Welcome to Blog na tu GOWA...*** Dikelola jurnalis Gowa, orang Gowa, dan mereka yang peduli terhadap Gowa ***Kami menerima tulisan/opini/artikel/saran/kritik/kritik tentang GOWA, karena Gowanu, Gowaku, Gowata. Kami berhak tidak menerbitkan tulisan dengan berbagai pertimbangan. Terima Kasih *** Kirimkan tulisan/artikel/opini ke tugowa.news@gmail.com
CARA MENDAPATKAN UANG GRATIS
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
6/17/2011 06:21:00 AM

FLA Gelar Pertemuan Apresiatif Kabupaten

Diposting oleh tuGOWA


Forum Lintas Aktor (FAK) gelar Pertemuan Apresiatif Kabupaten (PAK) di Aula SMKN2 Sombaopu, Kab Gowa, Rabu (15/6). Pertemuan yang mengangkat tema “Menguatkan Aktor Demokrasi Menuju Tata Kepemerintahan Lokal yang Baik dan Demokratis di Kabupaten Gowa” ini dihadiri Sekretaris Daerah Kab Gowa, Drs.H.Muh.Yusuf Sommeng, M.Si, para kepala desa dan peserta pertemuan.

Pertemuan para aktor pembangunan ini tergabung dari 6 (enam) komponen organisasi yakni Yayasan Kesejahteraan Masyarakat (YKM), The Gowa Centre (TGC), Yayasan Pendidikan Lingkungan (YPL), Lembaga Bumi Indonesia (LBI), Yayasan Baruga Cipta (YBC) dan Yayasan Wahana Kesehatan Lingkungan (WaKIL). Pada pertemuan ini juga diadakan pameran rangkaian kegiatan yang telah dilakukan keenam organisasi tersebut.

Anggota FLA, Kaharuddin Muji menjelaskan tujuan pertemuan ini untuk meningkatkan komitmen serta rasa memiliki aktor perubahan pembangunan dari desa terhadap visi dan agenda kabupaten dalam meperkuat dan memperluas perubahan yang sudah dicapai. Selain itu juga, para aktor perubahan dari desa dapat merayakan keberhasilan yang telah dicapai atas perubahan terkait tata kepemerintahan lokal.
Dengan adanya PAK ini diharapkan para peserta dapat menilai pengembangan Tata Kepemerintahan Lokal yang Demokratis (TLKD) di tingkat kabupaten dan sejauhmana PAK sebagai forum untuk mereviw terwujudnya dan dapat menyusun strategi-strategi agar TLKD terus menerus berkembang.

Dalam sambutan tertulis Bupati Gowa yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kab Gowa, Drs.H.Muh.Yusuf Sommeng,M.Si menjelaskan, berbagai isu dan permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian dan penanganan serius di masa mendatang yakni mengenai masalah kemiskinan dan partisipasi publik yang belum optimal. Belum optimalnya peran masyarakat baik secara individu maupun secara kelembagaan dalam proses pembangunan disebabkan oleh kapasitas kelembagaan masyarakat yang belum memadai.

Sejak 3 (tiga) tahun lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa telah membangun kemitraan dengan Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) dalam rangka pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta pendampingan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan sesuai dengan kompetensi/bidangnya masing-masing. Berbagai rekomendasi yang diajukan oleh LSM tersebut menjadi bahan masukan dan kritikan yang sangat penting dan berharga untuk selanjutnya ditindaklanjuti oleh Pemkab gowa dalam bentuk kebijakan-kebijakan dan perbaikan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

Selanjutnya...
6/16/2011 10:34:00 AM

Tombolo Siap Melenggang ke Nasional

Diposting oleh tuGOWA

GOWA, BKM-- Kepala BPMD Gowa, H Abd Rauf menyatakan rasa syukurnya setelah BPMD Sulsel mengumumkan desa dan kelurahan yang menjadi juara pada lomba desa dan kelurahan tahun 2011 ini. Dari dua wilayah yang menjadi duta Kab. Gowa pada ajang lomba desa kelurahan (LDK) tingkat Provinsi Sulsel ini, masing-masing Desa Majannang, Kec. Parigi dan Kel. Tombolo, Kec. Somba Opu yang ditampilkan Pemkab Gowa, yang berhasil meraih predikat terbaik untuk kelurahan adalah Tombolo. Sementara Majannang kandas dibobot penilaian yang dilakukan tim penilai provinsi beberapa waktu lalu.
''Saya sangat bersyukur karena salah satu duta kita meraih juara pertama pada LDK ini. Apa yang diraih Tombolo itu adalah wujud kepedulian dan kebersamaan semua pihak, terutama Pak Bupati, H Ichsan Yasin Limpo serta Ketua TP PKK Gowa, Ibu Novita Ichsan yang tidak henti-hentinya memberi bimbingan dan arahan agar wakil kita di ajang ini berhasil. Dan itu semua terbukti. Keberhasilan ini juga tidak lepas dari partisipasi aktif masyarakat, segenap komponen instansi dan kader-kader PKK, pemuda dan lainnya,'' terang Rauf kepada BKM, Rabu (15/6).
Dia menyatakan keoptimisannya pada LDK tingkat nasional nanti, Tombolo menjemput prestasi yang sama.
Dikatakannya, sejak awal LDK ini dipersiapkan, baik Kel. Tombolo maupun Desa Majannang, menjadi perhatian besar jajaran BPMD selaku pembina dari kegiatan LDK tersebut. Selama berbulan-bulan kedua wilayah tersebut, ditempa dalam berbagai aspek. Semata-mata diharapkan, kedua wilayah ini bisa menjadi wakil Sulsel ke LDK nasional.
''Saya yakin, penilaian yang dilakukan tim penilai LDK adalah betul-betul obyektif. Mungkin untuk Majannang sendiri, masih ada yang perlu dibenahi lagi. Dan saya kira itu adalah peluang bagi Majannang untuk mendulang prestasi di LDK tahun berikutnya,'' katanya lagi. (sar)

