GOWA, BKM-- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kab. Gowa tampil sebagai SKPD tercepat merampungkan PADnya. Terbukti, per tanggal 24 Juni lalu, unit kerja yang dipimpin H Suwandi Mahendra ini, mampu merealisasi penerimaan sebesar 107 persen atau Rp 1,086 miliar dari target Rp 1,060 miliar.
Capaian PAD (pendapatan asli daerah) Disdukcapil ini tergenjot dari
retribusi kartu tanda penduduk (KTP) serta kartu keluarga (KK), selain itu juga didukung dari retribusi akta kelahiran atau pengesahan anak.
Kadis Dukcapil Gowa, H Suwandi Mahendra, didampingi Kabid Kependudukan, Abd Muis, ditemui di kantornya, Senin (29/6) menjelaskan, Gowa memiliki jumlah penduduk 641 ribu jiwa (324 ribu perempuan, 316 laki-laki) dan 152.847 kepala keluarga. Dari jumlah penduduk ini memposisikan Kab. Gowa pada urutan ketiga jumlah penduduk terbesar di Sulsel yakni urutan pertama Makassar 1 juta lebih jiwa dan Bone 800 ribu jiwa.
Dari total jumlah penduduk Gowa itu, 60 persen mengantongi KK sedang KTP 62 persen. ''Ini mengindikasikan sudah lebih dari separuh mengerti kepemilikan identitas itu,'' kata Suwandi.
Dikatakannya berdasar Perda No 5 tahun 2008 (maaf, bukan Perda No 6) tentang retribusi penyelenggaraan adminstrasi kependudukan dan UU No 23 tahun 2006 tentang administrasi kependudukan, ketentuan tarif retribusi kependudukan sudah rill yakni KTP Rp 23 ribu dan KK Rp 5.000.
''Kita juga mulai menerapkan sistem SIAK (sistem informasi adminitrasi kependudukan) secara online. Sistem ini, khusus di Gowa baru dua kecamatan yang menerapkan yakni Somba Opu dan Pallangga. Khusus untuk penerbitan kartu keluarga, Camat tidak lagi berkompeten menandatanganinya tapi langsung kepala dinas terkait,'' kata Suwandi seraya mengimbau masyarakat sekarang perlu mengetahui aturan baru kependudukan secara nasional berupa pewarnaan latar belakang pasfoto KTP. Untuk tahun kelahiran genap, latar warna biru dan tahun kelahiran ganjil, latar warna merah. ((Sar) )
- Bussiness (2)
- Community (75)
- CPNS (20)
- CREW (1)
- Crime (56)
- Culture (7)
- Economic (12)
- Education (31)
- Feature (18)
- g (1)
- Goverment (196)
- Health (4)
- Infrastruktur (39)
- Kisah Hidup (95)
- m (1)
- Motivasi (18)
- News (254)
- Opini (1)
- Pengumuman (56)
- Politics (141)
- Public Service (137)
- Religius (7)
- Renungan Bijak (18)
- Social (58)
- Warning (6)
tuGOWA chat
archives
http://bisnismodalklik.blogspot.com/2010/04/pembayaran-kesebelas-donkeymails.html
Adsense
-
Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 11 Halaman 101 Practice 2 'The Humble Tree and Boasterful Flower' - Berikut ini Tribunnews.com sajikan kunci jawaban Bahasa Inggris kelas 11 SMA/MAhalaman 101 practice 2 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi45 menit yang lalu
-
Usai Libur Panjang, Ini 10 Tips agar Mobil Tetap Prima - Usai libur panjang, ini 10 tips yang bisa dilakukan pemilik kendaraan agar kondisi mobil tetap prima.1 tahun yang lalu
-
Pangdam Jaya: Ada Umat Islam Pakai 'Amar Makruf' untuk Klaim Kebenaran - Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman menyebut ada segelintir umat Islam yang memakai istilah 'amar makruf nahi mungkar' untuk mengklaim kebenaran.5 tahun yang lalu
-
-
Kasus Bibit-Chandra dihentikan - Kejaksaan Agung akan menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan atas kasus Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto.16 tahun yang lalu
-
-
Katakan Tidak untuk Korupsi - PEMUTARAN FILM “KITA VERSUS KORUPSI”- Wednesday, 29 February 2012 Apa jadinya bila korupsi sudah dianggap menjadi hak? Apa pula sebutannya bila kebenaran m...
-
CONFIRM YOUR TRANSFER. - From The Desk of: Mr. Andrew Tweedie, Finance Department Director International Monetary Fund(IMF) Attn: Beneficiary, I wish to inform you that after m...
news world
tuGOWA blog
Adsense
Perasaan anda ketika melihat judul di atas, sama dengan yang saya rasakan pertama kali mendengar dan melihat PTC (Paid to Click) atau mendapatkan uang dari Online di Internet. Tapi ketika saya mencoba atas anjuran teman ternyata bener… dapat uang sungguhan.
Saya akan berbagi caranya agar anda dapat mencobanya sendiri sehingga anda dapat membuktikannya, lagian gak rugi nyobak, soalnya GRATIS. Bagi anda yang belum daftar cukup klik Gambar IDR-CLICKIT di atas.
untuk mendaftar juga bisa ikuti link: http://www.idr-clickit.com/register.php/uttha.html
(lihat bukti pembayarannya: http://www.nugie.web.id/tag/idr-clickit)
MANAGER Askes (Persero) Cabang Makassar, dr Sulfikar Andi Goesli mengatakan, peserta Askes di Kab. Gowa, sebanyak 38 ribu orang (termasuk didalamnya istri, suami dan anak). Dari jumlah ini, tambah Sulfikar didampingi, Area Asisten Manager PT Askes Kab. Gowa, St Aminah Muin, diketahui masih banyak PNS pesertanya yang tidak paham hak dan kewajibannya sebagai peserta.
Makanya, terkait hak dan kewajiban peserta Askes ini, kami senantiasa melakukan sosialisasi untuk mengingatkan kembali kepada peserta Askes,'' ucap Sulfikar usai melakukan sosialisasi Askes di Baruga Krg Pattingaloang Pemkab Gowa, Senin (29/6) dihadiri Asisten III Setkab Gowa, H Abbas Alauddin dan Kadis Kesehatan, dr Herry Gaffar.
Dijelaskan Sulfikar, peserta Askes berhak mendapatkan prioritas pelayanan di Puskesmas dan pelayanan medis di rumah sakit. ''Kami imbau, kepada semua pesera Askes jika menemukan masalah terkait hak dan kewajibannya sebagai peserta, disilakan berkonsultasi ke Askes melalui Forum Konsultasi Askes Kab. Gowa yang diketuai Sekkab Gowa,'' terang Sulfikar seraya menambahkan peserta Askes melalui program Jamkesmas di Gowa sebanyak 264.469 orang dan peserta Askes sosial sebanyak 38.595 orang. ((Sar))
Sungguminasa, Tribun - Hanya karena persoalan sepele, Siti Aminah (16), warga Desa Manjapai, Kecamatan Bontonompo, nekat mengakhiri hidupnya. Siswi SMA Bontonompo Selatan ini ditemukan tergantung di kamar tidurnya, Senin (29/6) sekitar pukul 06.30 wita.Aminah ditemukan dengan leher terlilit kain sarung. Dua kain sarung yang disambungkan terikat pada balok atas kamar yang belum memiliki plafon tersebut. Badannya terdapat tanda lebam mayat berwarna kebiru-biruan.Di duga kematian korban lebih delapan jam selang waktu ditemukannya korban," ungkap Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Gowa AKBP Rudi Hananto didampingi Kepala Polsek Bontonompo AKP Mustafa Sani saat dihubungi, kemarin.Rudi mengungkapkan, korban diduga menggantungkan kain sarung tersebut dengan memanjat lemari tempat tidur. Ia lalu melilit sarung di lehernya dan mengakhiri hidupnya. Polisi sulit menemukan motif karena hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Keluarga korban juga menolak untuk dilakukan otopsi karena yakin bahwa kematian anak mereka murni karena gantung diri," jelasnya.
Dilarang PergiInformasi yang dikumpulkan, korban pada, Minggu (28/6) sekitar pukul 16.30 wita, berpamitan pada orangtuanya untuk menjenguk teman yang masih tetangganya di Rumah Sakit Padjonga Dg Ngalle, Takalar.Namun, ibu Aminah, Sena Dg Te'ne, melarang putri bungsu dari empat bersaudara tersebut pergi. Padahal Aminah sudah berpakaian rapi. Terjadi percekcokan kecil ibu dan anak tersebut. Kakak Aminah mengatakan, Aminah langsung mengambek dan lari masuk ke kamar tidurnya. Aminah mengunci kamar dari dalam. Saat malam, keluarganya beberapa kali memanggil untuk makan malam namun tidak ada direspon.Keluarga tidak ada yang curiga dan membiarkannya. Saat pagi, kembali Aminah dibangunkan dan diminta keluar. Namun tetap tidak ada sahutan dan keluarga mulai curiga. Pintu kamar digedor dan didobrak," jelasnya.Ayah Aminah, Baharuddin Dg Ngitung, mendapati Aminah sudah tergantung dengan tidak bernyawa lagi. Ibu Aminah tak henti-hentinya menangis melihat putrinya tersebut. Bahkan beberapa kali pingsan melihat mayat anak bungsunya itu.
Sore kemarin, mayat Aminah dikebumikan di pekuburan keluarga di desa tersebut.(ute)
Setiap Marah Coba Bunuh Diri
CAMAT Bontonompo Alimuddin Tiro yang dikonfirmasi juga membenarkan kematian salah seorang warganya itu. Menurutnya, dari informasi yang diterima dari kepala desa setempat, Siti Aminah dikabarkan sering mencoba bunuh diri saat marah.
Kejadian ini kami juga baru ketahui. Informasinya, yang bersangkutan sudah beberapa kali mencoba bunuh diri setiap kali marah," terang Alimuddin.
Teman korban Riska, mengaku Aminah dikenal sebagai sosok gadis pendiam dan jarang mengungkit masalah pribadinya di sekolah.(ute)
Sungguminasa, Tribun - Wakil Bupati Gowa Abd Razak Badjidu memerintahkan dinas pertambangan dan energi mengambil langkah tegas terhadap pelaku penambangan liar yang kembali marak di daerah ini. Ia meminta agar langsung ditutup jika tak memiliki izin.Kami memang sudah banyak menerima laporan bahwa sejumlah usaha tambang C di wilayah ini ternyata tidak miliki izin. Karena itu diminta dinas terkait untuk melakukan pengawasan ketat,'' tegas Razak saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, akhir pekan lalu.Menurutnya, penutupan tersebut harus dilakukan setelah dinas terkait melakukan evaluasi pengawasan aktivitas penambangan golongan C.
Usaha penambangan galian C akhir-akhir ini memang marak. Hampir di setiap kecamatan muncul penambangan liar. Rawannya karena rata-rata pengusaha tambang tidak melihat konsekwensi aturan pertambangan, misalnya galian tanah urug tidak diperbolehkan mencapai dan melebihi kedalaman satu meter.
