Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
2/23/2012 12:08:00 AM

Kembangkan Sayur Mayur di Malino

Diposting oleh tuGOWA

langkah strategis yang dilakukan Kodim 1409 Gowa dengan membangun kerjasama Pemkab Gowa lewat Holding Company Gowa, dengan mengembangkan sayur mayor di Malino. Hasilnya nanti diharapkan dapat mengisi kebutuhan sayur- mayor di Makassar dan sekitarnya. Bahkan, kedua institusi ini merencanakan untuk mengantar pulaukan jika hasilnya di atas 8,5 perhektar.

Kerjasama tersebut ditandai dengan penanaman perdana sayur mayur yang dilakukan antar Kodim 1409—Pemkab Gowa di Kelurahan Malino Kec. Tinggimoncong , Selasa 21/12. Untuk langkah awal, dilakukan penanaman seluas 0,5 ha berupa sawi, kol putih dan kentang.

‘’Kita tentu saja berharap, kerjasama ini akan bersinergi dengan peningkatan sayur mayor di daerah ini, sehingga pasokan sayur mayur ke pasar akan mencukupi,’’ ujar Dandim 1409 Gowa, Kol Dandim 1409 Gowa, Letkol Arm Bambang Irawan, kemarin.



Kerjasama ini, menurut Bambang, karena potensi pasar sayur mayur masih sangat besar sehingga akan memberikan keuntungan kepada para petani di dataran tinggi. Malah, dia berharap sayur mayur dari Gowa dapat diperjual belikan di supermarket modern di Makassar.

Sementara itu, Dirut Holding Company Gowa H. Haruna Rahim, menjelaskan, kerjasama ini akan semakin membuka peluang bagi perusahaan ini untuk mengembangkan sayur mayur di daerah ini, di mana sebelumnya memang sudah dilakukan pengembangan kentang

Selanjutnya...
4/27/2011 10:02:00 AM

Kepala Sekolah Diminta Pahami Profesi

Diposting oleh tuGOWA

GOWA, BKM-- Sebanyak 70 orang kepala sekolah dasar (SD) perwakilan 18
kecamatan se Kab. Gowa mengikuti pendidikan pengembangan keprofesian
berkelanjutan. Pendidikan bagi kepala sekolah baru ini berlangsung
Senin (25/4) kemarin bertempat di SDI Unggulan Paccinongang,
Sungguminasa.
Pendidikan pengembangan profesi kepala sekolah ini dilakukan guna
mengukur efektivitas bahan pembelajaran pada tatanan keluaran dan
bukan pada tatanan hasil secara spesifik saja. Sasarannya seperti
ditegaskan Kadis Dikorda Gowa, H Idris Faisal Kadir saat memberikan
arahan usai pembukaan yang diwakili Kabid Dikdas Dinas Dikorda Gowa, H
Sappe Mangiriang tersebut, yakni untuk mengukur keterbacaan dan
kepraktisan bahan pembelajaran, kemampuan meningkatkan kompetensi
kepala sekolah, kesesuaian isi dengan tugas kepala sekolah pemula.
''Untuk tahap pertama kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari
dan diharapkan para kepala sekolah khususnya kepala sekolah yang baru
agar betul-betul dapat mengadopsi seluruh materi pengembangan
keprofesian ini. Ambil manfaat dari kegiatan ini sebagai momen plus
sebagai kepala sekolah.
Satu keunggulan kita di Gowa karena berangkai
dengan program pendidikan gratis yang telah kita terapkan kurun dua
tahun ini, maka kita mau semua kepala sekolah dasar kita di sini
memiliki nilai lebih dari daerah lainnya di Sulsel, Sulawesi hingga
provinsi lainnya di Indonesia. Apalagi tahun-tahun ke depan kita
kembali membidik satu langkah baru sebagai implementasi dari
pendidikan gratis yakni berupa menyediakan makan siang bagi anak didik
kita selama berada di sekolahnya. Artinya, semua murid dan siswa kita
akan diberi makan siang. Terkait itu, sementara kita godok berapa
jumlah anak didik serta berapa anggarannya untuk makan siangnya itu.
semua ini adalah terobosan pemerintah kabupaten dalam peningkatan mutu
pendidikan di Gowa saat ini dan ke depannya,'' beber Idris.
Dalam kegiatan ini dua pemateri dari pusat dihadirkan yakni Yayat
Adityawarman, konsultan AusAID dan Tatang dari LPMP Jawa Barat. Kedua
pemateri ini memberikan tujuh materi yang mengacu pada 8 standar mutu
pendidikan.
Kabid Dikdas Dinas Dikorda Gowa, H Sappe Mangiriang selaku
penanggungjawab kegiatan ini mengatakan, pengembangan keprofesian
berkelanjutan yang diikuti para kepala sekolah dasar se Gowa ini
merupakan level 1. Kegiatan ini, katanya, masih terus berkelanjutan
hingga 25 kali pertemuan dipandu tim AusAID serta LPMP Jabar. (sar)

Selanjutnya...
4/19/2011 06:36:00 AM

5.813 Peserta UN di Gowa Hadir

Diposting oleh tuGOWA


GOWA, BKM—Ujian nasional (UN) tingkat SMA-SMK dan MA telah berlangsung
mulai Senin 18 April. Ujian yang akan berlangsung empat hari ke depan.
Pukul 08.00 Wita, Bupati Gowa, H Ichsan YL bersama jajaran Dinas
Pendidikan Olahraga dan Pemuda Gowa, melakukan pemantauan di sejumlah
sekolah penyelenggara. Salah satu yang dikunjungi bupati yakni SMAN 1
Sungguminasa. Pada hari pertama UN, siswa mengerjakan soal Bahasa
Indonesia.
Di sekolah yang dulu bernama SMA 159 ini tercatat 329 siswa menjadi
peserta ujian. Bupati Ichsan kepada Kepala SMAN 1 Sungguminasa, Muh
Hasbi berharap selama empat hari ujian berjalan tidak ada kendala
apapun.
‘’Saya bersyukur karena proses pendistribusian naskah ujian ke
sekolah-sekolah berjalan tepat waktu. Atas nama pemerintah saya
mengucapkan terima kasih atas peran jajaran Polresta Gowa dalam
pengamanan pendistribusian naskah ujian ini. Derdasarkan laporan dinas
pendidikan, dari 5.813 siswa peserta, semuanya hadir. Saya sangat
syukur jika para siswa tidak ada yang absen. Saya mendoakan semuanya
lulus,’’ kata bupati berharap tingkat pengawasan diperketat agar tidak
terjadi kecurangan selama ujian berlangsung.
Sementara itu, Kadis Dikorda Gowa, H Idris Faisal Kadir didampingi
Sekdis Faridah Dawi dan Kabid Dikmen, H Syamsuddin disela pemantauan
lanjutannya di SMKN 1 Pallangga didampingi kepsek H Abdul Rahim,
menperjelas jika ketentuan pelaksanaan UN tahun ini berbeda tahun
lalu. ‘’Jika tidak lulus, maka mengulang lagi setahun (belajar
kembali). Makanya kita harapkan semua siswa peserta ujian lulus,’’
kata Idris yang salut dengan hasil karya siswa kelas III berupa kaos
oblong bergambar pahlawan nasional Sultan Hasanuddin dan buku agenda
kerja. Hasil karya tersebut telah menjalani ujian kompetensi siswa
tahun ini. Khusus di SMKN 1 Pallangga, sebanyak 353 siswa ikut UN
tahun ini. (sar)