Selanjutnya...
6/14/2011 06:21:00 AM

757 RTSM di Sombaopu Peroleh Bantuan

Diposting oleh tuGOWA


Sebanyak 757 Rumah Tangga Sasaran Miskin (RTSM) di Kecamatan Sombaopu memperoleh bantuan dana dari Kementerian Sosial RI dan mulai dibagikan Senin (13/6). Khusus di Kabupaten Gowa sebanyak 6.658 RTSM dari 12 kecamatan yang memperoleh bantuan dan Palangga yang terbesar setelah Sombaopu.
Sekretaris Dinas Sosial, Transmigrasi dan Tenaga Kerja H Syamsuddin saat pembagian dana di Kecamatan Sombaopu mengatakan, ada beberapa kategori yang dipersyaratkan apabila warga ingin memperoleh bantuan seperti ibu hamil, ada anaknya mau masuk sekolah serta lainnya. Apabila syarat ini dipenuhi, maka para pendamping melakukan pendataan secara akurat.
''Saya berharap dalam pendataan ini semua warga miskin harus jelas dan tidak ada lagi laporan bahwa ada diantaranya tidak terdata dengan baik. Oleh karena itu, mengharapkan kepada pihak pendamping setiap saat turun ke lapangan untuk melakukan pendataan sehingga semua masyarakat miskin terlayani,''jelas Syamsuddin.
Syamsuddin juga berharap agar untuk kelancaran pembagian dana tersebut, pihaknya berharap agar masyarakat membawa kartu atau surat yang telah diberikan. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya pihak lain mewakili pengambilan dana sehingga tidak sampai ke orang bersangkutan.
Sementara itu, Sekcam Sombaopu Mappasomba mengaku menyambut baik bantuan yang diberikan oleh pemerintah melalui Kementerian Sosial RI. Pihaknya berharap agar bantuan tersebut berkesinambungan mengingat setiap saat masyarakat miskin bertambah banyak.
''Dengan bantuan tersebut dapat meringankan beban yang dipikul selama ini seperti mensekolahkan anak, ibu hamil akan melahirkan serta beban lainnya. Namun, dengan adanya program ini, maka sedikit banyaknya masyarakat sangat terbantu sehingga harus dilakukan secara berkesinambungan pula. Yang pasti, 757 RTSM yang memperoleh bantuan dana di Kecamatan Sombaopu ini sangat berterima kasih atas kepedulian pemerintah tersebut,''ujar Mappasomba. (k7).

Selanjutnya...
6/14/2011 06:20:00 AM

Seorang Perempuan Ditemukan Tewas di Sungai

Diposting oleh tuGOWA

GOWA, BKM-- Warga kampung Bontomarannu, Lingkungan Garassi, Kel. Benteng Somba Opu, Kec. Barombong geger, Senin (13/6) pukul 09.30 Wita kemarin. Pasalnya, warga kampung itu mengetahui jika seorang warga setempat bernama Sahari Dg Lino (46) ditemukan tewas di tepi sungai Jeneberang. Perempuan ini ditemukan pertamakali oleh warga bernama Dg Jarung.
Karena khawatir bermasalah, Dg Jarung menghubungi warga lainnya dan petugas Kepolisian Sekta Barombong. Mendapat laporan ada perempuan tergeletak di tepi sungai petugas Kepolisian pun turun ke TKP bersama Dg Jarung.

Saat terlihat, perempuan tersebut mengenakan daster berwarna coklat. Dan saat badan korban yang sudah tdak bernyawa ini dibalikkan petugas, di bagian depan daster korban tergantung KTP yang disemati peniti. Dg Jarung pun baru tahu jika mayat perempuan tertelungkup itu adalah saudaranya sendiri.
Kapolres Gowa, AKBP Totok Lisdiarto S melalui Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Andry Lilikay kepada BKM, kemarin siang mengatakan, jika mayat korban langsung diidentifikasi serta Polisi juga melakukan olah TKP. Dikatakan Andry, berdasarkan hasil olah TKP untuk sementara korban disebut bunuh diri dengan cara membuang dirinya ke sungai. Indikasi bunuh diri itu, kata Andry lagi, disebabkan korban mengalami stress karena menderita banyak penyakit. Indikasi penyebab Sahari nekat mengakhiri hidupnya itu dibenarkan sejumlah keluarga korban. Termasuk KTP yang diselipkan di pakaiannya sebagai bukti kesiapan korban bunuh diri dengan memperlihatkan tanda pengenalnya.

''Meski begitu, kami tetap melakukan penyelidikan siapa tahu ada indikasi lain penyebab kematian perempuan tersebut,'' terang Andry lagi. (sar)

Selanjutnya...
6/10/2011 01:01:00 PM

3 Pelajar Gowa Perkuat Tim Sulsel

Diposting oleh tuGOWA

GOWA, BKM-- Tiga  pelajar Gowa dipastikan akan memperkuat tim Sulsel pada kejuaraan nasional (kejurnas) pelajar 2011 yang akan berlangsung di Palembang dalam waktu dekat ini.

Ketiga pelajar tersebut, lolos setelah Gowa tampil sebagai juara umum
III setelah posisi pertama dan kedua diraih Makassar dan Pangkep pada
kejurda pelajar 2011 yang digelar Mei lalu di Makassar.

Pada kejurda itu, Gowa berhasil mengumpulkan 6 medali emas, 4 perak, 5 perunggu. Dari 6 medali emas itu, 2 di antaranya diperoleh Nurainun Azis (SMPN 4 Sungguminasa) dari cabang olahraga senam. 1 karate diraih Nurfadly
(SMAN 1 Tinggimoncong), 1 lagi diraih dari cabang olahraga pencak
silat oleh Marnila (SMAN 1 Bontomarannu). Sedang dua siswa Gowa lagi meraih 2 emas pada cabang taekwondo.

Kadis Pendidikan Olahraga dan Pemuda Gowa, H Idris Faisal Kadir
didampingi Kabid Pemuda Olahraga, Budiman, Kamis (9/6) kemarin di
kantornya mengatakan, prestasi yang diraih para pelajar Gowa di even
kejurda Sulsel ini cukup membanggakan apalagi mampu duduk pada posisi juara umum III dari 24 kab/kota peserta.

''Anak-anak kita ini sudah pasti akan memperkuat tim Sulsel pada
kejurnas pelajar di Palembang dalam waktu dekat,'' kata Idris.

Sementara itu, Budiman menambahkan dalam persiapan ke kejurnas nanti, para pelajar Gowa ini akan masuk masa pelatihan intensif di bawah binaan Sulsel selama beberapa hari sebelum diberangkatkan ke Palembang
bersama peraih emas pada cabang olahraga lainnya sebagai kontingen
Sulsel.(sar)


tuGowa@BlackBerry®

Selanjutnya...
6/09/2011 02:00:00 PM

Pelantikan Camat Bajeng Barat

Diposting oleh tuGOWA

Bupati Gowa Lantik Camat Bajeng Barat
SUNGGUMINASA-------Bupati Gowa, H.Ichsan Yasin Limpo,SH,MH melantik dan mengambil sumpah jabatan Muhammad Rusdi,SH,MM sebagai Camat Bajeng Barat. Pelantikan dan pengambilan sumpah ini berlangsung di Desa Borimatangkasa, Kec Bajeng Barat, Kab Gowa, Rabu (8/6).

