ketua dan sekretaris KPU provinsi, Sekjen KPU, Mendagri dan Menpan.
‘’Saya pikir sekretaris sudah melakukan kewenangan berlebihan makanya saya menyurat ke Menpan, Mendagri dan Sekjen KPU serta sekretaris dan Ketua KPU Sulsel, ‘’ timpal Risma.
Secara terpisah, Ketua KPU Gowa, Hirsan Bachtiar yang dimintai klarfikasinya terkait kisruh di tubuh KPU, kemarin, mengatakan, pihaknya menanggalkan dulu sementara masalah tersebut, karena sedang fokus pada proses di Mahkamah Konstitusi terkait sejumlah gugatan dari calon kandidat ke KPU Gowa. (Sar)
Sungguminasa, Tribun - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gowa akhirnya menetapkan pemenang Pilkada Gowa di aula kantor KPU Gowa, Jumat (2/7). Pleno penetapan ini tidak dihadiri saksi dari pasangan nomor satu dan dua.
Pasangan nomor urut satu adalah Ahmad Pidris Zain-Abd Ravy Rasyid dan pasangan nomor urut dua A Maddusila A Idjo-Jamaluddin Rustam (Amal).
Saksi yang hadir hanya dari pasangan nomor urut tiga, A Mappaturung-Burhanuddin Matakko (Mabrur) dan saksi pasangan nomor urut empat, Ichsan Yasin Limpo-Abd Razak Badjidu (IYL Baji).
Berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara tingkat PPK, KPU Gowa menetapkan pasangan IYL Baji sebagai pemenang. Pasangan ini unggul dengan 184.628 suara (56,39 persen), disusul pasangan Amal 134.409 suara (41,05 persen).
Sedang dua pasangan independen masing-masing Pidris-Ravy meraih 6.209 suara (1,90 persen) dan pasangan Mabrur 2.165 suara (0,66 persen). Penetapan pemenang dilakukan dengan SK Nomor 12 Tahun 2010.
Saat Ketua KPU Gowa Hirsan Bachtiar menetapkan pasangan incumbent ini sebagai pemenang pilkada, spontan para tim pemenangan IYL Baji menyerukan Allahu Akbar. Berita acara pleno penetapan pasangan calon terpilih diserahkan Hirsan kepada Rahman Syah yang mewakili tim pemenangan IYL Baji.
"Atas nama KPU, kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Gowa atas partisipasinya dalam pesta demokrasi ini dan mengiringi proses berjalannya tahapan pilkada sampai pada tahapan penetapan pemenang pilkada ini," kata Hirsan.
Konsentrasi Massa
Sementara situasi kondisi di luar aula KPU Gowa, ratusan petugas pengamanan dari Polresta, Polwiltabes, Brimob hingga Polda Sulselbar dikerahkan. Barikade kawat berduri dipasang di berbagai penjuru Jl Andi Mallombassang.
Petugas memblokade mulai dari perempatan Jl Masjid Raya, Jl Pendidikan, Jl A Mallombassang hingga pertigaan Jl A Mallombassang dan Jl Baso Erang, kawasan Balla Lompoa.
Hanya ribuan massa IYL Baji yang berkonsentrasi di sayap kanan kantor KPU Gowa. Selain di dekat kantor KPU Gowa, puluhan ribu massa IYL Baji melakukan konsentrasi di berbagai tempat, seperti Masjid Agung Syekh Yusuf, lapangan Syekh Yusuf, serta area poros Jl Sirajuddin Rani-Jl Habibu Kulle (kawasan istana Balla Lompoa).
Meski diisukan bakal ada pergerakan dari massa Amal, namun sejak pagi hingga pleno penetapan selesai, tak terlihat adanya gejolak dari massa Amal ini.(ute)

SUNGGUMINASA, TRIBUN-TIMUR.COM - Kantor KPU Gowa di Sungguminasa sampai saat ini masih aman terkendali. Sejumlah polisi terlihat masih berjaga-jaga di kantor tersebut untuk menghindari serbuan massa.
Tidak ada kerumunan massa peserta pilkada di tempat ini. Namun massa Ichsan Yasin Limpo masih terlihat berjaga-jaga di sekitar kantor BPN Gowa yang jaraknya sekitar 20 meter dari kantor KPU Gowa.
KPU Gowa merampungkan hasil rekapitulasi perhitungan suara 18 kecamatan untuk pemilihan umum kepala daerah, Senin (28/6/2010) malam.
Pasangan nomor urut empat Ichsan Yasin Limpo-Abdul Razak Badjidu (IYL Baji) teratas dengan perolehan 184.628 suara atau 56,39 persen.