Selanjutnya...
3/10/2011 06:07:00 AM

Padivalley Golf Club Soft Opening

Diposting oleh tuGOWA


pukul 13.00 Wita, di kawasan Padivalley Golf Club yang berlokasi di Desa Pallantikang, Kec. Pattallassang, Gowa, Gubernur Sulsel, H Syahrul YL didampingi Bupati Gowa, H Ichsan YL menandatangani prasasti kawasan Padivalley Golf Club.
Kawasan yang memiliki luas area sekira 150 hektare ini diharapkan akan menjadi icon pertumbuhan ekonomi masyarakat Gowa ke depan.
Usai melakukan kegiatan prosesi rangkaian soft opening Padivalley, Syahrul pun melakukan pemukulan perdana bola golf diikuti Wagub, H Agus Arifin Nu'mang, Bupati Gowa, H Ichsan YL, Kajari Sungguminasa, Rudy Yulianto serta pejabat lainnya. Uniknya, Bupati dan Muspida main golf pakai busana adat sehingga kerepotan memegang stik.
Terkait keberadaan Padivalley ini, Rizal Tandiawan selaku Dirut PT Kalaborang yang menjadi investor kawasan ini, berharap luasan dan fasilitas Padivalley segera rampung. Dikatakan Rizal, selama ini yang menjadi kendala perampungan seluruh fasilitas Padivalley yakni musim hujan. Namun, semua itu diharapkan tidak menjadi masalah besar sehingga kawasan Padivalley ini betul-betul bisa rampung 100 persen dalam waktu dekat ini.
Dikatakan Rizal, Padivalley adalah kawasan golf terbaik di Asia yang merupakan aplikasi dari seluruh lapangan golf yang ada di dunia.

Selanjutnya...
2/27/2011 01:47:00 PM

Perjuangkan Suara Rakyat Gowa

Diposting oleh tuGOWA

45 legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) harus pulang kampung pada kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) kecamatan pada tahun 2012. Mereka berharap agar usulan kegiatan yang diperjuangkan dapat ditindaklanjuti oleh Pemkab Gowa.
Legislator Partai Demokrat asal Dapil VIII meliputi Kecamatan Tompobulu, Biringbulu, Bontolempangan dan Bungaya, Muhammad Kasim Sila yang dihubungi koran ini, Kamis (24/2) mengakui, dirinya bersama legislator lainnya sudah tiga hari berada di dataran tinggi.
Dia mengakui, karena jarak antara kecamatan satu dengan lainnya berjauhan, maka Musrenbang hanya dilakukan satu kecamatan selama sehari. Berarti, mereka harus tinggal selama empat hari karena dapil VIII membawahi empat kecamatan.

sesuai dengan bidang komisi masing-masing legislator, berhak mengusulkan kegiatan pembangunan pada tahun 2012 mendatang. Yang terpenting, usulan itu sangat mendesak dan tetap mengutamakan kepentingan masyatakat.
''Khusus di dataran tinggi umumnya para legislator mengusulkan pembangunan bidang pendidikan, kesehatan dan kemasyarakatan. Pemerataan sarana dan prasarana pendidikan harus seimbang dengan yang ada di dataran rendah,''harapnya.
Begitupula bidang-bidang lain juga tidak kalah pentingnya sehingga meminta kepada pihak SKPD terkait, harus meresponi usulan rencana kegiatan pembangunan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan baik melakui APBD maupun APBN.
''Seperti halnya sarana dan prasarana jalan harus ada pemerataan. Kini sebagian besar sudah dinikmati masyarakat di 18 kecamatan. Tinggal bagaimana memeliharanya bila ada mengalami kerusakan,''jelas Ketua Komisi IV DPRD Gowa ini.
Secara terpisah Kepala Bappeda Gowa H Baruddin Mangka mengatakan, Musrenbang kecamatan ini dilakukan sesuai Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional maupun Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 tentang pengelolaan keuangan daerah.
Hal ini telah memberikan landasan yang kuat bagi kita semua untuk melakukan penyumpurnaan terhadap sistem perencanaan dan penganggaran di Kabupaten Gowa baik pada aspek-aspek proses, mekanisme maupun tahapan pelaksanaannya.
Dikatakan, dalam kurung waktu empat tahun terakhir ini, Pemkab Gowa telah memberikan perhatian besar terhadap upaya-upaya peningkatan kualitas hidup masyakakat.
Hal ini ditandai dengan besarnya porsi anggaran dalam mengimplementasikan beberapa kebijakan, program dan kegiatan pembangunan yang mengarah kepada pelayanan kebutuhkan dasar pendidikan,
kesehatan dan peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat di Kabupaten Gowa

Selanjutnya...
2/01/2011 12:41:00 PM

Layanan Prima dengan Fasilitas Lengkap

Diposting oleh tuGOWA

RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa yang terletak di Jl Dr Wahidin Sudirohusodo, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, semakin berbenah.

Sekarang telah mempunyai status tipe B, dalam hal peningkatan pelayanan kepada masyarakat yang ditunjang dengan peralatan kesehatan yang lebih memadai seperti telah dimilikinya sejumlah alat kesehatan canggih yang sama dimiliki rumah sakit besar di negara asia seperti Singapura.

Sarana penunjang layanan kepada publik ini bukan hanya terlihat dari fasilitas rumah sakit antara lain ruang kamar, tempat tidur tapi juga peralatan super teknologi canggih seperti peralatan USG (ultra sono grafi) empat dimensi, alat X-ray konvensional dan fortabel sehingga mengukuhkan RSU Syekh Yusuf ini sebagai salah satu rumah sakit berfasilitas terlengkap dan terbaik di Indonesia timur.

Hingga kini, RSUD Syekh Yusuf ditunjang 323 orang pegawai. Jumlah tenaga ini meliputi tenaga dokter sebanyak 42 orang (tenaga profesi dokter 19 orang, dokter spesialis 10 orang, dokter gigi 5 orang, dokter bedah 2 orang dan dokter anastesi 1 orang). Tenaga paramedis 171 orang (tenaga keperawatan 137 orang, anastesi 1, tenaga bidan 33 orang). Tenaga non medis 65 orang dan tenaga administrasi 45 orang.

Dirut RSUD Syekh yusuf Dr H. Salahuddin menagatakan kepada Media one line www.blognatugowa.blogspot .com masih banyak hal yang masih butuh disosialisasikan kepada masyarakat. Antara lain, misalnya, masyarakat datang ke rumah sakit tanpa bawa surat-surat adminitrasi yang diminta rumah sakit, maka itu sangat merugikan rumah sakit, karena adminitrasi tidak bisa dibuktikan bahkan itu bisa jadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan BPK).