Acara ini turut dihadiri Ketua DPRD Kab Gowa H.Ansar Usman, Ketua Tim Penggerak PKK Kab Gowa Hj. Novita Ichsan didampingi Wakil Ketua TP PKK Kab Gowa Hj.Rosmina Razak, jajaran Muspida, Pimpinan SKPD Lingkup Pemkab Gowa dan masyarakat Kecamatan Bajeng Barat.

Pelantikan Camat Bajeng Barat dilakukan berdasarkan Keputusan Bupati Gowa Nomor 821.27/114/BKDD tanggal 30 Mei 2011 tentang Pengangkatan/Mutasi dalam Jabatan Camat Bajeng Barat sebagai pejabat Eselon III-a Pemerintah Kabupaten Gowa. Muhammad Rusdi, SH,MM yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Camat Bontonompo ini menggantikan Pejabat Pelaksana Tugas Camat Bajeng Barat, Drs.Masykur Mansyur, MM.


"Saya merasa memegang amanah untuk Kecamatan Bajeng Barat yang lebih baik kedepannya dan akan turun langsung ke masyarakat dalam membangun Bajeng Barat," ungkap Camat Bajeng Barat yang baru dilantik ini.

Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kab Gowa Hj.Novita Ichsan melantik Ketua TP PKK Kec Bajeng Barat, Hj.Nurwira Rusdi,S.Sit,Apt menggantikan Hj.Kusniar Masykur.
Bupati Gowa, H.Ichsan Yasin Limpo,SH,MH menegaskan bahwa pelantikan Camat Bajeng Barat telah melalui prosedur dan mekanisme yang sesuai dengan peraturan kepegawaian yang berlaku dan berpesan agar camat yang baru dilantik harus bekerja dengan sungguh-sungguh dan hendaknya senantiasa turun ke lapangan untuk berdialog dan melihat dari dekat keadaan atau kondisi masyarakatnya.

Selain itu, juga harus disertai niat yang tulus untuk memberikan yang terbaik demi perkembangan dan kemajuan Kec Bajeng Barat.

Disela-sela sambutannya Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada Drs.Masykur Mansyur, MM yang selama ini telah menjalankan tugasnya sebagai Pelaksana Tugas Camat Bajeng Barat dengan baik dan penuh tanggungjawab.(*)

Selanjutnya...
3/10/2011 06:03:00 AM

Bupati Gowa Raih Piagam Muri

Diposting oleh tuGOWA


Bupati Gowa, H Ichsan YL menyatakan rasa syukurnya atas dua icon baru daerah yang dipimpinnya yakni museum Balla Lompoa serta kawasan Padivalley Golf Club sudah siap menjemput PAD.
Rabu (9/3) kemarin dua icon penguatan sektor ekonomi ini diresmikan Gubernur Sulsel, H Syahrul YL. Ichsan pada peresmian revitalisasi museum Balla Lompoa yang ditandai dengan prosesi pergantian jaga pasukan tubarani museum serta pagelaran budaya lintasan sejarah kerajaan Gowa pasca revitalisasi museum yang kini berhasil diangkat setinggi 3,2 meter dari dasar tanah mengajak masyarakat Gowa untuk menjaga sejarah sekaligus membangun sejarah Gowa.
Sementara itu, Gubernur Sulsel, H Syahrul YL berpesan kepada Ichsan agar menjadi bupati yang baik. Bahkan Syahrul mensupport adik kandungnya itu untuk tambah kerja keras dan bertanggungjawab untuk menjaga dan menghidupkan museum Gowa yang sangat bersejarah tersebut. Apalagi kemarin, momen besar itu bertepatan dengan hari ulang tahun Ichsan ke 50 tahun.
''Tambah umur, tambah kerja dan tambah tanggungjawab,'' pesan Syahrul kepada Ichsan.
Di tempat yang sama, tim Museum Rekor Indonesia (MuRI) mewakili Ketua Umum MuRI, Jaya Suprana, menyertai penyerahan piagam MuRI untuk kategori pengangkatan museum istana Balla Lompoa secara manual pertama di Indonesia. Piagam rekor ini diserahkan Gubernur kepada Bupati Gowa disaksikan Pangdam VII Wirabuana, Kapolda Sulselbar, Kajati Sulsel serta jajaran petinggi Pemprov Sulsel dan Pemkab Gowa.

Selanjutnya...
3/07/2011 06:57:00 AM

18 Panti Asuhan Dapat Kanre Maudu

Diposting oleh tuGOWA


Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan
Tim Penggerak PKK Kab. Gowa bekerjasama Dharma Wanita Kab. Gowa di
gedung PKK Gowa, Jumat (4/3) lalu berlangsung khidmat.
Maulid yang dimeriahkan belasan Kanre Maudu (penganan maulid yang
dihias berisi telur warna warni, kaddo minnya' dan makanan khas maulid
lainnya) yang disiapkan 18 TP PKK kecamatan lalu dibagikan kepada 18
panti asuhan di Sungguminasa dan kecamatan lainnya. Kegembiraan para
pengelola panti asuhan terlihat ketika Kanre Maudu diserahkan Ketua TP
PKK Gowa, Hj Novita Ichsan disaksikan Ketua DWP Gowa, Hj Martini Yusuf
Sommeng, Wakil Ketua TP PKK Gowa, Hj Rosminah Razak dan pengurus PKK
dan DWP lainnya.
Seratusan kader dan pengurus PKK yang hadir tepekur sejenak
mendengarkan hikmah maulid yang disampaikan ustadza Riskah Mappile
tentang kilas perjuangan hidup Rasulullah di masa lampau.
Ustadza Riskah mengajak kaum ibu kader PKK untuk meneladani
kepribadian dan akhlak yang dimiliki Nabi Muhammad
SAW.
Ketua TP PKK Kab. Gowa, Hj Novita Ichsan dalam kesempatan itu meminta
kaum ibu utamanya kader PKK agar dapat termotivasi
untuk
mencontoh, meniru dan mengamalkan teladan Rasulullah dalam kehidupan
sehari-hari.


Selanjutnya...
2/15/2011 01:28:00 PM

warga berebut telur maulid

Diposting oleh tuGOWA


SUNGGUMINASA, TRIBUN-TIMUR.COM - Warga Gowa menyerbu penganan Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (15/2/2011). Tanpa pandang bulu, mereka menyerbu penganan peserta karnaval maulid yang sedianya akan mengarak penganan itu untuk dipertontonkan pada undangan di Lapangan Syekh Yusuf Sungguminasa.

Warga kalap, menyerbu sejumlah penganan yang dipasang di bak belakang mobil pikap. Ada beberapa penganan di mobil pikap yang mereka sikat meski kendaraan itu belum tiba di Lapangan Syekh Yusuf.