Dalam ketentuan pertambangan, tidak ada penggalian ke dalam, tapi sifatnya hanya meratakan. Semisal perbukitan, ya diratakan. Jadi tidak menggali ke dalam. Kenapa, karena jelas akan merusak lingkungan alamm," katanya.Sehingga, distamben diminta tegas jika hasil evaluasinya nanti ditemukan ada usaha tambang yang melanggar ketentuan izin. Penambangan itu harus ditutup.(ute)
GOWA, BKM-- Menyikapi warning Kadis Pendidikan Olahraga dan pemuda (Dikorda) Kab. Gowa, H Idris Faisal Kadir yang mewanti-wanti adanya pungutan saat PSB (penerimaan siswa baru) mulai Juli mendatang, terkait dengan persyaratan pendaftaran menggunakan KTP (kartu tanda penduduk) khusus di tingkat desa/kelurahan, menurut Kadis Kependudukan Gowa, H Suwandi Mahendra, Jumat (26/6) lalu harus dipantau ketat.
Dikatakan Suwandi, pengurusan KTP memang perlu diawasi sebab sesuai Perda No 6 tahun 2008 tentang administrasi kependudukan, biaya pembuatan/cetak KTP hanya sebesar Rp 23.000 dan KK Rp 5.000. Sehingga, katanya, jika ada biaya pembuatan KTP atau KK di atas dari ketentuan itu maka dianggap pungutan.
''Jangan coba-coba pungut biaya KTP di luar ketentuan Perda yang ada. Apalagi sasaran pungutan adalah masyarakat atau orangtua siswa yang akan mendaftarkan anaknya masuk sekolah tahun ini,'' tandas Suwandi.
Suwandi juga mewarning para aparat pemerintah di bawah seperti Kades maupun Lurah untuk betul-betul selektif mengeluarkan keterangan kependudukan. Karena jangan sampai, tambah Suwandi, hanya karena mengejar 'fee' pengurusan sehingga tidak lagi obyektif memberikan keterangan kependudukan, semisal bukan penduduk Gowa tapi karena ingin sekolah di Gowa maka diupayakan diuruskan KTP maupun KK. ((Sar))
HM YUSUF Sommeng adalah satu dari sekian pejabat di Gowa yang nyatanya sangat memprioritaskan jenjang karier kepegawaiannya. Terbukti, ketika pria berbadan sedang ini ditanya-tanya soal rencananya ke depan selama belum masuk masa purnabakti, dia malah mengatakan ingin menikmati pangkat tertinggi dalam struktural ke-PNS-an.
IVe adalah pangkat PNS tertinggi. Itulah yang didambakan seorang pamong yang kini menjabat sebagai Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Gowa.
Menurut suami dari Hj Martini tersebut, keinginannya untuk menduduki pangkat tertinggi PNS itu bukan tanpa alasan. ''Saya ingin merasakan pensiun dengan status kepangkatan saya IVe atau pangkat tertinggi PNS sekarang pangkat saya IVd. Banyak orang yang pensiun hanya sampai pada pangkat IVa bahkan dibawahnya. Itulah satu-satunya harapan saya dan impian saya jadi PNS,'' kata putra H Sommeng Puang Punna (alm) dan Hj Rosmini ini. ((Sar))
GOWA, BKM-- Dua warga Desa Rappolemba, Kec. Tompobulu, Gowa, yakni Sanuddin dan Ciwang, akhirnya dibebaskan pihak Polsekta Tompobulu setelah selama sebulan mewndekam di tahanan mapolsek karena dengan tuduhan illegal loging di kawasan hutan lindung di kecamatan itu. Keduanya dibebaskan Kamis (18/6).
Pembebasan mereka berdasarkan klarifikasi yang dilakukan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Gowa bahwa keduanya tidak melakukan penebangan pohon di dalam kawasan hutan lindung.
Seperti dijelaskan Mujiono Natsir, tim survey dan pemetaan hutan Dishutbun Gowa saat dikonfirmasi, Jumat (26/6) lalu mengatakan, sesuai hasil survey tersebut melalui GPS dipastikan kawasan tempat kedua warga itu mengambil kayu, tidak masuk kawasan hutan lindung.
Sementara itu, Kapolsekta Tompobulu, AKP Zainul Rijal saat dimintai penjelasannya hanya menyerahkan hal tersebut ke Polresta. ''Silakan tanyakan ke Kapolres,'' katanya. Sedang, Kasat Reskrim Polresta Gowa, AKP Agussalim yang dihubungi Minggu (28/6) kemarin tak ada jawaban.
Di lain pihak, penangkapan kedua warga ini disayangkan masyarakat setempat. Mereka menilai, pihak Kepolisian harus secepatnya merehabilitasi nama yang telanjur disebut tersangka illegal loging. (sar))
SONNENG, seorang warga Dusun Tompobalang, Desa Manuju, Kec. Manuju, Kab. Gowa bersorak gembira ketika namanya disebut sebagai pemenang undian hadiah pembayar PBB (pajak bumi bangunan) tercepat dengan besar pajak Rp 30 ribu per tahun.
Warga tersebut meraih sebuah televisi 14 inc yang diserahkan Camat Manuju, Marsuki M didampingi Sekcam, Tabran Nassa. Pengumuman undian PBB tersebut, dirangkai pencanangan bulan bakti BKKB-PKS (badan koordinasi keluarga berencana-peningkatan keluarga sehat), Kamis (25/6) lalu bertempat di kantor Desa Manuju, dihadiri jajaran pejabat Pemkab Gowa, Muspida, PKK serta BKKB-PKS Gowa. ((sar))
SUDARMIN mengaku sempat nervous saat melihat tim juri dari P4TK (proyek pengembangan pendidikan tenaga kesenian dan budaya) Jakarta, sampai geleng kepala melihat hasil kreasi kulit bikinannya yang berbentuk keranjang koran, sederhana tapi elegan. Lebih nervous lagi ketika tahu hanya dirinya seorang yang baru berusia 17 tahun, masih kelas I lagi, padahal peserta lomba kreativitas siswa (LKS) lainnya sudah duduk di kelas III SMK.
Patut diacungi jempol, karena ternyata Sudarmin yang baru dididik 6 bulan di kria kulit SMKN 2 Somba Opu sudah mampu berkreasi dan meraih juara harapan I nasional untuk hasil produksinya tersebut. Jurusan yang diambil (kria kulit) memang bukan pilihannya. Kedua dari empat bersaudara ini, awalnya masuk ke SMKN 2 Somba Opu membidik otomotif. Tapi setelah dites, tidak lulus.
Bersama 20 orang temannya yang juga tak lulus di kria itu, akhirnya pihak sekolah yang dipimpin Yayu Wahyuni Yuritman ini, mengalihkan mereka masuk kria kulit, yang kebetulan baru dibuka. Jadilah Sudarmin, siswa di kria itu. Waktu demi waktu otak dan kreativitasnya diasah guru pembimbing, diantaranya Saikon Surahman.
Waktu enam bulan tak dirasa, pusatpun mengelar lomba keterampilan siswa khusus untuk kulit. Dari 21 siswa yang dibimbing Sudarmin yang terlihat lebih menonjol kreasinya. Dia pun diutus mewakili SMKN 2 ke nasional, sebelumnya meraih predikat terbaik di tingkat provinsi.
Pada ajang lomba kompetensi di Jakarta baru-baru ini, Sudarmin menampilkan hasil kreasinya dalam bentuk kotak keranjang multifungsi berukuran 42 Cmx24 Cmx30 Cm. Ide kotak keranjang ini hasil rembukan guru pembimbingnya, Saikon Surahman. ''Saya lihat anak ini memang kreatif, cepat tanggap. Keunggulannya yang lain karena dia bisa menjahit sehingga kreasinya mulus,'' kilah Saikon Surahman yang mendampingi Sudarmin yang mengerjakan kreasinya selama dua setengah hari dari tiga hari yang disiapkan panitia.
Diakui Sudarmin, saat ini dia mulai mencintai keahliannya itu, apalagi kakaknya yang alumnus SMK jurusan otomotif dinilainya akan sangat bermanfaat bagi kreasinya nanti, jika suatu saat dirinya akan berkreasi kerajinan kulit yang menggunakan media besi atau logam. ''Kakak saya punya usaha bengkel las, yah mungkin akan sangat membantu saya nantinya,'' kata Sudarmin. ((*/sar))
GOWA, BKM-- Wabup Gowa, H Abd Razak Badjidu memerintahkan Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kab. Gowa, agar menutup usaha tambang galian C yang tidak memiliki izin. Hal itu ditegaskan Wabup, Jumat (26/6) kemarin menyikapi banyaknya usaha tambang di Gowa yang terkesan liar tanpa izin atau SIPD (surat izin penambangan daerah) yang dikeluarkan Distamben.
Ditegaskannya, warning penutupan itu harus dilakukan setelah pihak Distamben membuat jadwal lengkap untuk melakukan evaluasi terhadap aktivitas pertambangan golongan C selama ini. ''Kami menag sudah banyak menerima laporan bahwa sejumlah usaha tambang C di wilayah ini ternyata tidak miliki izin. Karena itu diminta dinas terkait untuk
melakukan pengawasan ketat,'' kata Wabup.
Usaha penambangan galian C akhir-akhir ini memang marak. Hampair di mana-mana di sejumlah kecamatan, penambangan ini ada. Rawannya karena rata-rata pengusaha tambang tidak melihat konsekwensi aturan pertambangan, misalnya galian tanah urug tidak diperbolehkan mencapai dan melebihi kedalaman satu meter.
''Dalam ketentuan pertambangan, tidak ada penggalian ke dalam, tapi sifatnya hanya meratakan. Semisal perbukitan, ya diratakan. Jadi tidak menggali ke dalam. Kenapa, karena jelas akan merusak lingkungan alam. Jadi diperintahkan kepada Distamben, jika dalam evelausinya nanti ditemukan ada usaha tambang yang melanggar ketentuan izin, terpaksa harus ditutup,'' tandas Wabup.
Salah satu usaha penambangan galian C yang kini disoroti warga yakni yang berlokasi di sekitar danau awang, Kel. Romanglompoa, Kec. Bontomarannu, diduga lokasi ini tanpa izin. ((Sar))
GOWA, BKM-- Dari 838 siswa yang terdaftar mengikuti ujian nasional paket C (untuk tingkat SMA) sejak Selasa (23/6) lalu, hanya diikuti sekitar 660 siswa, 178 orang lainnya tidak hadir tanpa alasan jelas hingga ujian berakhir hari ini, Jumat (26/6).
Kabid Pendidikan Non Formal dan Prasekolah Dinas Dikorda Gowa, H Ismail ditemui di ruang kerjanya, Kamis (25/6) kemarin, mengatakan, rata-rata siswa yang tidak ikut ujian paket C itu berasal dari Ponpes. ''Kami tidak tahu apa alasan para sisdwa sehingga tidak hadir mengikuti ujian paket C,'' ucap H Ismail.
Sementara untuk rencana pelaksanaan ujian paket B (tingkatan SMP), pendaftarannya telah dibuka sejak dua hari lalu dan berakhir hari ini, Jumat pukul 16.00 Wita (sesuai jam berkantor pegawai di SKB Jl KH Wahid Hasyim, Sungguminasa sebagai tempat pendaftaran paket C dan B). Sedang pelaksanaan ujiannya berlangsung 1-3 Juli.
Sampai saat ini, kata H Ismail, siswa yang mendaftar ujian paket B baru berkisar 300-an lebih dari 721 siswa SMP yang tidak lulus UN tahun ini.