Soal stok obat-obatan juga perlu disosialisasikan. ‘’Selama ini obat kita tidak kurang, padahal masyarakat menilai kita kurang obat. Sebenarnya tidak kurang stok, tapi jumlah pasien yang dilayani melampaui target. Misalnya persediaan obat untuk 10 orang saja, tapi yang dilayani 20 orang. Jelas stok obat tidak memenuhi.

“Mudah-mudahan di tahun 2011 nanti, kita sudah punya ruang gerak yang baik untuk atasi pelayanan lebih baik lagi,’’ kata dr H Salahuddin dengan senyuman khasnya menambahkan mengatakan RSU juga menyediakan sarana pengaduan untuk masyarakat (0813 4252 2002) sejak Desember 2009. “ SMS atau aduan yang masuk langsung di follow up dan langsung ditangani kepala bidangnya masing masing.(Romy Fahreza)

Selanjutnya...
12/20/2010 12:07:00 AM

Hasil CPNS Gowa 2010

Diposting oleh tuGOWA

Ini dia nama-nama yang dinyatakan lulus dalam seleksi CPNS di Kabupaten Gowa. Hasil ini berdasarkan rangking hasil skoring dari pemeriksa di Universitas Indonesia dan penyortiran nama-nama yang berhak lulus dilakukan oleh perwakilan wartawan dan LSM disaksikan Wakil Bupati Abd Razak Badjidu bersama muspida di ruang rapat Bupati Gowa, Minggu (19/12/2010) siang.
Berikut nama-nama yang dinyatakan lulus, SELAMAT ya.......




















Selanjutnya...
12/04/2010 03:12:00 AM

Didin Dorong UMKMK

Diposting oleh tuGOWA

* Ichsan: Perlu Dibentuk di Setiap Kecamatan

SUNGGUMINASA -- Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, Prof Dr Didin S Damanhuri, menceramahi para pejabat dalam lingkup Pemkab Gowa, Jumat 3/12, di baruga
Tinggimae, terkait dengan pengembangan ekonomi usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi (UMKMK). Bahwa ekonomi kecil dsan kekeluargaan modern tidak boleh dihilangkan di Indonesia. Jepang pun hingga kini masih memberlakukan ekonomi kekeluargaan.

Didin S Damanhuri, yang juga pendiri INDEP, mengakui, serangan pelaku pasar supermaket memang tidak bisa dihindari sama sekali, tapi pemerintah harus menata dengan baik tata ruang mereka sehingga tidak meminggirkan kalau mau dikatakan mematikan UMKMK, sehingga mereka menjadi agen sosial dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Berdasarkan data BPS, terdapat 41 juta unit usaha di mana diantaranya 62 ribu usaha skala besar sisanya 99,98% termasuk UMKMK, sedangkan sisanya sektoral informal 68% dari 110 juta tenaga kerjanya.

Ini artinya apa, ternyata yang menjadi penopang ekonomi bangsa ini ada pada sektor UMKMK. Tapi yang ironis karena goncangan ekonomi justru datang dari usaha skala besar dan pernah terjadi pada beberapa puluh tahun yang lalu.

Karena itu, tidak ada piliha lain bagaimana strategi pemberdayaan UMKMK, berupa keterampilan, teknologi dan kewirausahawan harus dilaksanakan. "Korea dan Jepang sudah maju soal ini bukan karena belas kasihan, tapi bagaimana mereka diberdayakan," katanya.

Karena itu, staf pengajar di Lemhanas mendorong daerah untuk mengembangkan ekonomi UMKM, sebagai pilar pembangunan ekonomi dalam menghadapi krisis.

Sementara itu ,Bupati Gowa, H. Ichsan Yasin Limpo. mengatakan, pihaknya memberikan perhatian yang cukup besar terhadap usaha kecil. Ini ditandai dengan adanya pembangunan pasar induk Minasmaupa, mereka harus diberi ruang untuk pengembangkan usahanya.

Karena itu, Ichsan yang menjadi peraih rangking satu di Lemhanas baru-baru ini, mengatakan, bagaimana setiap kecamatan ada UMKM di mana posisi sebagai pendorong dan
pendampingan.

"Lima tahun ke depan harus ada loncatan-loncatan, menghadirkan sebuah pemerinatah yang baik, pemerintahan yang dicintai oleh rakyat," ujarnya.

Pihaknya juga akan mendorong sektor perikanan pada arus deras, sehingga masyarakat Gowa menjadi pengkonsumi ikan seperti negara-negara maju, Jepang misalnya.(arif)

Selanjutnya...
11/30/2010 10:36:00 AM

Disbudpar Prediksi PAD 2011 Naik

Diposting oleh tuGOWA

GOWA, BKM--Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gowa (Disbudpar) memprediksikan jika tahun anggaran 2011 nanti, target PAD (pendapatan asli daerah) bisa naik hingga 17 persen.
Hal itu menjadi optimisme jajaran Disbudpar sebab bertolak dari realisasi capaian PAD tahun 2010 ini, mampu mendongkrak pendapatan sektor kepariwisataan melampaui dari target Rp 215 juta yakni merealisasikan hingga 122 persen.''Makanya, kami optimis jika PAD kepariwisataan di tahun 2011 nanti, memungkinkan merealisasikan lebih besar atau bisa naik hingga Rp 45 juta dari target sekarang. Intinya, tahun anggaran baru nanti kita estimasi target Rp 260 juta. Kami yakin itu bisa tercapai, apalagi nanti kawasan istana Balla Lompoa pasca revitalisasi nanti akan dikelola secara proporsional dan profesional. Tentunya akan menyedot investasi yang lebih besar lagi,'' kata Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Gowa, Rimba Alam Pangeran, Senin (29/11) kemarin di kantornya.
Dikatakan Rimba, dari tahun ke tahun investasi yang diraup pihaknya cukup besar. Belum lagi dari retribusi obyek wisata air terjun yang kini terdapat di sekitar 10 lokasi di Gowa. Kawasan wisata lainnya seperti hutan pinus, kolam renang Salewangang dan kawasan wisata embun pagi dan masih banyak lainnya yang bertebaran di 18 kecamatan baik dataran tinggi maupun dataran rendah.
Kawasan istana Balla Lompoa pasca revitalisasi nanti, tambah Rimba, akan menjadi potensi besar dan tentunya ikon besar kepariwisataan di Gowa pada khususnya dan Sulsel pada umumnya. Selain Balla Lompoa, potensi pain ball (salah satu permainan keangkasan dan sportivitas) yang dikembangkan di hutan pinus Malino sangat menjanjikan. Sejak dikembangkan di Malino tahun 2006 lalu, sarana bermain weekand ini sudah mampu menyetor PAD sebesar Rp 120 juta bersih. (Sar)