Sedianya kanre maudu itu baru akan diperebutkan di jalan, namun sudah ludes ketika kendaraan baru akan berjalan.

Namun demikian, proses penyelenggaraan Maudu Adaka ri Gowa tetap berjalan lancar.(*)

Selanjutnya...
2/01/2011 01:14:00 PM

Pacar rinra Enggan Meninggalkan Pusara

Diposting oleh tuGOWA


TRIBUN-TIMUR.COM - Duka mendalam atas meninggalnya putra Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Rinra Sujiwa Syahrul Putra, tampak jelas di raut wajah Prajawati Aprilia, kekasih Rinra.

Meski prosesi pemakaman nindya praja IPDN Rinra telah usai pukul 12.00 Wita, namun prajawati Aprilia seolah enggan beranjak dari pusara sang kekasih. Ia terlihat masih tetap berada di puasaran Rinra.

Duka mendalam semakin jelas terlihat kala Aprilia yang tampak terus menangis seolah seperti mengajak bicara Rinra.

Prosesi pemakaman jenazah putra Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Rinra Sujiwa Syahrul Putra, sudah selesai. Berakhirnya prosesi pemakaman diakhiri dengan penaburan bunga oleh pihak keluarga, kerabat, maupun rekan-rekan almarhum di atas pusara Rinra yang wafat, Senin (31/1/2011) sekitar pukul 05.00 wita.(*)

Selanjutnya...
2/01/2011 12:52:00 PM

Ribuan Pelayat Padati Pemakaman

Diposting oleh tuGOWA


TRIBUN-TIMUR.COM - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Daalam Negeri (Kemendagri) Diah Anggaeni, mengatakan, putra Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Rinra Sujiwa Syahrul Putra, sebagai nindya praja terbaik yang dimiliki IPDN.
Selama menempuh pendidikan, Rinra disebutkan sosok yang berprestasi dan memiliki disiplin yang tinggi.


"Selama menjadi praja hingga menjadi Nindya Praja, almarhum telah mengikuti pembelajaran dengan baik dan disiplin. Rinra praja terbaik, sekali lagi yang terbaik," kata Diah dengan suara terisak di pemakaman.

Rinra disebutkan menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Praja. Ia juga sudah resmi diangkat sebagai PNS per 20 November 2010 lalu. Diah sekaligus menyampaikan belasungkawa Mendagri Gamawan Fauzi yang berhalangan hadir. Gamawan diwakili istri Gita Gamawan yang juga Ketua Umum DPP TP PKK.(*)

Tribun Timur

Selanjutnya...
2/01/2011 12:41:00 PM

Layanan Prima dengan Fasilitas Lengkap

Diposting oleh tuGOWA

RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa yang terletak di Jl Dr Wahidin Sudirohusodo, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, semakin berbenah.

Sekarang telah mempunyai status tipe B, dalam hal peningkatan pelayanan kepada masyarakat yang ditunjang dengan peralatan kesehatan yang lebih memadai seperti telah dimilikinya sejumlah alat kesehatan canggih yang sama dimiliki rumah sakit besar di negara asia seperti Singapura.

Sarana penunjang layanan kepada publik ini bukan hanya terlihat dari fasilitas rumah sakit antara lain ruang kamar, tempat tidur tapi juga peralatan super teknologi canggih seperti peralatan USG (ultra sono grafi) empat dimensi, alat X-ray konvensional dan fortabel sehingga mengukuhkan RSU Syekh Yusuf ini sebagai salah satu rumah sakit berfasilitas terlengkap dan terbaik di Indonesia timur.

Hingga kini, RSUD Syekh Yusuf ditunjang 323 orang pegawai. Jumlah tenaga ini meliputi tenaga dokter sebanyak 42 orang (tenaga profesi dokter 19 orang, dokter spesialis 10 orang, dokter gigi 5 orang, dokter bedah 2 orang dan dokter anastesi 1 orang). Tenaga paramedis 171 orang (tenaga keperawatan 137 orang, anastesi 1, tenaga bidan 33 orang). Tenaga non medis 65 orang dan tenaga administrasi 45 orang.

Dirut RSUD Syekh yusuf Dr H. Salahuddin menagatakan kepada Media one line www.blognatugowa.blogspot .com masih banyak hal yang masih butuh disosialisasikan kepada masyarakat. Antara lain, misalnya, masyarakat datang ke rumah sakit tanpa bawa surat-surat adminitrasi yang diminta rumah sakit, maka itu sangat merugikan rumah sakit, karena adminitrasi tidak bisa dibuktikan bahkan itu bisa jadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan BPK).

Soal stok obat-obatan juga perlu disosialisasikan. ‘’Selama ini obat kita tidak kurang, padahal masyarakat menilai kita kurang obat. Sebenarnya tidak kurang stok, tapi jumlah pasien yang dilayani melampaui target. Misalnya persediaan obat untuk 10 orang saja, tapi yang dilayani 20 orang. Jelas stok obat tidak memenuhi.

“Mudah-mudahan di tahun 2011 nanti, kita sudah punya ruang gerak yang baik untuk atasi pelayanan lebih baik lagi,’’ kata dr H Salahuddin dengan senyuman khasnya menambahkan mengatakan RSU juga menyediakan sarana pengaduan untuk masyarakat (0813 4252 2002) sejak Desember 2009. “ SMS atau aduan yang masuk langsung di follow up dan langsung ditangani kepala bidangnya masing masing.(Romy Fahreza)

Selanjutnya...
1/06/2011 10:08:00 AM

Sarjana Menganggur jadi Tenaga Pendamping

Diposting oleh tuGOWA


GOWA, BKM-- Mulai tahun 2011 ini, semua sarjana yang masih menganggur atau memegang kartu kuning atau kartu pencari kerja, akan mendapatkan porsi perhatian Pemkab Gowa. Para sarjana yang notabene masih pengangguran ini, akan difasilitasi pemerintah kabupaten dengan dijadikan tenaga pendamping untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Bupati Gowa, H Ichsan YL menyampaikan rencana pemberdayaan sarjana-sarjana itu ketika menghadiri sosialisasi peraturan bersama Menteri Keuangan dan Mendagri terkait tahapan persiapan pengalihan BPHTB dan PBB P2 sebagai pajak daerah di Baruga Karaeng Pattingalloang, beberapa hari lalu.
Menurut Ichsan, UMKM di Gowa berkisar 3.000 unit. Namun, tahap pertama tidak semuanya akan diberdayakan dulu, hanya sekitar 60-an saja. "Sarjana yang memiliki kartu kuning akan dilatih untuk menjadi pendamping UMKM. Tugasnya mengubah manajemen konvensional UMKM menjadi manajemen profesional," jelas Ichsan.