Sementara khusus siswa SMK selama ini belum ada dalam aturan ujian paket C karena yang ada hanya untuk sekolah tingkatan SMA. ''Tapi kalau ada siswa SMK yang mau ikut ujian paket C ini dibolehkan hanya saja harus memilih jurusan yang akan diikuti, misalnya jurusan IPA atau IPS atau bahasa dengan membuat pernyataan, apapun hasil ujiannya dia harus menerima. Makanya, kami sarankan siswa SMK yang mau paket C sebaiknya ikut pada periode kedua yakni Nopember agar ada kesempatan untuk ikut bimbingan belajar jurusan di SMA sebelum ujian paket C,'' kata H Ismail lagi. ((Sar))
GOWA, BKM-- Daya tampung SMPN 2 Barombong tak lagi mampu mengimbangi jumlah calon siswa baru yang akan mendaftar, sehingga dalam penerimaan siswa baru (PSB) Juli mendatang, sistemnya diperketat. Syarat utama PSB di sekolah yang dipimpin Adnan selaku kepala sekolah yakni calon siswa harus lulus tes baca tulis Alquran. Syarat lainnya adalah bobot nilai raport yang sudah ditetapkan standarnya.
Kepala SMPN 2 Barombong, Adnan, Rabu (24/6) di kantornya mengatakan, sistem PSB tahun ini lebih selektif dibanding sebelumnya. Jika tahun lalu masalah baca tulis Alquran cukup melampirkan sertifikat TPA (Taman Pendidikan Alquran) saja, maka sekarang harus melalui uji baca tulis Alquran. Dikatakan Adnan, sistem itu dilakukan bertolak pengalaman lalu dimana terdapat beberapa pemilik sertifikat TPA yang diterima, setelah duduk dibangku SMPN 2 ternyata belum mengenal huruf hijaiyah (huruf Arab). Juga perihal nilai rata-rata rapor belum selektif dan maksimal. ''Makanya, tahun ini kedua unsur tersebut menjadi syarat utama. Nilai rata rapor akan dirangking, sehingga yang akan diterima sesuai urutan rangking saja,'' terangnya.
Adnan bersama Kasi TU, Abd Wahid Naba, menambahkan, pendaftar tahun lalu mencapai 365 orang, yang diterima 240 orang. Jumlah siswa kelas I dan II saat ini sebanyak 318 orang. Khusus PSB tahun ini, pihaknya hanya menerima 160 calon siswa untuk mengisi empat kelas. (sar)
GOWA, BKM-- Mulai 29 Juni hingga 12 Juli masa penerimaan siswa baru (PSB) untuk tingkat SMA-SMK, telah berjalan. Kadis Pendidikan Olahraga dan Pemuda (Dikorda) Gowa, H Idris Faisal Kadir kepada media, Kamis (25/6) kemarin di kantornya mengatakan, meski rambu pendidikan gratis sudah ada, namun dirinya masih was-was pungutan kepada orangtua siswa bisa terjadi lagi. Yakni melalui pengurusan KTP.
Syarat utama penerimaan siswa adalah ketentuan KTP orangtuanya, apakah dia penduduk asli Gowa atau bukan. Makanya, KTP ini juga rawan menjadi sasaran empuk pelaku pungutan. Bisa jadi ada oknum yang manfaatkan momen ini
Makanya, kami wanti-wanti permasalahan ini dengan berkoordinasi dengan instansi penerbit KTP, karena tak urung pula ada kecenderungan permainan di tingkat desa atau kelurahan, meski kita tahu penerbitan KTP tentu ada Perda. Tapi pungutan tambahan memungkinkan saja terjadi jika ada permintaan proses KTP cepat. Yang lebih berakses menimbulkan pungutan adalah pembuatan keterangan kependudukan di desa/kelurahan,'' tutur H Idris didampingi Kabid Dikmen, H Syamsuddin.
Dikatakannya, untuk PSB tingkat SMA telah berjalan sejak Mei hingga kini. Untuk SMA dengan standar sekolah SBI (sekolah berbasis internasional) telah melakukan pengambilan formulir 27-30 Mei, pengembalian 1-4 Juni, pengumuman 7 Juni, pendaftaran ulang 8 Juni. Untuk SMA SSN (sekolah standar nasional) pengambilan formulir 29 Juni-1 Juli, pengembalian 2-4 Juli, pengumuman 8 Juli dan pendaftaran ulang
9-12 Juli. SMA SS (sekolah standar) pengambilan formulirnya 6-8 Juli, pengembalian 8-9 Juli, pengumuman 11 Juli dan pendaftaran ulang 11-12 Juli.
Khusus untuk SMK dengan standar sekolah RSBI (rintisan sekolah berstandar internasional) pengambilan formulirnya 13-20 Juni, pengembalian 22-27 Juni, pengumuman 30 Juni dan pendaftaran ulang 1-8 Juli. SMK SS pengambilan formulirnya 22 Juni-3 Juli, pengembalian 23 Juni-4 Juli, pengumuman 5 Juli dan pendaftaran ulang 6-8 Juli. Efektif belajar dimulai 13 Juli. ((Sar))
SMPN 3 Pallangga, Kec. Pallangga, Kab. Gowa, Kamis (25/6) kemarin melakukan penamatan plus perpisahan alumninya tahun ajaran 2008-2009 ini. Penamatan itu
dihadiri ratusan siswa setempat termasuk para orangtua siswa kelas III yang tamat tahun ini.
Kepala SMPN 3 Pallangga, H Syahruddin mengatakan, dari 200 siswa yang mengikuti ujian nasional, 1 orang siswa mengundurkan diri dan 173 siswa dinyatakan lulus. Kelulusan siswanya yang mencapai 92,7 persen itu, cukup diamininya. Selain karena upaya peningkatan mutu siswa betul-betul diutamakan, juga karena SMPN 3 Pallangga yang telah memiliki ruang belajar sebanyak 18 kelas dibina 41 guru yang berasal dari PNS dan guru tidak tetap itu, eksis melakukan kegiatan proses belajar mengajar.
Penamatan itu juga dihadiri Kadis Dikorda Gowa, H Idris Faisal Kadir, Kacabdis Pallangga serta pengawas, komite dan jajaran guru setempat. ((rif/sar))
Masamba, Tribun - Sebanyak 17 orang petani kakao asal Kabupaten Gowa melakukan studi banding di Kabupaten Luwu Utara (Lutra), selama dua hari, 24-25 Juni.
Selama berada di Lutra, petani asal Gowa ini berguru ke petani kakao Lutra mengenai tata cara sambung samping, sambung pucuk, sistem perawatan, dan peningkatan produksi tanaman kakao.
Hal itu diungkapkan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) Lutra, Muhammad Sadiq, melalui telepon selularnya, Kamis (25/6).
"Sejauh ini mereka ingin melihat kegiatan instensifikasi, rehabilitasi dan pembibitan sematic embriogenetic (SE) termasuk sambung pucuk di kelompok tani," kata Sadiq.
Dengan areal perkebunan kakao seluas 56,393 hektare, Lutra dikenal sebagai sentra penghasil kakao terbesar di Sulsel dengan produksi dalam lima tahun terakhir mencapai 20.175 ton atau 250-500 kg per hektare per tahun.
Tahun ini pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp 79,43 miliar untuk pembenahan tanaman kakao yang saat ini mengalami kelesuhan sebagai akibat menurunnya produksi dan produktifitas serta kualitas kakao akibat serangan hama PBK, VSD, dan bencana alam.
Dari Rp 79,43 miliar, Rp 44,3 miliar dikelola oleh pemerintah dan Rp 35,13 miliar dikelola Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan untuk membiayai kegiatan pengadaan pupuk, pestisida, dan pengadaan bibit sematic embryogenesis.
RIZAL Dg Gassing (37), warga Kel. Katangka, Kec. Somba Opu, Sungguminasa tewas seketika di TKP (tempat kejadian peristiwa) setelah ditabrak sebuah mobil di poros Kec. Bontonompo-Bajeng tepatnya di Km 20. Peristiwa lakalantas yang sempat memacetkan arus lalulintas sepanjang satu kilometer itu terjadi sekitar pukul 16.30 Wita, Rabu (24/6) kemarin.
Rizal yang tergeletak bermandikan darah langsung dikerumuni warga setempat, sementara mobil yang menabraknya langsung tancap gas, melarikan diri. Motor shogun yang dikendarai korban nopol DD 8682 BG mengalami ringsek parah.
Petugas Satlantas Polresta Gowa dan Polsekta Bontonompo langsung mengevakuasi lokasi tabrakan. Sedang korban dibawa ke rumah sakit terdekat. Arus lalulintas baru normal kembali satu jam setelah kejadian. ((K4/sar))
GOWA, BKM-- Penegakan aturan yang telah ditetapkan tim penertiban terpadu Pemkab Gowa terhadap aktivitas truk-truk pengangkut tambang galian C, seakan tak bergigi. Pasalnya, meski sudah ada edaran Pemkab terkait aturan standar yang harus diikuti semua truk seperti tidak memasang lampu sorot di bagian belakang, memasang terpal penutup material, bak harus standar (125 Cm untuk truk kecil dan 150 Cm untuk truk 10 roda) serta muatan tidak melebihi 20 ton, para sopir truk masih tetap juga tidak mengindahkannya.Seperti aktivitas dua truk di poros Malino Raya, Rabu (24/6) kemarin. Pada sekitar pukul 09.30 Wita, dua truk masing-masing truk 10 roda mitsubhisi warna hijau nopol DD 9709 S memuat pasir dan truk dyna warna kuning nopol DD 9675 R mengangkut tanah timbunan, melanggar ketentuan edaran Pemkab tersebut. Akibatnya, sejumlah pengendara sepeda motor di belakang kedua truk ini harus menikmati terpaan debu dan pasir halus yang membuat mata perih.
Kadis Perhubungan dan Kominfo Gowa, H Tajuddin Nur yang dikonfirmasi, kemarin terkait membandelnya para sopir truk itu, mengatakan, pihaknya kini lebih mengefektifkan pengawasan tim penertiban. ''Kami berterima kasih karena masyarakat langsung mengontak kami dengan adanya aktivitas truk yang kembali melanggar ketentuan itu. Tim penertiban akan semakin meningkatkan pengawasan di lapangan,'' ucap H Tajuddin. ((Sar))
JELANG musim penerimaan siswa baru (PSB) merupakan ajang rawan terjadinya pungli atau pungutan liar terhadap para calon siswa. Kini Pemkab Gowa telah mencanangkan pendidikan gratis. Karena itu, para pengelola sekolah baik itu negeri maupun swasta yang masuk program gratis ini, dilarang untuk tidak lagi melakukan pungutan terhadap siswa utamanya saat PSB berjalan.
Kadis Dikorda Gowa, H Idris Faisal Kadir, Rabu (24/6) kemarin menegaskan, pihaknya telah mewarning seluruh kepala sekolah mulai tingkat SD hingga SMA yang membuka PSB bulan mendatang, agar tidak melakukan pungutan apapun dan sebesar apapun dari para calon siswa. Pasalnya, seluruh item yang berindikasi pungutan tersebut, kini sudah difasilitasi dalam protap anggaran pendidikan gratis masing-masing sekolah.
''Jangan ada kepala sekolah terlebih guru-guru yang melakukan pungutan dalam bentuk apapun atau mengorganisir suatu kepentingan belanja kebutuhan calon siswa pada toko atau pedagang tertentu. Jika ada yang ditemukan, maka sanksinya berat, akan dicopot dari jabatan atau dipecat,'' warning Kadis. ((Sar) )
GOWA, BKM-- Koperasi Daerah (Kopda) Kab. Gowa kini tak jelas statusnya. Jangankan aset maupun saldonya, struktur kepengurusannya pun tak jelas. Hal itu diakui sendiri, H Abbas Alauddin, seorang dari tiga aparat yang ditunjuk selaku pengawas Kopda.