Selanjutnya...
11/02/2010 07:59:00 AM

Dishutbun Segera Selamatkan Lahan Terbuka

Diposting oleh tuGOWA

GOWA, BKM—Pasca longsor Esere di Desa Tonrorita, Kec. Biringbulu beberapa hari lalu yang menelan dua korban jiwa, dua kakak beradik Muis (20) dan Syarif (17) membuat sejumlah kalangan mulai menyinggung soal kondisi lahan di wilayah perbatasan Kab. Jeneponto ini.
Pasalnya, beratus-ratus hektare lahan di kecamatan pemekaran Kec. Tompobulu itu, terbuka (tidak ada pepohonan). Lahan-lahan itu didominasi sebagai ladang jagung masyarakat setempat. Hampir semua lereng, tebing dengan kemiringan lebih, hanya dihiasi lahan tanaman jagung. ‘’Ini sangat mengkhawatirkan. Jika lahan terbuka ini tidak segera dipikirkan penyelamatannya, maka yakin saja, sepuluh tahun ke depan Biringbulu akan habis ditimbun longsor,’’ kilah Himyar Salim, Ketua LSM Karaeng Lompo Gowa.
Dikatakan pemerhati lingkungan ini, ada saja pepohonan yang berakar kuat mampu menahan air jika hujan, kerap longsor tidak terelakkan, apalagi jika tak satupun pohon penahan air tumbuh.
Secara terpisah, Senin (1/11) kemarin, Kadis Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Gowa, H Djamaluddin Maknun kepada BKM membenarkan jika lahan terbuka sudah hampir mendominasi di area lereng gunung di wilayah Biringbulu. Hal itu disebabkan, masyarakat mengandalkan komoditas jagung kuning sehingga banyak lahan hutan dibabat untuk dijadikan ladang jagung.
‘’Ini sebuah dilema. Di sisi lain, kita harus cermati kondisi lahan hutan yang semakin hari kian berkurang areanya. Di lain pihak, kita harus berpikir bijak menyikapi pola hidup masyarakat yang ingin memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara mudah melalui bertanam jagung. Penyebab longsor bukan hanya karena lahan yang gundul tapi bisa juga karena adanya pergeseran tanah. Namun jika hujan terus mengguyur, maka lahan gundul itu paling peka,’’ jelas kadis seraya mengakui di Biringbulu lahan terbuka (tidak ada pepohonan) mencapai ratusan hektare.
Diakui Djamaluddin, penanaman jagung ini merupakan satu satu tantangan program penghijauan. Untuk mengatasi dilema ini, sebagai solusinya menurut Djamaluddin, pihaknya (Dishutbun) segera melakukan penyelamatan lahan terbuka tersebut, dengan penanaman jutaan batang pohon untuk semua lahan terbuka di Kab. Gowa, termasuk Biringbulu.
Untuk tahun ini, kata Djamaluddin disiapkan 1,7 juta batang pohon (tahap pertama) untuk mengatasi lahan terbuka atau kritis di Gowa yang mencapai 26 ribu hektare tersebut (dalam kawasan hutan sekitar 17 ribu hektare, di luar kawasan sekitar 9.000 hektare). 300 ribu batang pohon jenis sengon dan 500 ribu batang pohon kakao akan dialokasikan untuk Biringbulu.
‘’Sekarang yang kita pikirkan menciptakan agroforestry (pengembangan kawasan hutan yang menguntungkan). Bagaimana mengajak masyarakat di wilayah ketinggian untuk mengganti tanaman musimannya (jagung) dengan tanaman jangka panjang yang prosfeknya jauh lebih cerah (jenis kayu-kayuan. Kita ajak masyarakat berpikir membandingkan pendapatannya dari tanaman jagung Rp 24 juta per 8 tahun dengan Rp 280 juta hasil dari produksi tanaman kayu-kayuan selama 8 tahun. Tapi perbandingan itu mungkin tidak bisa dilakukan oleh masyarakat karena mereka butuh makan setiap hari dari hasil panenan jagung itu. Makanya kita rencanakan tahun ini dalam bentuk tumpang sari (jagung, kakao dan sengon),’’ terang kadis.
Dijelaskan kadis, pola tanam tumpang sari diharapkan dapat berjalan sukses sehingga masyarakat tidak sampai kehilangan tanaman jagungnya. ‘’ Untuk perhektare lahan kritis, kita akan tanami dengan 800 ribu tanaman kayu dan 800 ribu tanaman kakao. Dari penanaman kayu-kayuan ini, sambil menunggu hasilnya, warga bisa tanam jagungnya. Ya jika dihitung, pada tahun pertama, petani nikmati jagungnya, tahun ketiga mulai nikmati hasil produksi (buah) dan tahun kelima, petani sudah nikmati kayu-kayunya,’’ katanya.
Pola tumpang sari sengon (albizia) dengan kakao (coklat) dengan jangka waktu pengelolaan 8 tahun dengan pola jarak tanam kakao 5x3 meter dengan populasi 666 pohon per hektare (pendapatan bersih per hektare per tahun Rp 49.313.125) dan untuk sengon jarak tanam 5x3 meter populasi 666 pohon per hektare (pendapatan bersih per hektare per bulan Rp 4.109.000). (Sar)

Selanjutnya...
8/10/2010 06:42:00 AM

Kades Tonrorita DPO Polda

Diposting oleh tuGOWA

Sungguminasa, Tribun - Kepala Desa (Kades) Tonrorita, Kecamatan Biringbulu, Saharuddin Matta menjadi buron aparat Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat (Polda Sulselbar). Saharuddin diduga menyelewengkan dana pembelian beras untuk rakyat miskin (raskin) senilai puluhan juta rupiah.
Ketua Tim Raskin Sub Divre Makassar Sitti Mardati mengatakan, polisi awalnya bersama tim raskin dari Bulog Sub Divre Makassar mendatangi rumah kades tersebut di Cambayya, Kecamatan Pallangga.
Kunjungan tim tersebut ke rumah kades karena yang bersangkutan tidak pernah lagi bertugas di Desa Tonrorita. Namun, sebelum polisi tiba di rumahnya, Saharuddin terlebih dahulu melarikan diri.
"Sebenarnya kita hanya datang ingin menagih utang raskin setelah dia tidak menghadiri rapat di Kantor Camat Biringbulu. Kenyataannya, langsung menghindar sehingga harus ditangani serius polisi. Kalau memang tidak mau bertanggung jawab maka harus berurusan dengan
polisi," ujar Mardati kepada wartawan, akhir pekan lalu.
Menurut Mardati, meski Saharuddin tidak berada di rumahnya,pihak keluarganya memberi jaminan dengan menandatangani surat pernyataan dan akan melunasi utang raskin tersebut sesuai batas waktu yang telah ditentukan yakni akhir bulan ini.
Terpisah, Camat Biringbulu Kamsinah mengaku Saharuddin harus ditangkap polisi karena diduga menyelewengkan anggaran. Selain raskin, dana PNPM mencapai ratusan juta rupiah serta anggaran proyek Pemsimas yang kini terbengkalai.
"Kades Tonrorita harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum. Termasuk jarang bertugas atau menetap di desanya sehingga pelayanan masyarakat terganggu. Kini sejumlah masyarakat menuntut dan di antaranya langsung melapor ke Pemkab Gowa," ungkap Kamsinah.
Dia mengakui, khusus jumlah raskin di Kecamatan Biringbulu sebesar Rp 109,264 juta. Sebagian besar di antaranya diselewengkan Kades Tonrorita dan selalu menghindar apabila tim raskin kecamatan datang menagih sehingga sudah saatnya diproses hukum.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Gowa Ari Bakri Pato mengusulkan kepada tim raskin kabupaten agar penanganannya (penagihan) ditangani oleh sekretaris desa (sekdes) dan sekretaris lurah (seklur). Kades maupun pengelola kecamatan tidak boleh mengintervensi karena langsung bertanggung jawab ke tim kabupaten.
''Bila sekdes atau seklur menyelewengkan dana sangat jelas sanksinya yakni gajinya dipotong, rela dipindahkan sekaligus jabatannya dicopot ataupun langsung ditangkap polisi,'' ujar legislator PDK ini.(ute)