Sarjana itu, terang Ichsan, akan dibiayai operasionalnya. Melalui program pemberdayaan ini, kata bupati, dapat dimitrakan dengan perbankan sehingga tidak hanya 60 UMKM yang dibina tapi memungkinkan keseluruhan pada 3.000 unit tersebut.
Pola gerakan pembinaan UMKM ini diterapkan seperti ini untuk mencegah bantuan kepada UMKM tidak tepat sasaran. Berdasarkan laporan yang diterimanya, selama ini bantuan UMKM hanya sedikit yang tepat sasaran.
Bahkan Ichsan mengunkapkan, selama ini sering terjadi dana bantuan UMKM begitu selesai disahkan di DPRD, keluarga pejabat dan anggota dewan berlomba memasukkan proposal untuk mendapatkan dana bantuan itu. Akibatnya, sasarannya kembali tidak tepat. Usaha kecil jadi carut marut sementara dana yang teralokasi pun tidak mencapai sasaran yang diharapkan.
Ke depannya, kata Ichsan, tidak lagi cara seperti itu dilakukan. Bantuan kepada UMKM akan diupayakan tepat sasaran dan caranya juga diubah. Hanya UMKM yang resmi terdaftar yang akan diberi bantuan.
Sarialang, seorang ibu rumahtangga yang menyandang gelar sarjana sosial (SSos) dan kini dominan masih menganggur namun membuka usaha kecil-kecilan mengaku bersyukur dengan program pemerintah gowa yang akan memberdayakan sarjana pengangguran dengan melalui pemberdayaan UMKM tersebut. ''Soalnya, selama ini kita sudah susah lulus CPNS, untuk dapat modal usaha saja sulit sebab rata-rata kalu pemerintah beri modal yang tadah orang besar,'' kata Sarialang.
Sementara itu, berdasarkan data Pemkab Gowa kurun awal hingga akhir tahun 2010 ini, angka pencari kerja di Gowa menunjukkan angka yang tinggi. Untuk tahun 2010 ini, mencapai 8.839 orang. Jumlah ini bahkan meningkat jika dibanding tahun 2009 lalu, yang hanya mencapai 7.483 orang.
Menurut Ichsan, dari data terakhir 8.839 orang, terdiri 4.540 orang laki-laki dan 4.299 orang perempuan. Sementara tahun lalu berjumlah 7.483 orang terdiri 3.943 oang laki-laki dan 3.540 orang perempuan. (sar)

Selanjutnya...
12/30/2010 04:17:00 PM

Pengalihan BPHTB Untungkan Kota Besar

Diposting oleh tuGOWA

GOWA, BKM-- Kebijakan pemerintah pusat yang menyerahkan pengelolaan BPHTB (Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan) kepada pemerintah kab/kota mendapat kritikan keras dari Bupati Gowa, H Ichsan YL. Menurut Ichsan, kebijakan tersebut bukan hanya menciptakan disparitas antar wilayah, tapi juga berujung pada pemiskinan masyarakat secara tidak langsung.

‘’Saya melihat kebijakan penyerahan BPHTB kepada pemerintah kab/kota hanya menguntungkan kota-kota besar. Banyak walikota dan bupati tidak sadar dengan kebijakan ini. Tapi begitu membelanjakan APBD-nya 2011, baru akan terasa sekali,’’ ujarnya dengan nada tinggi kepada wartawan, usai membuka sosialisasi Peraturan bersama Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri, tentang tahapan persiapan Pengalihan BPHTB dan PBB P2 sebagai pajak daerah, Selasa (28/12), di Baruga Karaeng Pattingalloang, yang dihadiri para notaries, BPN dan perpajakan.

Kritikan soal kebijakan itu, dinilai mantan anggota DPRD Sulsel ini bukan untuk menjadi populis, tapi semata-mata bagaimana melihat kebijakan itu memberikan keuntungan kepada daerah. Dia merujuk bagaimana Kab. Soppeng harus kehilangan uang Rp19 M jika aturan ini berjalan.
Karena itu, dia menegaskan tidak perlu ada rasa eforia atau gembira berlebihan saat kebijakan ini diserahkan, karena ketika tahun lalu pemerintah kab/kota masih dapat Rp 5 M, maka nantinya sejak aturan ini berlaku tinggal Rp 1 M. ‘’Jadi apa yang mesti digembirakan,’’ katanya.

Kritikan Bupati Gowa ini sebagai bagian dari usaha untuk membangun keIndonesiaan yang dinilainya akan terjadi disparitas antar daerah jika ini diberlakukan. Sebab, ada beberapa daerah yang harus kehilangan pemasukan jika aturan ini diberlakukan. Dengan demikian, perlunya kajian yang lebih komprehensif sehingga daerah tidak merasa diakal-akali dengan kebijakan itu.

‘’Kalau tidak, kebijakan ini akan membuat disparitas yang semakin lebar, daya saing semakin lemah, kemiskinan akan semakin besar, dan berujung pada ancaman keutuhan berbangsa,’’ katanya.

Gowa sendiri sebagai daerah yang mengalami pertumbuhan ekonomi 7,8 persen pertahun, dengan adanya kebijakan tersebut tidak terlalu memberikan pengaruh yang siqnifikan, mengingat Gowa 15 tahun ke depan akan tumbuh menjadi kota metropolitan sama dengan Makassar sehingga sangat menguntungkan.

Namun demikian, lanjut Bupati Gowa dua periode ini mengatakan, Gowa tidak boleh hanya berpikir untuk dirinya sendiri. Tapi bagaimana daerah selatan mampu membangun dirinya dengan baik, sehingga kebijakan BPHTB ini bisa membawa kemajuan bagi masyarakatnya.

Jika BPHTB katanya tidak memberikan keuntungan kepada Kab/kota, maka ada upaya yang harus dilakukan pemerintah pusat sehingga tidak terjadi disparitas antar kab/kota dengan menarik semua dana sharing ke pemerintah pusat. Bagaimana kab/kota bisa survive, jika dananya kembali berkurang atas kebijakan ini kemudian kembali dibebankan dana sharing. ‘’Kalau pemerintah pusat mau berbaik hati, ya tarik dong dana sharing itu ke pusat, jangan lagi bebankan ke kita,’’ tegasnya. (sar)

Selanjutnya...
12/18/2010 04:21:00 PM

Puting Beliung Sapu Bajeng

Diposting oleh tuGOWA


Sungguminasa, Tribun - Angin puting beliung menerjang wilayah desa Tanetea, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Jumat (17/12) sekitar pukul 18.00 wita. Sedikitnya tiga rumah rusak parah akibat terjangan angin tersebut.