Pasangan Andi Maddusila Andi Idjo-Jamaluddin Rustam (Amal) di urutan kedua dengan perolehan 65.818 suara atau 40,18 persen. Menyusul pasangan Ahmad Pidris Zain-Abdul Ravy Rasyid 3.121 suara (1,91 persen), dan terakhir pasangan Andi Mappaturung-Burhanuddin Matakko (Mabrur) sebanyak 998 suara (0,61 persen).
Hasil ini sedikit berbeda dengan real qount yang dilakukan KPU Gowa dari 480 tempat pemungutan suara. Pada perhitungan yang dilakukan hingga pukul 23.00 wita, pasangan incumbent Ichsan Yasin Limpo-Abdul Razak Badjidu (IYL Baji) meraup 93.864 suara (57,30 persen). Sedangkan Andi Maddusila Andi Idjo-Jamaluddin Rustam (Amal) 65.818 suara (40,18 persen).(*)

GOWA, BKM—Ketua KPU Gowa, Hirsan Bachtiar menegaskan, pihak nya tidak akan menunda penetapan hasil Pemilukada Gowa, 2 Juli mendatang.
‘’Baik secara pribadi maupun secara institusi, KPU tidak akan menunda penetapan hasil Pemilukada pada 2 Juli nanti. Sebab itu sudah prosedur dan bagian dari tahapan Pemilukada. Jadi KPU tetap berjalan pada prosedur yang ada. Kami hanya menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Kab. Gowa bahwa kami sebagai penyelenggara Pemilukada tidak akan mungkin melakukan kesepakatan menunda penetapan di luar ketentuan yang ada. Apapun risikonya,’’ tandas Hirsan kepada sejumlah wartawan di kantornya, Sabtu (26/6) kemarin.
Penegasannya itu terkait desakan massa Amal yang nekad mendobrak pagar betis ratusan petugas pengamanan yang diwarnai pelemparan batu dari massa nomor urut 2 tersebut, Jumat malam sebelumnya sekira pukul 21.30 Wita. Dari sikap anarkis massa Amal yang memecahkan dua bilah kaca jendela kantor KPU ini, mendesak KPU untuk menandatangani kesepakatan menunda penetapan hasil Pemilukada.
Namun desakan itu dimentahkan Ketua KPU, Hirsan Bachtiar yang juga merasa tidak dihargai massa Amal dengan bahasa yang dinilai Hirsan sudah tidak beretika lagi.
Hirsan mengakui, malam itu dimana aksi massa Amal yang sudah dianggap kelewat batas tersebut, anggota KPU Gowa yang ada hanya dirinya sendiri didampingi sejumlah staf KPU yang sedang bertugas malam itu termasuk Sekretaris KPU, Mustafa Gani. Empat anggota KPU lainnya, yakni Syarifuddin Kulle, Nursainah Pagassingi, Risma Niswaty dan Sudirman Daming tidak sempat masuk area KPU karena terhalang amukan massa Amal.
Ditanya apakah KPU masih bersedia menyiapkan kesempatan berdiskusi dengan mass Amal, menurut Hirsan, pihaknya terbuka saja. Sepanjang dilakukan oleh perwakilan massa dan tetap santun, pihak KPU akan menerima untuk berdiskusi.
‘’ Saya rasa kalau diskusi terbatas untuk perwakilan bisa saja, tapi kalau caranya memaksakan kehendak dengan upaya untuk mengganggu tahapan, maka KPU menolak,’’ tandas Hirsan.
Terkait hasil perhitungan sementara, menurut Hirsan, hingga Minggu (27/6) kemarin, sisa Kec. Somba Opu belum masuk hasil perhitungan suara di tingkat PPK. Sedang 17 PPK lainnya sudah rampung dan sudah masuk ke KPU.‘’Sisa Somba Opu yang belum masuk hingga hari Minggu ini, tapi kami pastikan seluruh kecamatan rampung hasil perhitungan suaranya hari ini setelah itu KPU akan rekap kembali untuk segera diplenokan dan penetapan 2 Juli,’’ kata Hirsan.
Sementara itu, situasi KPU hingga Minggu sore kemarin tetap aman-aman saja, meski sehari sebelumnya ada SMS masuk ke ponsel Kapolresta Gowa, AKBP Rudy Hananto yang menginformasikan jika massa akan melakukan pembakaran kantor KPU. ''Kalau tokh massa itu tetap nekat merusak Pemilukada, kami sudah melakukan pengamanan ketat dokumen-dokumen KPU. Dan soal ancaman pembakaran kantor ini, kami kira petugas pengamanan tak mau seceroboh itu. Cukup kantor KPU Soppeng dan Tana Toraja yang diporanda,'' ucap ketua KPU sambil menunjuk kesiagaan petugas keamanan yang kini dilengkapi armada water canon di area kantor KPU. (Sar)