Digunakan untuk Keperluan Pribadi

SELAIN dugaan penyalahgunaan dana raskin di Kecamatan Biringbulu, penggunaan dana raskin di Kecamatan Pallangga juga disalahgunakan.
Kunjungan tim penagihan raskin bersama komisi II DPRD Gowa pekan lalu menemukan pengelola raskin di Pallangga menggunakan dana yang sudah terkumpul dari masyarakat untuk kepentingan pribadi.
Akibat ulah pengelola tersebut, tunggakan dana raskin di Pallangga mencapai Rp 186 juta. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 142 juta disalahgunakan oleh pengelola raskin. Dana tersebut diketahui dipinjamkan ke warga bernama Lela senilai Rp 25 Juta dan Mansyur Rp 11 juta serta Rp 111 juta digunakan untuk pribadi.
Dalam kunjungan tersebut, pengelola raskin Kecamatan Palangga Rukiyah mengakui dana raskin tersebut dipinjamkan kepada dua orang koleganya. Sementara selebihnya digunakan untuk pribadi. "Saya janji menyelesaikannya tepat waktu sesuai deadline," jelas Rukiyah.(ute)

Selanjutnya...
7/21/2010 09:44:00 AM

Disperindag Akan Razia Tabung Elpiji

Diposting oleh tuGOWA

Sungguminasa, Tribun - Maraknya peristiwa ledakan gas, khususnya pada kemasan tiga kilogram membuat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gowa berjanji akan melakukan razia pasar dalam waktu dekat ini.
Kepala Disperindag Kabupaten Gowa Abd Kahar Atjo mengatakan, razia akan dilakukan untk meminimalisir beredarnya tabung gas gas liquefied petroleum gas (LPG) ukuran tiga kilogram yang tidak memenuhi standar mutu.
Sebelum terjun ke lapangan untuk melakukan razia, jelas Kahar, disperindag akan berkoordinasi dengan pihak pertamina. Sekaligus akan meminta spesifikasi tabung gas tiga kilogram yang tidak sesuai standar mutu.
''Kami akan melakukan konfirmasi dulu kepada pihak Pertamina seperti apa tabung gas elpiji yang tidak memenuhi syarat. Termasuk yang tidak menggunakan label SNI (standar nasional Indonesia)," terang Kahar Atjo, Selasa (20/7).
Menurut Kahar, maraknya ledakan yang diduga kuat terjadi karena tabung gas tidak sesuai standar. Untuk mengantisipasi korban di masyarakat, maka pihaknya akan melakukan filterisasi tabung LPG tiga kilogram yang tidak layak pakai.
"Sebelum terjadi dan menelan korban di Gowa, maka kita meminta informasi dari Pertamina Region V Makassar tentang penarikan tabung gas elpiji yang tidak memenuhi standard," jelas Kahar.
Kahar menambahkan, pasokan gas elpiji setelah diberlakukannya harga eceran tertinggi (HET) di Kabupaten Gowa sampai ke tingkat distributor maupun pengecer masih tergolong stabil. Namun, mengantisipasi bulan Ramadan pihaknya akan terus memantau pasar.(ute
Harga Masih Stabil
UNTUK menetralisasi harga elpiji, pihak Disperindag Gowa, setiap saat melakukan pengawasan ke berbagai pengecer agar harga elpiji tidak dinaikkan secara sepihak yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat.
Kasi Pengendalian Barang dan Jasa Disperindag Anang Syafri Ottoh, yang dihubungi mengaku harga gas elpiji tiga kilogram di sejumlah pengecer masih stabil yakni antara Rp 13 ribu hingga Rp 15 ribu. Sedangkan tabung gas elpiji 12 kg antara Rp 75 ribu hingga Rp 80 ribu.(ute)

Selanjutnya...
7/05/2010 11:13:00 AM

Gowa-Sinjai Diterjang Longsor

Diposting oleh tuGOWA

SINJAI(SI) – Hujan deras yang mengguyur daerah pegunungan Bawakaraeng sepanjang hari kemarin, berbuah bencana.Longsor menerjang daerah perbatasan Kabupaten Gowa dan Sinjai yang berada di kaki salah satu gunung tertinggi di Sulsel itu.

Longsoran jutaan matriks ton material yang terjadi dini hari kemarin, membuat akses jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Gowa dan Sinjai putus total. Di Sinjai, longsor yang terjadi sekitar pukul 03.10 Wita membuat dua desa di Kecamatan Sinjai Barat,terancam terisolir.Yakni Desa Terasa dan Turungan Baji. Satu-satunya jalan menuju kedua desa tersebut, dari Desa Balakia, tertimbun tanah runtuhan dari tebing.Tak hanya itu,separuh badan jalan tergerus karena jurang yang ada di sisi jalan amblas.

Berdasarkan data, longsor terjadi enam titik di Sinjai Barat,yakni Desa Bontosalama,dua titik dengan panjang longsor sekitar 50 meter,Desa Arabika (Poros Sinjai- Gowa) tiga titik sekitar 300 meter, dan satu titik di Desa Balakia. “Dua desa yang jalannya nyaris terputus itu memang mengkhawatirkan, sehingga satu-satunya jalan yang paling aman harus melewati rute Kecamatan Bulupoddo. Artinya harus memutar lagi,” ungkap salah seorang warga, Abidin. Camat Sinjai Barat, Agung Budi Prayogo mengatakan,putusnya jalan poros Sinjai-Gowa disebabkan longsoran di dua titik,dan satu jembatan di Desa Biringmamingko juga putus total.