Hampir seluruh atap rumah beterbangan disapu angin kencang yang disertai hujan. Tidak hanya rumah, angin yang terlihat berputar-putar itu juga merusak sedikitnya 12 kios yang terletak di poros Bajeng-Takalar.
Ke 12 kios penjual makanan dan buah itu mengalami kerusakan cukup arah. Bahkan angin yang menyapu cukup cepat itu nyaris meratakan kios tersebut dengan tanah. Posisi kios memang cukup rawan karena langsung berbatasan dengan areal persawahan yang lapang.
Beruntung kios dan atap rumah beterbangan ke arah sawah sehingga tak mengganggu arus lalu lintas di poros negara itu.
Dalam kejadian ini satu warga menjadi korban. Korban yang belum diketahui identitas itu mengalami luka pada bagian lengan dan telah dilarikan ke puskesmas setempat untuk mendapat pertolongan.
Salah seorang anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Gowa yang berada di lokasi, Agus, mengatakan, kejadian sekitar pukul 18.00.
"Kejadian sekitar pukul 18.00. Kami sementara mendata kerugian dari korban yang rumahnya rusak" ungkapnya.
Menurutnya, pemerintah setempat juga telah turun ke lokasi untuk mendata kerugian dan kerusakan akibat angin puting beliung itu. Untuk sementara para korban dievakuasi ke rumah tetangga mereka.
Sementara itu Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Gowa Syamsuddin Bidol yang dikonfirmasi mengatakan, berdasarkan laporan dari anggota Tagana di lokasi kejadian sebelum Magrib.
"Sebanyak 12 kios dan tiga rumah, satu rumah dan baruga dalam kompleks RRI. Tidak ada korban jiwa. Kerugian ditaksi mencapai puluhan juta rupiah," jelasnya.
Menurutnya, untuk sementara pihaknya menunggu laporan resmi pemerintah setempat dan akan dilaporkan berjenjang untuk segera disalurkan bantuan.(ute)

kerusakan
- 12 kios pedagang di poros Tanetea
- Tiga unit rumah, satu rumah dan baragu di dalam kompleks RRI
- Tidak ada korban jiwa


Waspada Bencana
BEBERAPA waktu lalu, Wakil Bupati Abd Razak Badjidu telah memberikan peringatan kepada warga di 18 kecamatan untuk selalu waspada bencana saat ini. Bulan Desember hingga Februari adalah puncak musim hujan dan rawan terjadi bencana banjir, longsor, muapun angin kencang.
Dinas terkait bahkan telah memetakan sekitar 27 titik titik rawan bencana di Kabupaten Gowa. Daerah rawan ini oleh Pemkab Gowa telah dipetakan dan sudah disosialisasikan kepada masyarakat secara luas.
Pemetaan dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bencana mengingat intensitas curah hujan yang kemungkinannya meningkat pesat.
Daerah yang dianggap berpotensi angin kencang mencakup Kecamatan Tombolopao, Desa Majannang dan Parigi (Kecamatan Tinggimoncong), Desa Sicini (Bontolempangan), Kecamatan Tompobulu, Desa Pattallikang (Manuju), Desa Bontoramba (Pallangga), Kecamatan Parangloe, sebagian wilayah Pattalassang, Barombong, Somba Opu, Bajeng, Bontonompo, Bontonompo Selatan, dan Biringbulu.
Sementara daerah yang jadi titik rawan longsor antara lain Desa Sicini (Bontolempangan), Desa Pallantikang (Manuju), Desa Mangempang (Bungaya) dan Desa Lonjo'boko (Parangloe), Desa Kanreapia (Tombolopao), Desa Parigi dan Majannang (Tinggimoncong), Kecamatan Tompobulu, Desa Berutallasa (Biringbulu), dan Desa Pattallikang (Manuju).(ute)

Selanjutnya...
12/16/2010 11:37:00 AM

DishubKOMINFO tangkap 7 Truk Tambang

Diposting oleh tuGOWA

GOWA, BKM-- Tim terpadu penertiban aktivitas angkutan tambang galian C Kab. Gowa, kembali melakukan tindakan tegas dengan menangkap sedikitnya tujuh unit truk tambang roda 10. Truk-truk ini ditangkap petugas Dinas Perhubungan dan Kominfo Gowa sekira pukul 23.00 Wita, Selasa (14/13) lalu.
Ditangkapnya truk yang sedang mengangkut tambang C ini karena melanggar ketentuan yang diberlakukan pemerintah Kab. Gowa yakni dengan adanya pelarangan beraktivitas di malam hari (pengangkutan material tambang C). Kini ketujuh truk besar itu, diamankan di area terminal Cappa Bungaya, kompleks perkantoran Dishubkominfo Gowa di Kec. Pallangga.
Penangkapan truk-truk ini oleh tim terpadu dipimpin langsung Wabup Gowa, H Abd Razak Badjidu bersama Kadis Hubkominfo Gowa, H Tajuddin Nur, usai menerima laporan warga terkait operasional ketujuh truk bermuata pasir itu di malam hari. Ke tujuh truk yang kini menjadi barang bukti hasil razia petugas masing-masing jenis Rino DD 9775 AW, DD 9226 ZB, DD 9474 DQ, DD 9593 AP, DD 9705 N, DD 9176 BZ serta DD 9710 N.
Wabup, H Abd Razak Badjidu yang dikonfirmasi soal tertangkapnya tujuh truk tambang itu, Rabu (15/12) kemarin mengatakan, aktivitas truk-truk itu terbukti melanggar Surat Edaran Bupati Gowa Nomor 045.2/1774 tertanggal 22 September 2008 tentang pelarangan truk tambang beraktifitas pada malam hari, juga melewati jalur kabupaten yang hanya diperbolehkan bagi truk bermuatan maksimal 10 ton.
''Kami tidak akan montolerir siapa saja yang melakukan pelanggaran terhadap aturan yang dibuat Pemkab Gowa. Termasuk, truk tambang yang hanya boleh melakukan pengangkutan hingga pukul 18.00 wita, lebih dari itu dianggap melanggar,'' terang wabup seraya menegaskan kepada semua pengusaha tambang untuk tetap mengikuti aturan yang dibuat Pemkab. Termasuk pelarangan melewati jalur kabupaten karena merusak jalan yang ada sesuai dengan berat muatan yang telah ditentukan.
Sementara itu, Kadis Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (hubkominfo) Gowa, H Tajuddin Nur didampingi Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Abdul Kadir serta Kasi Lalu Lintas Muhammad Rizal Peter ditemui di kantornya kemarin, mengatakan penyitaan tujuh truk tambang itu, kini sedang diproses sesuai aturan yang telah ditetapkan pemerintah kabupaten.
Pemerintah, tambah Tajuddin, telah menyatakan sebuah pelarangan operasi pada malam hari bagi truk-truk tambang melebihi pukul 18.00 Wita. Pelarangan berdasar surat edaran bupati ini kita telah tindak lanjuti bersama termasuk keluarnya surat dari Dinas Pertambangan dan Energi Gowa yang ditandatangani Kadis Distamben dengan Nomor 540/163/Distamben tanggal 28 Agustus 2008 bahwa truk pengangkut tambang galian C baik tanah, pasir, kerikil, sirtu maupun produk tambang C lainnya harus memperhatikan volume muatan (rata bak) serta menggunakan terpal penutup, juga tidak dibolehkan beroperasi di atas waktu yang telah ditentukan. (sar)