Ditemui di ruang kerjnya, Rabu (24/6) kemarin, Asisten III Setkab Gowa ini juga merasa heran dengan kondisi Kopda yang anggotanya mayoritas PNS Gowa itu, sekarang tak jelas statusnya. ''Saya sendiri terlibat di Kopda itu tanpa SK, hanya ditunjuk saja sehingga saya tidak tahu siapa lagi pengawasnya selain saya dan Abd Salam (mantan Kepala Ketertiban Gowa),'' jelas Abbas.
Dikatakannya, Kopda memang sudah hancur sejak masa kepengurusan Abd Rahman (mantan Kabag Organisasi Setkab Gowa).
Setelah itu tahun 2004 berganti kepengurusan ke tangan H Abd Latif Hafid (mantan Kadis Perhubungan). Tahun itu, Kopda sempat bangkit dengan usaha swalayan bekerjasama dengan WMart (sebuah swalayan di Sungguminasa). Namun lambat laun, usaha itu mundur dan amburadul hingga sekarang.
''Yang saya tahu, bendaharanya itu bernama Dg Kebo dan sekretarisnya bernama Ismail (pegawai di Disperindag). Waktu saya jadi pengawas, sistem pengawasan jalan tapi hanya ketika ada kegiatan Kopda. Asetnya tidak ada tapi yang ada saldo simpan pinjam. Namun, saya sendiri tidak tahu kemana rimba saldo itu, yang jelas, Kopda sudah hancur ketika sebelum Latif Hafid ditunjuk mengurusinya,'' jelas Abbas.
Abd Salam, yang dimintai komentarnya terpisah kemarin di kantor Pemkab, mengatakan hal sama. Sama seperti Abbas Alauddin, dia juga tidak dibekali SK selaku pengawas. ''Sampai saat ini saya tidak tahu perkembangannya, karena setelah swalayan itu bubar, Kopda tidak pernah terdengar lagi,'' kilah Abd Salam yang juga mantan Camat Tompobulu ini.
Tapi menurut Abd Salam, sebaiknya Kopda itu dihidup lagi namun diserahkan pengelolaannya kepada Dinas Koperasi dan UMKM Gowa. ''Harus dilakukan RAT (rapat anggota tahunan) luar biasa, lalu inventarisasi seluruh aset maupun saldo yang ada, karena Kopda itu sebetulnya cukup potensi bila dikelola baik sebab anggotanya mayoritas PNS,'' jelas Abd Salam. ((Sar))
DARI masa ke masa, Sungguminasa sebagai ibukota Kabupaten Gowa turun temurun kental dengan nuansa kerajaan. Namun karena era globalisasi makin pesat, sehingga predikat kerajaan itupun berangsur-angsur berkurang hingga akhirnya yang tersisa hanya nama saja. Karena itu Pemerintah Kabupaten Gowa akan mengembalikan lagi nuansa itu dengan kemasan yang memikat animo wisatawan untuk mengenang kesakralan kota raja Gowa. Dalam bentuk apa gebrakan tersebut?
Sejumlah situs sejarah kerajaan Gowa yang tersebar di beberapa tempat dalam kota Sungguminasa, sampai kini menjadi momen kuat penarik wisatawan mancanegara maupun domestik. Namun sayangnya situs-situs itu, turun temurun pula dalam kondisi wajah yang begitu-itu saja. Ibarat yang menarik dari situs itu hanya obyeknya saja seperti fisik Istana Balla Lompoa, makam raja-raja Gowa diantaranya makam Sultan Hasanuddin, makam Syekh Yusuf, makam Arung Palakka serta sebuah masjid tua Katangka.
Di sekelilingnya tidak ada yang menarik perhatian, sehingga terkesan hanya menimbulkan rasa jenuh bagi wisatawan yang melihatnya. Membaca kehambaran itu, pemerintah kabupaten pun mulai membuka mata. Kini revitalisasi mulai dibidikkan kepada semua situs sejarah tersebut. Situs yang kokoh dengan tampilan kawasan yang indah menjadi motivator pemerintah kabupaten untuk melakukan perubahan suasana (tanpa merubah kondisi situs yang paten) dengan satu harapan akan menjadi penarik wisatawan ke Gowa.
Tahun 2009 ini, Pemkab pun memulai gebrakan revitalisasi itu, yakni pada kawasan Istana Balla Lompoa yang kini sudah menjadi museum sejarah serta tiga makam pahlawan (dua di antaranya makam pahlawan nasional) yakni Sultan Hasanuddin (raja Gowa ke XVI), Syekh Yusuf Tuanta Salamaka serta makam Arung Palakka. Lainnya adalah masjid tua Katangka. Masjid ini dibangun tahun 1603 semasa kepemimpinan raja Gowa, Sultan Alauddin.
Untuk rencana revitalisasi istana sudah dilakukan ekspose desain dengan rencana anggaran Rp 23 miliar sharing APBD kabupaten dan APBD provinsi. Sama halnya dengan bakal revitalisasi tiga makam dan masjid tua tersebut. Hanya saja, untuk revitalisasi makam dan masjid itu anggarannya belum diketahui dari provinsi, termasuk belum dilakukan ekspose. Eksposenya pernah dijadwalkan Pemkab Gowa, Senin (22/6) lalu, namun tertunda.
Menyikapi bakal dilakukannya revitalisasi sejumlah obyek wisata tersebut, Kadis Pariwisata Seni Kebudayaan Gowa, Rimba Alam Pangeran, Rabu (24/6) kemarin di kantornya menjelaskan, rencana ini sudah keluar sejak masih HSyahrul Yasin Limpo jadi Bupati Gowa dan rencana itu diperbaharui kembali H Ichsan Yasin Limpo, Bupati sekarang.
Kedepan nanti, kata Rimba, kelima situs ini diharapkan memberi nuansa kunjungan yang lebih tinggi terhadap wisatawan dan akan makin nampak satu kawasan khusus, di mana Sungguminasa betul-betul disulap menjadi kawasan bernuansa kota raja.
Sungguminasa, nantinya akan menonjolkan sebuah situs sejarah yang besar di zamannya. ''Kalau dulu kota ini syarat aktivitas orang kerajaan, maka sekarang setelah revitalisasi, yang dominan adalah aktivitas wisatawannya, artinya untuk mendatangi satu kawasan wisata situs sejarah ini ke tempat yang lainnya lagi, akan difasilitasi kendaraan khas zaman kerajaan dulu,'' kata Rimba. ((*))
GOWA, BKM-- Truk milik Dinas PU Kab. Gowa, tanpa alasan jelas tiba-tiba dilempari batu oleh salah seorang anggota TNI di kawasan Rinif Dam VII Wirabuana Pakkatto, Kec. Bontomarannu. Peristiwa pelemparan yang dilakukan oknum TNI siang, Selasa (23/6) ini tak hanya sebatas itu, tapi juga memaksa sopir truk berwarna kuning itu, untuk membongkar muatannya di depan pusat pendidikan dan latihan TNI tersebut.Dg Nya'la (55), sopir truk PU itu langsung melapor ke Pemkab yakni ke Dinas PU Gowa. Menurut Dg Nya'la, perilaku oknum TNI yang tiba-tiba itu membuatnya ketakutan, sehingga dia menurut saja ketika disuruh membongkar muatan berupa material tambang C yang sedang diangkutnya saat itu.
Kadis PU Gowa, H Muh Amin Yakub yang dikonfirmasi terkait insiden itu, via telepon kemarin, belum mau berkomentar banyak. Amin mengatakan, masih sementara mericek kebenaran peristiwanya.
Sementara itu, Dandim 1409 Gowa, Letkol Inf S Aris Nurcahyo yang dikonfirmasi terpisah kemarin membenarkan adanya insiden tersebut. Aris mengatakan, anggota TNI yang berbuat itu belum diketahui secara pasti identitasnya namun hasil ricek awalnya, diketahui oknum anggota tersebut adalah anggota Rinidam VII namun dinas luar dan diduga oknum tersebut, stress. Namun dikatakan Aris, pihaknya masih mengusut dan tetap berkoordinasi dengan kesatuan anggota TNI tersebut, apalagi anggota Siaga Rindam VII setempat mengaku belum tahu.
Lebih lanjut, Dandim mengatakan, kronologis kejadian berdasar data saksi di lapangan, mobil dinas PU itu dilempari batu pada radius 50 meter sebelum pintu masuk utama Rindam VII. ((Sar) )
GOWA, BKM-- Untuk kesekian kalinya, Bupati Gowa, H Ichsan YL memanen padi yang menggunakan sistem IPAT BO atau intensifikasi padi aero teknologi berbasis organik. Panen kemarin, Selasa (23/6) berlokasi di Desa Majannang, Kec. Parigi. Bupati bersama Muspida dan pejabat Pemkab Gowa lainnya, larut dalam panenan itu. Namun sebelumnya, Bupati menyempatkan diri menghitung sendiri bulir padi tersebut, untuk mengentahui dasar ubinan padi sistem IPAT BO ini per hektarenya.
Sejak Gowa menerapkan sistem penanaman dengan teknologi IPAT itu, hasil panenan padi di sejumlah wilayah ujicoba cukup memuaskan, tak terkecuali di Majannang yang menggunakan bibit unggul ciheran. Padi sistem IPAT BO di wilayah pemekaran Kec. Tinggimoncong ini, mencapai 9,6 ton per hektare untuk gabah kering panen (GKP) dan mencapai 8,6 ton per hektarenya untuk gabah kering giling (GKG).
Bupati, H Ichsan YL pada kesempatan panenan itu, kemarin mengatakan, kenaikan tingkat produksi dengan menggunakan program berbasis IPAT-BO ini menunjukkan jika program tersebut sudah dapat diterima oleh masyarakat petani.
Dikatakan Bupati, untuk mengetahui jumlah produksi dalam program IPAT-BO, maka yang perlu diketahui berapa anakan dan malai yang dihasilkan. Anakan untuk pola tradisional hanya 14 sampai dengan 16 anakan, sedangkan IPAT-BIO mencapai 18 anakan. Per satu malai pola tradisional hasilkan 120 bulir, sedang pada pola IPAT-BO mencapai 182 bulir padi.
''Tapi saya belum puas pada hasil ini, sebab hasil hitungan saya permalainya malah 300 bulir,'' ujar Bupati sembari mengingatkan kepada penyalur bibit padi untuk tidak sembarang memasukkan bibit varietas ke Gowa sebelum melakukan demplot, karena sangat dikhawatirkan akan merugikan masyarakat. ''Lebih baik yang rugi pemerintah dari pada masyarakat,'' jelas Bupati. ((Sar))
KABID Pendidikan Non Formal dan Prasekolah Dinas Dikorda Gowa, H Ismail, Selasa (23/6) kemarin menyampaikan agar seluruh siswa SMP yang gagal UN tahun ini, segera mendaftarkan diri untuk mengikuti ujian nasional paket B. Meski jadwal ujian paket B dari provinsi belum ada, namun kata Ismail, para siswa diwarning untuk mempersiapkan diri sebelumnya, agar tidak ada siswa gagal itu yang tidak ikut dalam ujian tersebut.