Data dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) Bankom Merpati Gowa, longsor di daerah perbatasan itu menutup sekitar empat kilometer jalan di Desa Mamampang dan Desa Tabbingjai yang menghubungkanTombolopao- Manipi-Sinjai. Kemarin, kata Agung, Dinas Prasarana Daerah dan Binamarga telah menurunkan dua alat berat ke lokasi.Tak hanya itu,tim search and rescue (SAR) Sinjai, dipimpin Andi Jefriyanto Asapa, yang juga Kepala UPTD Kebersihan Dinas Prasda Sinjai, dan tim dari Bakominfo Sinjai turun ke lokasi bencana. Saat hujan deras, bencana longsor di daerah Sinjai Barat sudah kerap terjadi. Beberapa waktu lalu, Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan dan Pertambangan (Kapedaltam) Sinjai, telah menyampaikan kewaspadaan bencana longsor.

Diperkirakan, pada Juni- Juli adalah puncak musim hujan, yang dapat memicu pergerakan lempengan di wilayah Sinjai dan mengakibatkan terjadinya longsor. Kapedaltam mencatat, potensi longsor pada daerah terdapat pada empat kecamatan yakni di Desa Gantarang Kecamatan Sinjai Barat,Desa Kompang Sinjai Tengah (perbatas Sinjai Tengah dan Barat), Desa Bonto Katute,Kecamatan Sinjai Borong; Kelurahan Mannanti,Kecamatan Tellu Limpoe; Desa Tompo Bulu Bulupoddo. Hal itu disebabkan, karena letak wilayah Kecamatan rawan longsor itu karena kemiringannya mencapai 45 derajat.

Selain bencana longsor,pagi kemarin,warga di Kecamatan Sinjai Utara, terutama di Kelurahan Biringere, juga dilanda kepanikan. Pasalnya air Sungai Mangottong yang membatasi Kecamatan Sinjai Utara dan Sinjai Timur meluap. Trauma banjir besar tahun 2006, membuat ratusan warga mengungsi. Beruntung air mulai surut pada siang kemarin,sehingga warga yang sempat mengungsi bisa pulang kerumahnya.

Longsor Gowa

Sementara itu, di Gowa, longsor menerjang tiga desa di Kec Tombolopao,yakni Ballasuka,Mamampang, dan Tabbingjai. Selain memutus jalan provinsi antardua kabupaten, tran kabupaten di Kanreapia Bolaromang tertutup longsor sekitar dua kilometer. Tidak hanya itu, timpaan tanah disertai bebatuan itu, menyebakan hancurnya lima jembatan. Dua jembatan beton permanen di Desa Ballasuka, satu di Desa Tabbingjai,serta dua jembatan gantung yang digunakan masyarakat sebagai akses sehari-hari di Tabbingjai,hanyut.

“Akibatnya tiga desa ini terisolir tertutup dengan longsoran,” ungkap Koordinator Tagana Bankom Merpati Gowa Daniel Oppo dari lokasi bencana kepada harian Seputar Indonesia (SI) kemarin Selain itu, dua rumah ikut tertimpa material tanah dan batu, yakni rumah Dg Nai di Desa Mamampang amblas dan kediaman Dg Bale yang mengalami kerusakan ringan.Meski tidak ada korban manusia,bencana yang terjadi sekitar pukul 04.00 Wita itu membuat tujuh ternak mati tertimbun tanah.Tiga kuda dan empat sapi. “Beruntung tidak ada korban jiwa. Saat ini rumah Dg Bale pun sudah dibersihkan oleh tim penyelamat,” kata Daniel.

Dia menjelaskan, korban jiwa dapat dihindari sebab ketika hujan deras disertai kilat terjadi,sebagian warga terbangun. Warga yang memang berada di titik rawan longsoran seperti di daerahdaerah perbukitan sudah mengevakuasi diri dan keluarganya terlebih dulu.Termasuk keluarga Dg Nai dan Dg Bale. Saat ini lanjut Daniel,evakuasi sementara berjalan. Tidak hanya dari Tagana, bantuan dari Pemkab Gowa beserta Dinas PU Sulsel berupa loader sudah tiba di lokasi. Diperkirakan besok semua jalan sudah bisa dilalui. Hanya saja, pihaknya masih meminta masyarakat agar tetap berwaspada jika hujan turun. Selain kondisi jalan yang licin, untuk Kecamatan Tombolopao sendiri sudah diidentifikasi 61 titik rawan longsor.

Camat Tombolopao Andi Sura Suaib, saat dikonfiormasi juga membenarkan kejadian tersebut. Sekira pukul 15.00 Wita kemarin, Wakil Bupati gowa Abdul Razak Badjidu sudah meninjau lokasi. “Bantuan berupa tenda, makanan, juga sudah kami berikan. Kami berharap longsoran ini tidak berlanjut dan semuanya akan teratasi secepatnya,”katanya

Sungai Meluap

Tak hanya bencana longsor yang mengantui warga Gowa yang berada di kaki Gunung Bawakaraeng, hujan yang turun deras dalam beberapa hari menyebabkan Sungai Balang Malino di Kampung Lebong, Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe meluap. Akibatnya, sekitar 20 unit rumah warga yang terletak di kawasan bantaran sungai tergenang air. Bahkan, 10 unit di antaranya untuk sementara sudah tidak dapat dihuni. “Tidak hanya rumah, 20 hektare sawah juga ikut tergenang,” kata Camat Parangloe Saleh Saud kemarin. Saleh Saud menjelaskan, Balang Malino meluap sejak subuh kemarin sekira pukul 05.00 Wita, dengan ketinggian air luapan satu meter.

Dan hingga sore kemarin, kondisi air belum juga surut. “Ini sudah kami laporkan ke pemerintah kabupaten,” ujarnya sembari mengatakan jika Balang Malino adalah titik paling rawan banjir di wilayah pemerintahannya. (rahmi djafar/herni amir)

Selanjutnya...
6/06/2010 08:59:00 PM

Pagi di Syech Yusuf Discovery

Diposting oleh tuGOWA

GOWA, TRIBUN-TIMUR.COM - Minggu, 6 Juni 2010 pukul 06.00 bersama anak kedua, kami bergegas ke area Syech Yusuf Discovery, Sungguminasa untuk olahraga. Donnie hendak main bola, saya jogging. Bukan hanya untuk olahraga, area di jantung kota ini adalah juga pusat keramaian, hiburan sekaligus denyut nadi dan wajah sosioekonomi warga. Disebut demikian karena mulai dari penjaja bakso, aneka minuman, ragam asesoris hiasan, mainan, nasi kuning, hingga "warung soto mobile" tumpah ruah di sana.

Saat jogging saya lihat seorang duduk bersila menjajakan jadwal piala dunia. Juga penjaja kartu perdana GSM dengan baju seragam. Demikian pula dengan lagak dan gaya para remaja yang coba menarik perhatian. Pagi yang bersolek.

Dengan topi Spanyol, bola kaki kuning hijau Brazil dan kostum AS Roma, Donnie sangat antusias. Walau dia tahu, lapangan bola Syech Yusuf pasti untuk orang dewasa saja. Ya, dia dan beberapa teman yang ditemuinya pun memanfaatkan daerah belakang gawang lapangan untuk main bola.