Selanjutnya...
12/15/2010 06:22:00 AM

Atlet Dayung Dapat Bonus dari Bupati Gowa

Diposting oleh tuGOWA


GOWA, BKM-- Prestasi yang diraih Anwar, atlet dayung asal Kab. Gowa yang meraih tiga medali emas pada kejuaraan Asian Games di Goanzu, Cina, beberapa waktu lalu, mendapat apresiasi cukup besar dari Bupati Gowa, H Ichsan YL.

Saat bertemu bupati di ruang kerjanya, Selasa (14/12) kemarin, atlet yang menggondol tiga emas pada nomor dragon boat ini mengucapkan syukur berulang kali lantaran bupati memberinya bonus Rp 10 juta serta predikat akan jadi PNS. Anwar diterima bupati didampingi Ketua Pengda PODSI (Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia) Gowa yang juga Direktur PDAM Gowa, H Hasanuddin Kamal.
Sebelumnya, Anwar sudah dijanjikan oleh Menpora, Andi Alfian Mallarangeng bonus sebesar Rp1,2 miliar atas prestasinya tersebut, bahkan dirinya juga dijanjikan untuk diangkat menjadi PNS lewat pemerintah provinsi. ‘’Saya juga sudah dijanjikan Pak untuk jadi PNS,’’ ujarnya.

Namun demikian, menurut bupati, kalau pemerintah pusat dan provinsi mengalami kendala pengangkatan terhadap ayah satu anak ini menjadi PNS, makanya dirinya sebagai bupati siap mengusulkan untuk mengangkat atlet dengan spesialisasi single kano ini menjadi PNS. Sebab, menurut Ichsan, kewenangan itu ada pada dirinya jika ada atlet yang berprestasi tingkat internasional.



Ichsan mengatakan, prestasi yang diraih Anwar pada level internasional bukan hanya membawa nama harum Indonesia tapi juga nama daerah Gowa. Apalagi putra Bontonompo ini berhasil menyumbangkan tiga medali emas. ‘’Ini juga menjadi kebanggaan bagi saya karena Anwar berhasil mengangkat nama daerah ini,’’ ujar Ichsan.

Karena itu, Ichsan mengharapkan agar prestasi dan semangat ini dapat ditularkan kepada atlet lainnya untuk menjaga kesinambungan prestasi, sehingga akan bermunculan atlet-atlet nasional dari daerah ini.

Sementara itu, Ketua PODSI Gowa, H Hasanuddin Kamal, mengaku bersyukur atas perhatian yang diperlihatkan Bupati Gowa kepada atletnya yang telah memperlihatkan prestasinya pada ajang internasional. Karena itu, pihaknya berjanji untuk terus melakukan pembinaan pada atlet pemula.

Dia juga menjelaskan bahwa selama ini Gowa memberikan konstribusi yang cukup besar pada olahraga dayung. Ini bisa dilihat dari Kejurnas yang baru-baru ini dilaksanakan di Jakarta, dari lima atlet yang dikirim PODSI Sulsel tiga diantaranya berhasil memperoleh medali emas dan ketiganya adalah orang Gowa. ‘’Jadi kami memiliki atlet yang cukup bagus,’’ katanya.

Dia juga berharap pihaknya dapat memanfaatkan potensi daerah alisan sungai Jeneberang (DAS) di bawah jembatan Kambara sebagai sarana latihan kalau peralatan perahu sudah ada. Ini juga akan membawa pengaruh terhadap kebersihan DAS itu sendiri. ‘’Saya kira kalau daerah itu dipakai latihan, diharapkan akan melahirkan atlet berprestasi,’’ ujarnya. (sar)

Selanjutnya...
12/13/2010 06:31:00 AM

Mengantuk, Sopir Taksi Tabrak Tiang Reklame

Diposting oleh tuGOWA

GOWA, BKM-- Rabali (30), seorang sopir taksi Bosowa dengan nomor
taksi 065 dan nopol DD
1790 AT, terpaksa dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami luka
berat setelah menabrak tiang reklame di Jl Sultan Hasanuddin,
Sungguminasa, Kel.Mangasa, Kec. Somba Opu (di perbatasan
Gowa-Makassar). Peristiwa ini terjadi sekira pukul 08.00 Wita, Minggu
(12/12) kemarin.
Luka cukup berat dialami Rabali pada bagian kepala dan beberapa bagian
tubuh lainnya. Setelah ditolong warga sekitar TKP (tempat kejadian
peristiwa), Rabali pun dibawa ke RSI Faisal, Makassar

Abdul Hajar (40), warga setempat yang menyaksikan peristiwa yang
dialami taksi tersebut, mengatakan, awalnya taksi tersebut, dilihatnya
melaju cukup kencang dari arah Sungguminasa menuju Kota Makassar.
Namun, saat berada di perbatasan kota itu, taksi yang dikemudikan
Rabali ini terlihat oleng hingga membelok ke kiri dan langsung
menabrak tiang reklame.
Saat melihat kecelakaan, sejumlah warga utamanya pengguna jalan langsung
berhenti ingin melihat kejadian itu. Beberapa warga langsung melakukan
pertolongan dengan berusaha mengeluarkan sopir yang tidak sadarkan diri
karena terjepit stir dan kursi.
Melihat korban luka parah saat itu juga
langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.
Sejumlah warga yang sempat menolong menyebutkan kondisi sopir taksi
cukup kritis.
Petugas piket Satlantas Polresta Gowa yang menerima laporan tersebut,
langsung ke TKP sekaligus melakukan identifikasi. Beberapa diantaranya
langsung menertibkan kendaraan lainnya yang sejak kecelakaan terjadi
sempat memicu kemacetan cukup lama.
Salah seorang sopir taksi Bosowa enggan disebut jati dirinya mengaku
mengenal Rabali, sopir taksi nomor 065 tersebut. Rekan sopir taksi
Bosowa ini mengatakan, sejak dinihari Rabali memang belum tidur karena
mengantar
penumpang dan paginya kembali beraktivitas tanpa istirahat. Diduga
karena mengantuk, Rabali tidak mampu lagi mengendalikan mobilnya
hingga oleng dan akhirnya menabrak tiang reklame.
Kasat Lantas Polresta Gowa, AKP Muhiddin Yunus membenarkan adanya
lakalantas yang menyebabkan sopirnya luka parah. Pihaknya saat ini
sementara melakukan
penyelidikan dengan sebelumnya olah TKP. ''Dugaan sementara korban mengantuk
sehingga langsung menabrak tiang reklame,'' kata AKP Muhiddin.
Lanjut dia, menyangkut kondisi korban yang mengalami luka cukup parah kini
masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit Faisal. Pihaknya berharap
agar korban selamat sekaligus akan didengar keterangannya menyangkut
lakalantas itu. Sedangkan taksi Bosowa yang juga mengalami kerusakan
berat dibawa ke Mapolresta Gowa sebagai barang bukti. (sar)