Kami sudah menyampaikan hal ini kepada para kepala sekolah agar menyiapkan siswanya tersebut, karena jika nanti terlambat mendaftar maka terpaksa harus menunggu ujian paket B tahun berikutnya,'' kilah H Ismail seraya mengatakan, pendaftaran ujian paket B dilakukan satuan pendidikan non formal di kantor Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Jl KH Wahid Hasyim Sungguminasa. ((Sar))
Sungguminasa, Tribun - Pengumunan kelulusan siswa sekolah menengah pertama (SMP) telah dilaksanakan, Selasa (23/6). Di Gowa, sekitar 721 orang siswa tidak lulus dari 8.063 siswa peserta UN.
Bagi siswa yang tidak lulus, Dinas Pendidikan Olahraga dan Pemuda (Dikorda) Kabupaten Gowa memberikan kesempatan memperoleh ijasah setara melalui ujian paket B yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Kepala Bidang Pendidikan Nonformal dan Prasekolah Ismail mengatakan, pendaftaran paket B sudah dibuka dan hanya berlangsung sekitar tiga hari. Siswa yang berminat dapat mendaftar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Jl KH Wahid Hasyim Sungguminasa.
Paket C
Sementara itu, ujian paket C telah dimulai sejak kemarin. Sekitar 835 siswa SMA dan sederajat ikut ambil bagian dalam ujian tersebut. Ujian akan berlangsung hingga, Jumat (26/6) mendatang.
Ismail mengatakan, peserta terdiri atas 574 orang dari pendidikan nonformal dan 261 orang dari pendidikan formal. Diakui masih banyak siswa SMA dan sederajat tidak bisa ikut karena terlambat mendaftar.
"Tidak mungkin lagi ada pendaftar yang diterima karena ujian sudah terlaksana. 'Tapi siswa tidak usah kecewa karena masih ada ujian paket C tahap kedua yang akan dilaksanakan 10 November mendatang,'' jelasnya.(ute)
Sungguminasa, Tribun - Kuasa hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gowa akan menyerahkan secara resmi memori banding putusan dugaan penggelembungan suara di KPU Gowa ke Pengadilan Negeri (PN) Sungguminasa, Rabu (24/6).
Dugaan penggelembungan suara tersebut mendudukkan Ketua KPU Gowa Hirsan Bachtiar dan Ketua Pokja Penghitungan Suara Risma Niswaty sebagai terdakwa. Keduanya divonis bersalah oleh majelis hakim PN Sungguminasa dalam sidang putusan, Senin (22/6).
Hirsan dan Risma dijatuhi hukuman 15 bulan penjara dan denda Rp 15 juta subsider dua bulan kurungan. Keduanya dinilai terbukti melakukan perubahan rekapitulasi perolehan suara hasil pemilu legislatif 2009 lalu.
Mereka dianggap terbukti melanggar pasal 299 ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) Anggota DPR, DPD, dan DPRD juncto pasal 55 ayat satu KUHPidana.
Ketua Tim Kuasa Hukum KPU Gowa Marhumah Majid mengatakan, pengajuan memori banding rencananya diserahkan, Selasa (23/6) kemarin. Namun, putusan resmi tertulis majelis hakim belum diteirma terpidana sehingga memori banding belum diserahkan.
"Coba kalau tadi malam diserahkan atau tadi pagi, mungkin siang ini (kemarin) sudah kami masukkan memori banding. Putusan itu kan dasar kami mengajukan banding," katanya saat dihubungi Tribun, kemarin.
Dijelaskan, pihaknya berencana mengajukan bantahan atas putusan majelis hakim. Tidak ada pengajuan bukti baru. Memori banding itu sekaligus memuat banding atas penolakan eksepsi yang diajukan pada persidangan lalu.
"Apa yang menjadi pertimbangan hakim tidak sesuai fakta di persidangan. Banyak fakta yang dibolak-balik. Termasuk keterangan saksi banyak yang bohong," tegasnya.(ute)
Sungguminasa, Tribun - Sebuah mobil operasional milik milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Gowa dilempari batu seseorang yang diduga oknum TNI di depan Rinif Dam VII Wirabuana, Pakkatto, Kecamatan Bontomarannu, Selasa (23/6) siang.
Oknum seperti tentara tersebut tak hanya melempari truk yang melintas depan pusat pendidikan dan latihan TNI tersebut. Ia juga memaksa sopir, Dg Nya'la (55), membongkar muatan sirtu truk tersebut.
Usai kejadian itu, sopir langsung melamporkan apa yang dialaminya ke Dinas PU di Sungguminasa. Dg Nya'la mengaku takut saat ditahan dan diminta menurunkan muatan sehingga mengikuti perintah oknum tersebut.
Kepala Dinas PU Gowa Muh Amin Yakub yang dikonfirmasi wartawan kemarin belum bersedia berkomentar banyak. Ia mengaku sementara mengecek kebenaran peristiwa itu.
Terpisah, Komandan Kodim 1409 Gowa Letkol (Inf) S Aris Nurcahyo mengakui peristiwa itu. Menurutnya, pelaku memang oknum TNI yang diduga mengalami stress.
"Anggota Rindam tapi dinas luar. Pelakunya diduga mengalami stress. Kasus ini masih dalam penyelidikan," ungkap Aris saat dikonfirmasi per telepon.
Menyangkut siapa oknum tersebut, Aris belum mau menyebut dengan alasan masih dalam pencarian. Usai kejadian, pelaku langsung melarikan diri.(ute)
Sungguminasa, Tribun - Setelah suksek meningkatkan tingkat kelulusan di SMA dan sederajat, hasil ujian nasional (UN) SMP dan sederajat juga meningkat dibanding tahun 2008. Tingkat kelulusan tahun ini mencapai 92,64 persen.
Tahun 2008 lalu, angkat ketidaklulusan di Gowa mencapai 28,75 persen atau dari 4.939 peserta, sebanyak 1.420 orang tidak lulus. Tahun ini, dari 8.063 orang peserta, hanya 721 orang yang tidak lulus atau 7,36 persen.
Kepala Dinas Pendidikan Olahraga dan Pemuda (Dikorda) Gowa Idris Faisal Kadir mengatakan, ketidaklulusan itu terdiri atas siswa SMP sebanyak 449 orang dari 6.093 peserta dan 252 siswa MTs dari 1.970 peserta.
Selain ada beberapa sekolah yang berhasil meluluskan semua siswanya, ada
juga beberapa siswa yang prestasinya sangat menonjol sampai meraih nilai sempurna dalam pelaksanaaan UN," ungkap Idris didampingi Kabid Pendidikan Dasar Sappe Mangiriang di ruang kerjanya, Senin (22/6).
Antara lain, pada bidang studi matematika masing-masing nilai 10 diraih Ninik Fitriani Muin (SMPN 1 Sungguminasa), Rahmatullah Ahmad (SMPN 1 Bajeng), Rifka Marwani (SMPN 1 Sungguminasa), dan Eka Putri Nursyam (SMPN 2 Sungguminasa).
Kami sangat bersyukur karena ternyata keberadaan pendidikan gratis malah memicu peningkatan mutu pendidikan di Gowa," katanya.
Bulukumba
Sementara itu di Kabupaten Bulukumba, ketidaklulusan siswa SMP tahun ini mencapai 266 orang. Terdiri atas SMP 136 orang, MTS 71 orang, dan 59 orang dari SMP terbuka.
Kami baru saja menerima informasi dan memang banyak siswa yang tidak lulus yang yang terdiri dari SMP di atas seratusan orang dan MTS mencapai puluhan orang siswa dan SMP terbuka yang juga puluhan orang," jelas Kepala Dinas Pendidikan Bulukumba A Akbar Amier.
Meski angka ketidaklulusan cukup banyak, namun peringkat kelulusan Butta Panrita Lopi ini berada di urutan ke-11 di Sulsel. Akbar mengungkapkan, angkat kelulusan tahun ini juga meningkat 1,1 persen dibanding tahun 2008 lalu.
Terpisah, Ketua Forum Peduli Pendidikan Bulukumba, Ardi Yunus menilai masih tingginya angka ketidaklulusan tersebut menunjukkan ketidak berhasilan dan ketidakseriusan dinas pendidikan, guru, dan orang tua siswa.
Kami menilai dan menyesalkan banyaknya siswa yang tidak lulus UN. Ini tidak perlu terulang yang kedua kalinya. Pihak diknas pendidikan, guru, dan orang tua siswa perlu membicarakan bersama," katanya.(ute)
SUNGGUMINASA(SI) – Pengadilan Negeri (PN) Sungguminasa memvonis 15 bulan penjara kepada Ketua KPU Gowa,Hirsan Bachtiar dan anggota KPU Gowa Risma Niswaty karena terbukti menggelembungkan suara pada Pemilu Legislatif 9 April lalu.
Selain hukuman 15 bulan penjara, keduanya juga diwajibkan membayar denda Rp15 juta subsider dua bulan kurungan.Itu berarti hukuman yang dibebankan majelis hakim yang diketuai Andi Isna Renishwari, hanya lebih ringan tiga bulan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).
Menurut Isna, saat pembacaan putusan, baik Hirsan maupun Risma, terbukti bersalah dengan sengaja mengubah berita acara hasil rekapitulasi suara Pemilu. Akibatnya,terjadi perubahan jumlah suara,yakni di Kecamatan Sombaopu untuk Partai Hanura No 1 dari sebelumnya 200 suara menjadi 46 suara sehingga terjadi selisih 154 suara.
Muchtar Tompo caleg No 2 sebelumnya memperoleh 141 suara menjadi 295 suara atau mendapatkan tambahan 154 suara. Di Kecamatan Pallangga, Partai Hanura mendapatkan 282 suara menjadi 56 suara atau berkurang 226 suara.
Muchtar Tompo yang sebelumnya memperoleh 277 suara menjadi 503 suara atau bertambah 226 suara. Akibat perbuatan tersebut, Hirsan dan Risma terbukti melanggar Pasal 299 ayat 2 Undang-Undang (UU) No 10/2008 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) Anggota DPR,DPD, dan DPRD jo Pasal 55 (1) KUHPidana.
Sementara itu, alasan kedaluwarsa yang diajukan kuasa hukum kedua terdakwa patut dikesampingkan. Meski terlambat,perbuatan terdakwa tidak dapat menghapuskan perbuatan pidana. “Apalagi, kesaksian Ilham yang merupakan Ketua PPK Pallangga dan Jasmin yang juga PPK Sombaopu membenarkan bahwa data di PPK berbeda dengan data yang ada di KPU,”ungkapnya.
Menanggapi hal ini, tim kuasa hukum keduanya langsung mengajukan banding. Rencananya hari ini,memori banding sudah akan dimasukkan ke PN Sungguminasa. “Langsung akan kami siapkan memo bandingnya, setelah keputusan pengadilan secara tertulis resmi kami terima besok.
Kami akan langsung masukkan memo banding tersebut,” ujar ketua tim kuasa hukum Hirsan dan Risma, Marhumah Madjid. Marhumah mengatakan, tim kuasa hukum menganggap apa yang menjadi pertimbangan hakim tidak sesuai fakta di persidangan. Banyak fakta yang dibolak- balik.