Tapi ini minggu yang tak biasa. Rupanya di Jalan Tumanurung, utara lapangan sedang ramai oleh adu balap remaja. Belasan motor dengan mesin menderu, liar dan memekikkan telinga silih berganti baku salip. Penonton memenuhi sisi jalan.

Sebagai warga Sungguminasa, saya kaget, rupanya kejadian begini sudah lama berlangsung. Dan, itu hanya beberapa meter dari Kantor Bupati. Selama ini, setiap sore yang saya lihat saat pulang kantor hanya anak-anak muda yang kerap uji ketangkasan di atas roda dua dengan manuver dan akrobat di sisi timur lapangan.

"Hampir tiap minggu pagi begitu, pak" kata dua orang warga. Yang satu penjaja minuman dan satunya wanita penjaja kalung besi putih.

Balapan liar, ulah yang mencederai pagi, mengganggu warga yang hendak berolahraga dan tentu saja mengancam keselamatan pengendara lainnya. Benar saja, setelah polisi datang pada pukul 06.30 para remaja tersebut segera lari. Sebagian lainnya kabur ke barat kota. Saat polisi datang, saya tidak yakin mereka kapok, mungkin mereka akan datang lagi minggu berikutnya, seperti kami yang tetap ingin olahraga di lapangan kebanggaan warga Sungguminasa itu.(*)

Selanjutnya...
4/05/2010 07:20:00 AM

Utang Raskin Gowa Makin Menyusut

Diposting oleh tuGOWA

GOWA, BKM—Utang raskin Kab. Gowa, kini makin menyusut dari besaran ratusa juta mulai tersisa puluhan juta rupiah. Itupun sisa satu kecamatan saja yang tetap membandel terlebih dua kepala desa yakni Kades Katangka, Syamsul Bahri dan Kades Bategulung, Muh Said. Sementara Kades Bontobiraeng, Abd Samad, sudah ditangkap Polisi dengan kasus ADD dan raskin.
Utang raskin yang tersisa kini sebesar Rp 43.724.000 untuk tiga desa di Kec. Bontonompo. Sementara tunggakan raskin kecamatan lainnya yang terhitung sejak Januari-Desember 2009 masing-masing Kec.
Parigi (tertunggak di pengelola) Rp 57.536.000, Pallangga Rp 31 juta dan Rp 4 juta tunggakan yang selama ini berada di tangan mantan Lurah Mawang, Kec. Somba Opu (Adipati) sudah lunas seiring diprosesnya para pengelola bersangkutan oleh Inspektorat Gowa selama ini.
H Hasanuddin Ahmad, Kabag Ekonomi Setkab Gowa kepada BKM, Minggu (4/4) ditemui di Bontomarannu, mengatakan adanya upaya pelunasan dari para pengelola tidak lepas dari peranan media yang cukup proaktif mempublikasikan sehingga para penunggak terpicu untuk melunasinya meski secara angsur.
''Kami atas nama pemerintah berterima kasih terhadap peran media yang cukup proaktif membantu pemerintah untuk memberikan penegasan terkait kewajiban para pengelola untuk segera melunasi tanggung jawabnya tersebut. Hasilnya, tunggakan Gowa kini tersisa Rp 43 juta lebih (Bontonompo) saja. Sayangnya kedua kades di Bontonompo itu hingga kini masih saja membandel. Yang jelas penanganan kedua kades tersebut, urusan Polisi. Disamping mereka harus mempertanggungjawabkan kelakuannya secara hukum, mereka juga harus mengembalikan dana raskin yang telah diambilnya,’’ tandas Hasanuddin. (Sar)



Selanjutnya...
4/05/2010 07:09:00 AM

PDAM Gowa Mulai Razia Meteran

Diposting oleh tuGOWA

Sungguminasa, Tribun - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gowa bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) akan memeriksa semua materan pelanggan mulai, Senin (5/4) hari ini.
Pemeriksaan meteran ini untuk mengurangi tingkat kebocoran dan peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Tingkat kebocoran air sudah menurun menjadi 25 persen dari sebelumnya 27 persen.
"Kehilangan air bukan hanya karena pipa bocor. Bisa jadi karena faktor kondisi water meter pelanggan yang sudah tua atau hal lainnya. Makanya mulai Senin depan (hari ini), PDAM dibantu tim survei JICA melakukan razia terhadap 16 ribuan water meter pelanggan," ungkap Direktur Utama PDAM Gowa, Hasanuddin Kamal, akhir pekan lalu.
Puluhan karyawan operasional PDAM diturunkan. Dibantu tim JICA, mereka memeriksa semua water meter pelanggan dari rumah ke rumah.
Untuk tahap awal, kata Hasanuddin, razia itu akan dipusatkan pada pelanggan dalam kota Sungguminasa kemudian berlanjut ke luar kota melalui koordinasi masing-masing IKK (instalasi kota kecamatan).
Selain water meter, pihak PDAM juga akan menelusuri jaringan perpipaan sepanjang 500 kilometer yang telah dibangunnya.
"Dalam mengantisipasi kehilangan air ini, kita memang lakukan beberapa langkah seperti mendeteksi kehilangan air, melakukan penggantian pipa sesuai kemampuan (menggunakan peralatan pendeteksi kebocoran bantuan JICA), mengganti water meter pelanggan yang rusak,'' jelas Ketua DPD Perpamsi Sulsel dan Sulbar ini.(ute)



Selanjutnya...
4/01/2010 07:36:00 AM

Tak Sekolahkan Anak, Didenda Rp 50 Juta

Diposting oleh tuGOWA

GOWA, BKM—Adanya tradisi menikahkan anak pada usia dini yang berakibat fatal pada kelanjutan jenjang pendidikannya, sangat disayangkan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kab. Gowa. LPA mengaku prihatin dengan tradisi yang membuat siswi sekolah lanjutan pertama (SMP) pada umumnya akhirnya tidak lagi termotivasi untuk melanjutkan sekolahnya ke jenjang sekolah menengah atas (SMA).
Budaya ini masih rentang terjadi di wilayah pedesaan di sejumlah kecamatan di Gowa.
Seperti halnya yang dialami sejumlah siswa SMP yang seharusnya tahun ini mengikuti ujian nasional (UN), namun karena harus menikah atau sudah menikah sehingga tidak mengikuti ujian lagi. Diakui Koordinator LPA Gowa, Hasniaty Hayat kepada BKM, Rabu (31/3) kemarin, budaya mmenikahkan anak pada usia yang belum semestinya yakni di bawah 16 tahun, seharusnya dihilangkan. Apalagi Kab. Gowa saat ini tengah menggenjot peningkatan mutu pendidikan yang lebih mengarah pada pelajar di tingkat pendidikan dasar.
komentar (0)

3/27/2010 10:15:00 AM

Gedung SMAN 1 Sudah Tak Layak

Diposting oleh tuGOWA

SUNGGUMINASA (SI) – Gedung Utama Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sungguminasa yang terletak di kawasan poros Jalan Andi Mallombasang, dinilai sudah tak layak karena kondisinya sudah tua dan kumuh.