Selanjutnya...
12/09/2010 07:47:00 AM

PDAM Gowa antisipasi Kekeruhan Air

Diposting oleh tuGOWA

GOWA-RB. Memasuki musim hujan di Kabupaten Gowa pada awal bulan Desember tahun 2010 ini, tingkat kekeruhan air di Sungai Jeneberang yang menjadi sumber air baku PDAM Gowa, akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan kondisi musim kemarau lalu sehingga harus diantisipasi sedini mungkin.
Hal ini diungkapkan Direktur PDAM Gowa, H Hasanuddin Kamal, SH,MH kepada sejumlah wartawan, baru-baru ini sehubungan dengan tingginya curah hujan di wilayah dataran tinggi yang memungkinkan adanya longsoran di pinggiran atau areal Sungai Jeneberang.
Dijelaskan, tingkat kekeruhan air di Sungai Jeneberang masih normal yakni 250-300 NTU atau satuan kekeruhan air. Diharapkan tingkat kekeruhan air tidak terlalu tinggi. Bila itu terjadi, maka akan berakibat pengeluaran cos yang tinggi dengan membeli obat penjernihan yang biayanya cukup mahal.
''Saat ini angka tingkat kekeruhan tersebut masih tergolong normal untuk wilayah Gowa dan kita berharap hingga pertengahan musim hujan angka tingkat kekeruhan ini dapapat dipertahankan,''harapnya.
Menurut Hasanuddin Kamal, harus diakui bahwa beberapa tahun lalu saat terjadi longsoran Gunung Bawakaraeng beberapa tahun lalu, tingkat kekeruhan mencapai 7.000 hingga 10.000 NTU sehingga air yang ada di Instalasi Penjernihan Air (IPA) Tompobalang dan IPA Pandang-Pandang, tidak dapat diolah ataupun dikonsumsi,''jelasnya.
Terkait dengan masalah penggunaan air baku, soal penggunaan bahan kimia untuk proses penjernihan, diakui ada peningkatan 10-20 persen bila dibandingkan dari kondisi saat musim kemarau.
''Dia berharap pada musim hujan tahun ini, tidak ada longsoran yang sifnifikan di kaldera Bawakaraeng, hingga tingkat kekeruan air baku tidak melebihi dari angka 300 NTU. Namun, pihaknya terus berjaga-jaga dan melakukan pengawasan setiap saat,''katanya.
Disinggung soal pembiayaan yang meningkat karena penambahan bahan kimia untuk penjernihan air, Ketua AMPI Gowa mengatakan, keuangan PDAM Gowa tidak mengalami perubahan mendasar. “Keuangan PDAM Gowa kita tetap aman,” katanya. (k7)

Selanjutnya...
11/30/2010 10:48:00 AM

Sudah Jarang Guru yang Mendongeng

Diposting oleh tuGOWA

SUNGGUMINASA --- Zaman sekarang ini, ternyata sudah jarang didapati guru yang mendongeng dengan baik. Dongeng yang seharusnya bisa menjadi media menyampaikan nilai-nilai moral dan pendidikan kepada anak-anak tidak tersampaikan.
"Para guru masih mendongeng untuk diri sendiri dan tidak mengerti cara menyampaikan pesan dongeng," kata kepala dinas pendidikan dan Olah raga (Dikorda) kabupaten Gowa, Idris Faisal Kadir, Senin 29 November kemarin.
Idris mengatakan, mendongeng adalah salah satu tindakan kelas yang dianggap efektif dalam proses belajar mengajar. Metode ini kerap digunakan pada sekolah dasar atau lanjutan pertama. Hanya saja, metode ini sudah jarang digunakan oleh Guru.
Oleh karena itu, untuk meningkatkan potensi guru yang mendongeng, lomba mendongeng akan dilaksanakan pada peringatan hari ulang tahun (HUT) PGRI ke 65 di Malino. Lomba tersebut akan dilaksanakan mulai Rabu 1 Desember hingga 3 Desember.
Idris menambahkan, selain lomba mendongeng, lomba lainnya juga akan tetap digelar. Salah satunya adalah lomba paduan suara atau lomba olah raga lainnya. Puncak pelaksanaan HUT PGRI ke 65 tersebut akan dilaksanakan di lapangan Syech Yusuf Discovery, Sabtu 4 Desember.
Selain lomba, pelaksanaan HUT PGRI juga akan diisi dengan penandatanganan MoU antara Dinas pendidikan dan badan musyawarah perbankan daerah (BMPD) serta Bank Indonesia (BI). MoU itu dilakukan untuk program siswa menabung.
“Kita sudah lakukan pembicaraan dengan BI soal rencana itu,” jelas Idris.
Sementara itu, Kepala Bank Sulsel Gowa, Hasanuddin Kimon mengatakan jika program itu sangat menguntungkan siswa. Dia mengatakan jika siswa yang memiliki rekening akan diberikan beberapa kemudahan.
Salah satu kemudahan yang diberikan adalah siswa tidak akan dibebankan pajak pada nomor rekeningnya. Sehingga, uang yang ditabung itu tidak akan pernah habis.
Namun, siswa tersebut juga tidak diberikan fasilitas berupa ATM atau fasilitas lainnya. Dia mengatakan, hal itu dilakukan karena fasilitas gerakan siswa menabung ini dilakukan agar siswa gemar menabung sejak dini.
“Intinya, fasilitas itu hanya untuk menabung saja,’ jelas Hasanuddin.(eka)

Selanjutnya...
DonkeyMails.com: No Minimum Payout