Misalnya, kesaksian Ketua Panwas Sulsel Muh Al Hamid yang dipertimbangkan, padahal banyak kebohongan yang diucapkan. Begitu pula saat adanya pengajuan perbaikan dua kecamatan oleh panwas. Dengan niat baik, KPU Kabupaten Gowa kemudian melakukan penelusuran dan menemukan ada kesalahan data di 11 kecamatan.
“Banyak kesaksian yang diputarbalikkan,”tandasnya. Diketahui, sebelum vonis dijatuhkan, Hirsan dinonaktifkan Dewan kehormatan KPU selama enam bulan, sementara Risma tiga bulan. Sementara itu, seusai sidang, warga yang mengatasnamakan Masyarakat Peduli Umat Kabupaten Gowa melakukan aksi damai di depan PN Sungguminasa.
Dalam orasinya, salah seorang pendemo bernama Amir,memberi mosi tidak percaya kepada PN Sungguminasa setelah putusan bersalah yang dijatuhkan kepada Hirsan dan Risma. “Banyak kasus perbedaan data antara PPK dan KPU kabupaten, kenapa hanya di Gowa yang dijatuhi putusan bersalah.
Di mana mata hukum? Apakah sudah dibutakan?”tuturnya. Dalam aksi itu, Samapta Polresta Gowa dan Polsek Sombaopu terus berjaga di PN hingga pukul 18.00 Wita.“Kami hanya menurunkan satu peleton pasukan. Saya kira kondisinya masih terkendali,” ungkap Kapolsek Sombaopu AKP Basuullu. (herni amir)
Utang Non Pokok Rp 1,553 M, Dihapus
PDAM Gowa Lolos Uji Depkeu
GOWA, BKM-- Rancangan kerja lima tahunan PDAM (perusahaan daerah air minum) Gowa dalam bentuk bussines plan (BP), berhasil lolos uji yang dilakukan Departemen Keuangan (Depkeu) RI dua pekan lalu di Jakarta.
Karena berhasil mempertahankan BP nya itu (didalamnya terdapat usulan penghapusan utang sebagai lampiran BP), maka utang non pokok sebesar Rp 1.553.827.912,72 dari total pinjaman PDAM Gowa senilai Rp 2.440.393.437,94 itupun dihapus.
Uji BP yang dilakukan PDAM Gowa bersama 8 PDAM se Indonesia ini, diyakini pihak Depkeu akan mampu menampilkan performance PDAM lima tahun ke depan. ''Makanya, Depkeu menghapus utang non pokok kita. Sehingga sisa yang harus kami bayarkan hanya utang pokok saja sebesar Rp 886.565.525,22. Utang pokok inilah yang harus kami bayar sampai 2013 secara cicil. Ya, per bulan kami bayar kira-kira 30-40 jutaan rupiah, karena masih ada utang pdam yang belum jatuh tempo yang jumlahnya sama dengan nilai utang pokok ini,'' jelas H Hasanuddin Kamal, Dirut PDAM Tirta Jeneberang Gowa yang juga Ketua Perpamsi Sulselbar.
Dikatakannya, berdasarkan cash flow, utang tersebut akan lancar terbayar. ''Saya optimis bisa melunasi karena PDAM Gowa adalah PDAM kedua setelah Palopo dari 27 PDAM yang berhasil nikmati penghapusan pinjaman ini sesuai Peraturan Menteri Keuangan No 120 tahun 2008 tentang penghapusan pinjaman non pokok PDAM,'' kata Hasanuddin menambahkan saat ini dari 13.000-an pelanggan sekarang yang aktif hanya 12.000-an. ((Sar))
GOWA, BKM-- Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) bentukan Dinas Pertanian Kab. Gowa diharapkan mampu menemukan metode atau teknologi baru pertanian. Hal itu menjadi harapan Pemkab Gowa dalam upaya peningkatan produksi padi dalam mendukung surplus beras 2 juta ton. SLPTT ini dibentuk sebagai wadah aktivitas dan kreativitas para tenaga penyuluh, sehingga mampu melahirkan penyuluh-penyuluh pertanian yang profesional di bidangnya. '' Dalam SLPTT ini artinya dalam satu kelompok, penyuluh diajar menemukan metode,menerapkan teknologi baru yang sedang berkembang. Semua itu dilakukan sebagai dukungan terhadap peningkatan surplus beras,'' kata H Mapparenta, Kadis Pertanian Gowa sembari berharap para penyuluh yang baru saja mengikuti Jambore SLPTT di Boyolali, pekan kemarin dapat mengembangkan wawasannya jauh lebih baik.
Menurut Kadis didampingi Kabid Tanaman Pangan, H Abd Rauf, belum lama ini, tenaga penyuluh yang dimilikinya hanya sekitar 100 orang. Jumlah ini belum merata dimiliki semua desa/kelurahan di Gowa. Karena keterbatasan tenaga penyuluh sehingga masih ada penyuluh yang merangkap tugas di dua desa/kelurahan.
''Kendala kita selama ini, yakni tidak bisa seenaknya mengangkat tenaga penyuluh karena berdasar pengangkatan dari pusat (Departemen Pertanian),'' ucapnya. Kekurangan tenaga penyuluh ini diakui Mapparenta sangat dirasakan karena yang laksanakan program yang dibuat Dinas Pertanian di lapangan adalah penyuluh.
''Dinas yang buat programnya sedang yang laksanakan di lapangan adalah penyuluh,'' kata mantan Kepala Kantor Intensifikasi Penyuluh Pertanian Kehutanan Gowa yang kini berganti nama Kantor Ketahanan Pangan. ((Sar))
GOWA, BKM-- Bupati Gowa, H Ichsan YL menegaskan, sejak Kel. Parangbanoa, Kec. Pallangga ditunjuk sebagai pilot project penelitian VBEC (Village Bio-Security Education and Communication) atau program pencegahan dan pengendalian penyakit hewan berbasis desa melalui sistem bio-security, malah akan berdampak baik pada Gowa secara umum.
Pasalnya, Pemkab sudah mempersiapkan revitalisasi sektor peternakan melalui penguatan komoditas unggulan dalam pencapaian swasembada daging yang bersumber dari ternak unggas utamanya ayam potong.
'Dengan revitalisasi sektor peternakan ini, kita harapkan di setiap wilayah akan terbentuk village chicken production yang dikelola secara profesional yang menjadi sumber pendapatan utama masyarakat Gowa,''ujarnya.
Hal itu ditegaskan Bupati Gowa saat hadir pada workshop VBEC tersebut di cafe Kolamario, Sungguminasa, Kamis pekan kemarin, dihadiri Kadis Perikanan Kelautan dan peternakan Gowa, Ahmad Syahsir, Camat Pallangga, H Andi Abd Malik, para Kades/Lurah se Pallangga serta jajaran penyuluh dan pihak FAO sendiri selaku penyelenggara.
Dalam workshop itu, Kel. Parangbanoa, Kec. Pallangga ditunjuk sebagai labsite atau percontohan pengendalian penyakit Avian Influenza (flu burung).
Alasan lain Pallangga sebagai percontohan, karena daerah ini memiliki populasi unggas dan peternak yang besar dari populasi ayam buras di Gowa sekitar 600 ribu ekor dan ayam broiler (ayam potong) mencapai populasi 1,5 juta per tahun. Sehingga Pallangga menjadi basis dan pintu masuk distribusi unggas dari wilayah selatan-selatan. ((Sar))
Sungguminasa, Tribun - Pengacara terdakwa Ketua KPU Gowa Hirsan Bachtiar dan Ketua Pokja Penghitungan Suara Risma Niswaty menilai kedua terdakwa tidak terbukti melakukan penggelembungan suara selama proses persidangan berlangsung.
Laporan yang diperkarakan Panwas Sulsel juga dinilai sudah kedaluarsa atau melewati tenggak waktu. Jika dicermati laporan pada tanggal 29 April panwas provinsi yang kemudian tanggal 7 Mei baru panwas melapor ke Disreskrim Polda Sulselbar.
Maka faktanya laporan telah melewati waktu yang telah ditentukan sebagaimana diatur pasal 247 ayat 7. Dengan kata lain laporan tersebut oleh panwas ke penyidik telah dilewati lima hari kerja sehingga telah lewat waktu," ungkap Marhumah Madjid dalam pledoi yang dibacakan bergantian dengan Adnan Buyung Azis di Pengadilan Negeri Sungguminasa, Jumat (19/6).
Dalam hal perbedaan jumlah suara pada sertifikat rekapitulasi hasil penghitungan suara KPU kabupaten/kota melakukan pembetulan data melalui pengecekan dan /atau rekapitulasi ulang data yang termuat pada sertifikat hasil penghitungan suara untuk PPK yang bersangkutan.
Kesalahan kedua terdakwa juga telah dibawa ke Dewan Kehormatan KPU yang merekomendasikan penonaktifan Hirsan selama enam bulan dan tiga bulan untuk Risma.
Dengan demikian, maka sudah sekiranya majelis hakim menjatuhkan putusan dan menyatakan jika terdakwa tidak dapat dibebani tanggung jawab atas perbuatan atau terdakwa tidak terbukti melakukan pelanggaran sebagaimana yang didakwakan jaksa penuntut umum," katanya.
Sebelumnya, JPU menuntut kedua terdakwa dengan tuntutan 18 bulan penjara atas dugaan penggelembungan suara pemilu legislatif lalu. JPU juga menuntur denda Rp 18 juta subsider dua bulan kurungan.(ute)
GOWA, BKM -- Beberapa bulan ke depan lagi, Kab. Gowa akan menyandang status kota nasional setelah lapangan golf terbesar dan terbaik di Asia akan berdiri di Kec. Pattallassang. Kota satelit Pattallassang akan segera tampak dengan diawali pekerjaan sarana transportasi menuju lokasi lapangan golf di Dusun BorongloE, Desa Pallantikang.
Lapangan ini luasnya 350 hektare dengan rencana anggaran Rp 1 trilyun dari APBN, termasuk di dalamnya sarana pelengkap lainnya yang melibatkan luasan kawasan hingga ke Dusun Bu'rung-bu'rung, Desa Pattallassang dan Dusun Biring Bonto, Desa Pallantikang.
Saat ini proses pekerjaan jalan menuju lapangan golf dengan lebar 22 meter dan panjang 874 meter tengah dikerjakan. Desain poros ke lapangan golf ini dilengkapi talut dengan pondasi kuat, saluran air dan setelah itu diperindah dengan taman bunga dihiasi lampu jalan yang menarik.
Dari persiapan pembuatan jalanan sepanjang 2 kilometer dengan lebar 24 meter, mulai dari Dusun Biring Bonto menuju lapangan, sudah dibebaskan. Dari keberadaan lapangan golf yang terbaik di Asia ini tentu akan memacu pertumbuhan kota Gowa. Efek lain pun mengemuka yakni harga tanah menjulang dan perekonomian pun makin cepat.
Muh Fajaruddin, Camat Pattallassang, dua hari lalu mengatakan, seiring perkembangan bakal berubahnya wajah wilayah hasil pemekaran dari Kec. Bontomarannu ini, tentu perubahan pola pikir (SDM) masyarakat Pattallassang imbas paling utama. Fajaruddin pun lalu berharap adanya pemberdayaan lokal, dengan rincian pelibatan tenaga kerja orang Pattallassang berkisar 70 persen dan orang luar 30 persen.