Padahal,SMAN 1 Sungguminasa adalah satu-satunya sekolah yang dikenal elite di Kabupaten Gowa, meski SMAN menjamur dan sudah merata dibangun di seluruh kecamatan di daerah ini. Hingga kini bangunan yang dibangun sejak 1962 tersebut baru sekali direhabilitasi.Itu pun rehab ringan karena yang diganti hanya atap sirap diganti seng. Kini gedung yang ditempati belajar untuk siswa kelas I (dua kelas) ini makin memprihatinkan setelah diterjang angin kencang beberapa tahun lalu membuat kaca jendela runtuh, separuh dinding tembok bagian samping dan plafonnya ambruk. Ironisnya, jika hujan deras, air pun masuk ke ruangan.

“Tiap tahun kami usulkan rehab ke Dinas Pendidikan, Olahraga, dan Pemuda (Dikorda), tapi hingga kini belum ada realisasi.Ini gedung pertama di sekolah ini, usianya sudah tua, sekitar 47 tahun,”ujar Kepala SMAN 1 Sungguminasa H Muh Hasbi. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Gowa Hasniaty Hayat yang datang bersama dua anggota komisinya, mengaku prihatin melihat kondisi satu bangunan yang sangat kumuh masih dipertahankan berdiri di tengah kota. Dia malah menyayangkan pihak Dikorda lebih fokus memperbaiki bangunan SD dan SMP,ketimbang memperbaiki sarana SMA yang merupakan tempat pembentukan intelektual generasi bangsa. “Kami akan tindak lanjuti soal ini ke Dikorda.

Setidaknya harus ada keseriusan dinas melihat kondisi bangunan SMAN 1 ini,” ucap Hasniaty yang juga alumnus SMAN 1 Sungguminasa angkatan 1984. Sementara itu,Kepala Dikorda Gowa H Idris Faisal Kadir mengatakan, pihaknya baru akan mengecek kondisi bangunan tersebut. “Saya cek dulu kondisi bangunan tersebut,”ujarnya. (herni amir)



Selanjutnya...
3/13/2010 09:53:00 AM

Pasien RSUD Syekh Yusuf Melimpah

Diposting oleh tuGOWA

Sungguminasa, Tribun - Pasien rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf Kabupaten Gowa melebihi kapasitas yang tersedia. Akibatnya, sebagian pasien yang rawat inap terpaksa ditempatkan di koridor dan sebagian lainnya dirujuk ke rumah sakit lain.


Membeludaknya pasien di rumah sakit tersebut karena penderita diare dan demam berdarah di musim hujan ini meningkat. Sejumlah pasien terpaksa dirawat di koridor terdapat di Gedung Perawatan IV maupun V yang didominasi pasien Yankestis.
Hal tersebut terungkap saat Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo melakukan kunjungan ke RSUD Syekh Yusuf Sungguminasa, Jl Dr Wahidin Sudirohusodo, Gowa, Jumat (12/3). Turut mendampingi Sekretaris Kabupaten Gowa Muh Yusuf Sommeng dan beberapa pimpinan SKPD.
Direktur RSUD Syekh Yusuf Salahuddin mengakui, pasien rawat inap yang selama ini dirawat di rumah sakit yang dipimpinnya telah melebihi kapasitas.
"Memang banyak pasien yang rawat inap. Mereka harus menginap karena membutuhkan perawatan sekaligus kontrol dari tim medis. Terutama pasien, yang akan menjalani operasi dan sudah terjadwal sehingga mereka harus menginap," jelas Salahuddin.
Di beberapa kamar terlihat dilakukan penambahan tempat tidur. Kamar yang biasanya ditempati dua hingga tiga tempat tidur terpaksa ditambah menjadi empat hingga lima tempat tidur. Hal ini dilakukan agar pasien rawat inap mendapatkan perawatan dengan baik.
Hal senada diungkapkan Humas RSUD Syekh Yusuf, Muhammad Taslim. Menurutnya, jumlah pasien dikondisikan dengan tenpat tidur yang berada di rumah sakit tersebut. Apabila tempat tidur itu sudah melebihi kuota, pihaknya terpaksa merujuk pasien ke rumah sakit lainnya.
Saat di RSUD terdapat 180 tempat tidur yang disediakan. Dalam waktu dekat direncanakan dilakukan penambahan jumlah tempat tidur.
"Sekarang, yang ada sebanyak 180 tempat tidur. Kita rencananya akan menambah, cuma bangunannya belum selesai, mungkin nanti jumlahnya lebih dari 200-an tempat tidur," ungkap Taslim.(ute)

Pelayanan Maksimal
DALAM kunjungan itu, Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo meminta pihak RSUD Syekh Yusuf Sungguminasa melakukan pelayanan secara maksimal kepada pasien. Utamanya bagi pasien jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) dan pelayanan kesehatan gratis (Yankestis).
Dengan tingginya kunjungan pasien, kata Ichsan, maka pihak rumah sakit harus bekerja secara maksimal. Tidak boleh membeda-bedakan antara pasien gratis maupun umum.
Oleh karena itu, dengan banyaknya pasien baik rawat inap maupun rawat jalan, menjadi tanggung jawab pihak rumah sakit untuk melayani dengan baik pula.(ute)



Selanjutnya...
2/10/2010 09:20:00 AM

Balai Diminta Rehab Sandpocket Jebol

Diposting oleh tuGOWA

GOWA, BKM—Fraksi Demokrat DPRD Gowa mengharapkan pihak Balai Besar Wilayah Sungai Jeneberang Pompengan (BBWSJP) dapat segera melakukan rehabilitasi terhadap dua unit sandpocket (SP) yang telah jebol di bantaran sungai Jeneberang. Demokrat juga meminta pihak balai melakukan rehabilitasi dampak sosial masyarakat di daerah bantaran sungai Jenebrang dengan melakukan pembinaan dan pelatihan pemeliharaan bantaran sungai tersebut.
Permintaan itu diajukan Fraksi Demokrat saat dengar pendapat dengan balai, Jumat pekan kemarin di DPRD Gowa, terkait dampak sosial yang terjadi saat ini di kawasan bantaran sungai Jeneberang. Utamanya di wilayah-wilayah SP tersebut.
Terkait itu, pihak BBWSJP menyatakan bersedia memfasilitasinya. Seperti dikatakan PPK Pengendalian Sedimen Bawakaraeng BBWSJP, Haeruddin yang dikonfirmasi soal itu, Senin (8/2). Haeruddin mengatakan pada prinsipnya tidak ada masalah.
''Sawah masyarakat yang terkena banjir, balai sudah atasi dengan penggantian pintu Dam pengiriman bahan banjiran seperti bronjong dan karung plastik. Sementara menyangkut sawah, karena itu irigasi desa tentu ada pemecahan dari PSDA Gowa. Sedang untuk usulan rehab, kita akan kaji secepatnya terutama pada SP5 dan SP1,’’ jelasnya. (Sar)




Selanjutnya...
DonkeyMails.com: No Minimum Payout