Dalam rencananya nanti, peletakan batu pertama lapangan golf itu dilakukan Bupati dengan sumber dana APBD Gowa yang fisiknya akan dikerjakan PT Kalaborang Presidance. ((Sar))
GOWA, BKM -- Pemkab Gowa, mulai Juni ini melakukan pembudayaan penggunaan baju batik lontara yang mulai diterapkan setiap hari Jumat. Menurut Andi Kumala A Idjo, Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata Kab. Gowa, Jumat (19/6) kemarin di kantor Bupati, pembudayaan menggunakan baju batik ini, nantinya akan diprotapkan menjadi satu even peringatan Hari Batik Lontara Pariwisata. Kiat ini, adalah satu dari sejumlah program kepariwisataan yang mulai digencarkan Pemkab menuju Gowa sebagai icon pariwisata yang potensial.
''Kami harap ke depan ini, batik Gowa bisa membudaya, seperti halnya masyarakat di pualau Jawa yang sejak dulu membuadayakan baju batik. Selain batik lontara ini, kami juga membidik berbagai potensi daerah yang banyak memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang bisa dibudayakan dan menjadi icon wisata juga. Untuk awalnya, sebagai promosi kita pakai batik bermotif lontara ini dan kami berharap berdasarkan petunjuk Bupati nanti, dimungkinkan batik lontara ini akan dipakai setiap Jumat,'' jelas Andi Kumala A Idjo.
Sementara itu, terkait produk batik lontara tersebut, menurutnya, Dinas Pariwisata akan mengeratkan kerjasamanya dengan SMKN 2 Somba Opu khusus kriya tekstil sebagai produsen batik lontara tersebut. ((Sar))
SUBAIR, sangat bersyukur karena tahun ini, mendapatkan tambahan tiga unit RKB (ruang kelas baru) yang dialokasi pemerintah untuk SMPN 4 Pallangga, Kec. Pallangga, Kab. Gowa. Subair yang juga Kepala SMPN 4 tersebut, mengatakan jika tidak ada tambahan RKB itu otomatis pihaknya akan kewalahan saat penerimaan siswa baru, karena bisa jadi banyak calon siswa yang tidak bisa ditampungnya karena keterbatasan ruang belajar.
Dengan adanya tambahan RKB ini, tambah Subair, Jumat (19/6), maka pada penerimaan siswa baru Juli mendatang, tidak akan lagi menolak calon siswa yang datang, meski pembangunan fisik RKB itu baru dimulai September tahun ini. ''Jika RKB ini sudah berdiri nanti, berarti kami sudah memiliki 9 ruang kelas yang semula hanya 6 ruangan saja,'' kilahnya sembari mengatakan, ke depan SMPN ini harus dikelola dengan manajemen sekolah tipe B dengan persyaratan ruang belajar harus 12 kelas. Alasannya, SMPN 4 memiliki pendukung sekolah dasar yang alumninya untuk calon siswa sekolah ini sebanyak 9 SD. Sehingga katanya, sudah saatnya dilakukan perencanaan perlunya peningkatan status sekolah dari tipe C menjadi tipe B. ((sar))
GOWA, BKM-- Setelah 11 warga Dusun Maccini Dalle, Desa MoncongloE, Kec. Manuju, Kab. Gowa usai diperiksa darahnya disebabkan terindikasi suspect Antraks pasca ditemukannya 19 ekor ternak mati mendadak di dusun itu, kini sudah ada hasil pemeriksaan laboratorium dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar, yang dikeluarkan 16 Juni 2009 oleh Deputi Manager Teknik, Elizabeth Olivia Yapari.
Hasil pemeriksaan serangkaian investigasi Antraks pada manusia yang dilakukan jajaran Dinas Kesehatan Gowa, 18 Juni No 443/845/DK-GW/VI/2009 ditandatangani Kadis Kesehatan Gowa, dr H Herry D Gaffar tersebut, menyebutkan 11 warga negatif, masing-masing Abd Karim Dg Laja (34), Syaifuddin Dg Kila (34), Dg Nompo (37), Dg Ratte (40), Yaji Dg Nai (50), Dg Makka (50), Syamsiah (25), Dg Tarring (32), Musdalifa (34), Dg Nginga (43) dan Fatmawati (17). Pernyataan Kadis Kesehatan diperkuat dengan laporan hasil uji Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar No. KLB/LHU/BBLK-MKS/5/2009 tanggal pemeriksaan 9 Juni 2009.
Selain ke-11 warga tersebut, juga diperiksa sample tanah yang diambil dari halaman rumah (tempat hewan sakit disembelih), kolong rumah (tempat ternak ditambat/dikandangkan) dan lapangan rumput (tempat ternak merumput). Dari tiga item pengambilan sample ini, berdasarkan hasil laboratorium menyebutkan tempat penyembelihan dan lapangan merumput ternak, negatif. Sedang tempat ternak ditambat atau dikandangkan (di bawah kolong rumah milik Syaifuddin Dg Kila) dinyatakan positif terkena bacillus antraxis (spora ganas yang usianya bisa sampai 60 tahun hidup di tanah).
Kabag Humas dan Protokoler Setkab Gowa, Arifuddin Saeni, Jumat (19/6) kemarin, memberikan penjelasan kepada wartawan, dari 11 warga yang diperiksa tak ada yang terkena antraks, yang positif hanya tanah kolong rumah warga tersebut. ((Sar))
Sungguminasa, Tribun - Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gowa Hirsan Bachtiar dan Ketua Pokja Penghitungan Suara KPU Gowa Risma Niswaty dengan hukuman 18 bulan penjara atas dugaan penggelembungan suara peilu legislatif lalu.
Tuntutan tersebut dibacakan salah seorang JPU, A Asben Awaluddin, dalam sidang di Pengadilan Negeri Sungguminasa, Kamis (18/6) yang dimulai pukul 19.00 wita. JPU lainnya Mathius T Salu, Patriani, dan Ummiaty Latief.
Dalam tuntutannya, JPU menilai kedua terdakwa terbukti melakukan penggelembungan suara setelah mendengar keterangan belasan saksi dalam sidang maraton yang dimulai, Senin (15/6) lalu.
Sejumlah saksi yang telah diminta keterangan, kata Asben, memberatkan dugaan tersebut. Antara lain kesaksian operator utama KPU Gowa Suryawati, anggota PPK Somba Opu Jasmin, dan saksi dari Partai Hanura Ferdi Rompis.
Akibat dugaan perbuatan melakukan penggelembungan suara tersebut, JPU mengajukan tuntutan dengan pasal primer Pasal 299 ayat 2 Undang-Undang (UU) No 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) Anggota DPR, DPD, dan DPRD.
"Atas dasar itu maka JPU menuntut 18 bulan penjara dan denda Rp 18 juta subsider dua bulan kurungan," kata Asben dalam pembacaan tuntutannya.
Tuduhan
Keduanya dituduh melakukan perubahan suara Hanura di Kecamatan Somba Opu dari 200 menjadi 46 atau berkurang 154 suara. Kemudian suara caleg nomor urut dua Muchtar Tompo dari 141 menjadi 295 suara.
Kemudian di Kecamatan Pallangga suara Hanura dari 282 suara berkurang 226 menjadi 56 suara. Sedangkan suara Muchtar Tompo dari 277 menjadi 503 atau bertambah 226 suara.(ute)
Siapkan Pembelaan
MENANGGAPI tuntutan JPU, kuasa hukum kedua terdakwa Marhumah Madjid meminta waktu kepada majelis hakim yang dipimpin Ketua Pengadilan Negeri Sungguminasa agar diberi waktu hingga hari ini menyiapkan materi pembelaan.
Majelis hakim menunda sidang dan rencananya dilanjutkan, Jumat (19/6) sekitar pukul 10.00 wita pagi ini.
Sebelumnya, kedua terdakwa oleh Badan Kehormatan KPU direkomendasikan dinonaktifkan selama enam bulan untuk Hirsan dan tiga bulan untuk Risma.(ute)
GOWA, BKM-- Serdiwansyah Nuraisyah, siswa SMKN 1 Pallangga, Kab. Gowa, merasa kecewa berat setelah melihat hasil pengumuman kelulusannya yang dibagikan kepala sekolahnya, Rabu (17/6) siang kemarin. Pasalnya, dengan perolehan nilai 4.00 dan satu nilai mata ujian produktif kosong, warga Desa Pattallassang, Kec. Pattallassang, Gowa ini, pun dinyatakn tidak lulus. Kedua orangtuanya pun nelangsa melihat putra semata wayangnya itu jatuh semangat.
Kepada BKM, Rabu kemarin, ayahnya, Muh Nurdin mengatakan, putranya yang mengantongi nomor peserta ujian 07.101.029.4 itu, pada surat pengumuman yang didapatkannya tertera nilai cukup bagus pada mata ujian bahasa Indonesia 7.40, bahasa Inggris 8.80 dan matematika 7.50. Yang kosong hanya nilai mata ujian produktif.
Muh Nurdin pun menyanggah, tidak mungkin nilai untuk ujian produktif anaknya kosong padahal telah mengikuti ujian kompetensi sebelumnya. ''Saya khawatir LJK (lembar jawaban komputer) anak saya tercecer tapi mungkin juga karena error karena mungkin ada kesalahan pada pengisian jawaban, pada biodata misalnya. Tapi kan, jika LJK tidak terbaca pada komputer karena kesalahan itu, kan bisa ditoleransi dengan pemeriksaan secara manual. Masa' anak-anak dikorbankan begitu saja, padahal mungkin saja jawabannya banyak yang benar dan memungkinkan lulus. Saya kira, pemerintah utamanya jajaran Dinas Pendidikan baik itu di kabupaten, provinsi hingga pusat harus meninjau kembali aturan ini. Sebab kasihan anak-anak, yang pintar malah tidak lulus,'' kilah Muh Nurdin.
Muh Nurdin juga menilai bahwa selama ini sistem komputerisasi UN keliru. Sebab, semua jawaban yang mungkin terindikasi benar, bisa salah jika cara pengisian LJK salah, misalnya salah pada biodata. ''Di sini harus ada unsur kebijakan kelulusan anak dengan mengembalikan hasilnya ke sekolah masing-masing, semisal dari empat mata ujian nasional, tiga diantaranya mendapat nilai standar, maka yang dapat nilai merah itu bisa ditambahkan dengan nilai pelajaran lain di sekolah,'' tambahnya. ((Sar))
SUNGGUMINASA (SI) – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gowa Hirsan Bachtiar dan anggota KPU Gowa Risma Niswaty dituntut hukuman penjara 18 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas kasus dugaan penggelembungan suara hasil Pemilu Legislatif 9 April lalu.
Dalam sidang yang dimulai pada pukul 19.00 Wita tadi malam di Pengadilan Negeri (PN) Sungguminasa, tuntutan JPU yang dibacakan Asben Awaluddin, selama dalam proses persidangan kedua terdakwa terbukti melakukan penggelembungan suara.
Dugaan tersebut terkuak setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang dihadirkan dalam pe-rsidangan, sehingga keduanya dapat dipersalahkan dan tidak ditemukannya alasan pembenar dan pemaaf. Apalagi dalam persidangan kedua terdakwa tidak mengakui perbuatannya dan berbelit- belit dalam memberikan keterangan di pengadilan Atas perbuatannya itu, baik Hirsan maupun Risma dituntut dengan pasal primer, yaitu Pasal 299 ayat 2 Undang-Undang (UU) No 10/2008 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) Anggota DPR,DPD,dan DPRD.
”Atas dasar itu, maka JPU menuntut 18 bulan penjara denda Rp18 juta subsider dua bulan kurungan,” kata Asben. Menanggapi ini, kuasa hukum kedua terdakwa, Marhumah Madjid meminta waktu kepada Majelis Hakim agar diberi waktu hingga besok untuk menyiapka pembelaan bagi kedua terdakwa.
Akibatnya sading ditunda hingga esok (hari ini) pukul 10.00 wita. Kedua terdakwa juga sudah d-irekomendasikan oleh Badan Kehormatan (BK) KPU Sulsel untuk dinonaktifkan. (herni amir)
GOWA, BKM-- Tahun 2008, produksi padi Kab. Gowa meningkat menjadi 7,08 persen. Capaian ini melampaui target nasional yang hanya 5 persen saja. Peningkatan produksi ini juga dialami Gowa pada 2007 malah dengan hasil 7,75 persen. Karena itu, Bupati Gowa, H Ichsan YL pun meraih penghargaan peningkatan produksi beras nasional dari Presiden RI yang diterima langsung Bupati, Senin 8 Juni lalu di Boyolali, Jawa Tengah.
Kadis Pertanian Gowa, H Mapparenta didampingi Kabid Tanaman Pangan, H Abd Rauf, Selasa (16/6) di kantornya, standar tahun 2007 ke 2008 jika dihitung secara kuantitas ada kenaikan sekitar 18.125 ton sedang dari segi produksi, terjadi kenaikan sekitar 17.841 ton dengan luas panen mencapai 48.638 hektare, dan untuk luas panen 2008 mencapai 51.396 hektare.
'' Pada 2007, kita sudah pakai bibit unggul, pada 2008 juga gunakan bibit unggul (ciheran dan cigeulis) sekaligus mengujicoba metode IPAT BO (intensifikasi padi aero teknologi berbasis organik) dan pada 2009 nanti baru kita akan lihat hasil sistem IPAT BO ini dengan sasaran jabaran 18 kecamatan,'' jelas Mapparenta.
Upaya yang dilakukan untuk capai itu semua, tambah Mapparenta, ditunjang dengan kegiatan memperbaiki benih,menerapkan pemupukan berimbang (bahwa pupuk bersubsidi itu salah satu keringanan kepada petani) serta upaya lain yakni petani disarankan tanam serempak (bersamaan). ''Acuan ini didukung dengan pengadaan 100 unit handtraktor (traktor tangan). Dan handtraktor ini ternyata sangat membantu upaya tanam serempak tersebut,'' kata Kadis.
Khusus metode IPAT BO, kata Mapparenta, awalnya diujicoba pada 15 hektare (2008) dan 336 hektare lagi diujicobakan pada 2009 dengan harapan petani bisa meningkatkan produksi. ''Ternyata setelah dua kali kita ujicoba, mampu peroleh hasil di atas 7 ton per hektare. Makanya penanaman gadu 2009 ini semua petani diminta gunakan metode IPAT B0 ini,'' kata Mapparenta. Penyuluh pun, tambahnya, turut dibenahi. ((Sar))
PEMKAB Gowa dalam hal ini Badan Kepegawaian Diklat Daerah (BKDD) Gowa, hingga saat ini belum menerima jawaban BKN terkait usulan Formasi CPNS 2009 yang telah diserahkan beberapa bulan lalu. Dari 3.300 kebutuhan PNS Gowa yang telah terusul itu, menurut Kepala BKDD Gowa, Hj Mulyati Hamka, Rabu (17/6), mudah-mudahan dikabulkan sejumlah itu.
Yah mudah-mudahan jumlah yang kita usulkan itu sama jumlahnya formasi yang dikuotakan pusat untuk Gowa,'' tuturnya berharap bukan kuota 300-an lagi yang dialokasikan pusat untuk Gowa. Masyarakat, kata Muliaty, diharap bersabar saja, apalagi hingga saat ini memang belum kuota pasti yang diturunkan pusat. ''Saya dapat info jika kuota ini diturunkan pusat setelah Pilpres,'' tambahnya.
Khusus tenaga honorer lingkup Pemkab, sisa 50 orang yang belum keluar SKnya dari provinsi. ''Menurut BKD provinsi masih ada yang tidak lengkap datanya, padahal NIPnya sudah ada. Kalau menurut saya, jika yang belum lengkap datanya satu dua orang saja, tinggalkan saja dulu, asal tidak menghambat yang lainnya,'' jelas Muliaty. ((Sar))
DARI 7.272 populasi ternak di Kec. Manuju yang tersebar di 8 desa, 5.000 ekor di antaranya (di luar Desa MoncongloE) segera tuntas divaksin oxitetrasiclin (vaksin Antrhax), Senin 22 Juni mendatang. Di Manuju, populasi ternak yang terdaftar di Peternakan Gowa meliputi sapi 5.261 ekor, kerbau 174 ekor, kambing 1.270 ekor dan kuda 567 ekor. Vaksinasi yang dilakukan nanti ditangani tim Poskeswan Dinas Perikanan Kelautan dan Peternakan Gowa.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Junaedi, Rabu (17/6) mengatakan, dari 7 desa itu yang jadi sasaran vaksin akan disiapkan sekitar 5.000 dosis vaksin. ''Setelah Manuju, sasaran kita adalah Kec. Pallangga dan berangsur ke kecamatan lainnya. Kita memang akan tuntaskan vaksin di 18 kecamatan, pasca matinya 19 ekor ternak di Dusun Maccini Dalle, Desa MoncongloE, Manuju,'' kata Junaedi. ((Sar) )
GOWA, BKM-- Seorang pengusaha asal Jepang bernama Masayuki Yamamoto, Chairman Food Common Development Cooperation Association, tersenyum gembira ketika Bupati Gowa, H Ichsan YL menyambut baik niatnya untuk berinves di Gowa. Investasi yang akan ditanamkan Masayuki sebesar Rp 100 miliar itu, terkait dengan pembangunan industri pengolahan sampah.
Diterima di ruang kerja Bupati, Rabu (17/6) kemarin pagi, Masayuki ditemani Salim Mustofa dari PT First Marine Makassar, mengatakan, niatnya untuk menjajaki pembangunan industri pengelolaan sampah di Gowa akan direalisasikannya.
Bahkan Masayuki berharap, pertemuan lanjutan segera dilakukan.
Dijelaskan Masayuki melalui Salim Mustofa, untuk membangun indusri pengelolaan sampah yang akan menghasilkan bahan bakar industri itu, membutuhkan dana sebesar Rp 100 miliar. Sedang jika sudah berproduksi penghasilan pertahunnya mencapai Rp 20 sampai Rp 30 miliar.
Sementara itu, Bupati Gowa, H Ichsan YL sangat menyambut baik rencana tersebut, hanya saja ditegaskannya saat ini, konsep pengelolaan sampah Maminasata sudah hampir final, baik itu dalam bentuk pemisahan jenis sampah sampai pengepakannya, sehingga tidak diperlukan lagi studi lapang atau sejenisnya.
Dikatakan Bupati, jika kemudian Masayuki berkeinginan untuk membangun industri pengelolaan sampah, tentu saja pihaknya membuka peluang itu, tinggal bagaimana caranya membangun kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk
GOWA, BKM-- Serdiwansyah Nuraisyah, siswa SMKN 1 Pallangga, Kab. Gowa, merasa kecewa berat setelah melihat hasil pengumuman kelulusannya yang dibagikan kepala sekolahnya, Rabu (17/6) siang kemarin. Pasalnya, dengan perolehan nilai 4.00 dan satu nilai mata ujian produktif kosong, warga Desa Pattallassang, Kec. Pattallassang, Gowa ini, pun dinyatakn tidak lulus. Kedua orangtuanya pun nelangsa melihat putra semata wayangnya itu jatuh semangat.
Kepada BKM, Rabu kemarin, ayahnya, Muh Nurdin mengatakan, putranya yang mengantongi nomor peserta ujian 07.101.029.4 itu, pada surat pengumuman yang didapatkannya tertera nilai cukup bagus pada mata ujian bahasa Indonesia 7.40, bahasa Inggris 8.80 dan matematika 7.50. Yang kosong hanya nilai mata ujian produktif.
Muh Nurdin pun menyanggah, tidak mungkin nilai untuk ujian produktif anaknya kosong padahal telah mengikuti ujian kompetensi sebelumnya. ''Saya khawatir LJK (lembar jawaban komputer) anak saya tercecer tapi mungkin juga karena error karena mungkin ada kesalahan pada pengisian jawaban, pada biodata misalnya. Tapi kan, jika LJK tidak terbaca pada komputer karena kesalahan itu, kan bisa ditoleransi dengan pemeriksaan secara manual. Masa' anak-anak dikorbankan begitu saja, padahal mungkin saja jawabannya banyak yang benar dan memungkinkan lulus. Saya kira, pemerintah utamanya jajaran Dinas Pendidikan baik itu di kabupaten, provinsi hingga pusat harus meninjau kembali aturan ini. Sebab kasihan anak-anak, yang pintar malah tidak lulus,'' kilah Muh Nurdin.
Muh Nurdin juga menilai bahwa selama ini sistem komputerisasi UN keliru. Sebab, semua jawaban yang mungkin terindikasi benar, bisa salah jika cara pengisian LJK salah, misalnya salah pada biodata. ''Di sini harus ada unsur kebijakan kelulusan anak dengan mengembalikan hasilnya ke sekolah masing-masing, semisal dari empat mata ujian nasional, tiga diantaranya mendapat nilai standar, maka yang dapat nilai merah itu bisa ditambahkan dengan nilai pelajaran lain di sekolah,'' tambahnya. ((Sar))
ngguminasa, Tribun - Hasil pemeriksaan 11 orang warga Dusun Maccini Dalle, Desa Moncongloe, Kecamatan Manuju, Gowa, yang dicurigai suspect antraks negatif. Informasi tersebut telah diterima Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, Rabu (17/6), namun hasil resminya belum dikirimkan.
"Hasil pemeriksaan laboratorium sampel darah warga yang duga antraks, informasi yang kami peroleha dari Makassar negatif. Tapi hasil resminya mungkin besok (hari ini) baru kami terima," ungkap Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Gowa Abidin Yaman yang dikonfirmasi per telepon, kemarin.
Sebelumnya, ke-11 warga tersebut dicurigai terserang virus penyebab antraks, Bacillus Antraxis. Mereka telah mengonsumsi daging yang diduga terserang antraks. Sebanyak 19 ekor ternak di daerah itu mati dan dinyatakan positif antraks, beberapa waktu lalu.
Pascatemuan ternak terserang antraks tersebut, dinas perikanan kelautan dan peternakan (PKP) dan dinas kesehatan gencar melakukan vaksinasi. Baik kepada ternak maupun kepada warga. Untuk ternak dilakukan secara menyeluruh.(ute)
KADIS Dikorda Gowa, H Idris Faisal Kadir mengatakan, dirinya ibarat juru masak Bupati. Karena itu, Ia harus selalu menyiapkan dirinya melayani Bupati dengan berbagai macam permintaan menu hidangan yang diinginkan Bupati. ''Saya ibarat juru masak Pak Bupati, maka apapun yang diminta Bupati, misalnya masakan jenis ini itu, harus saya siapkan segera,'' timpal Idris. Seperti inilah penggambaran aktivitasnya terhadap pelaksanaan sejumlah program pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan di Kab. Gowa.
Dikatakan Idris, seorang aparat teknis harus tahu apa yang diinginkan Bupati. Misalnya, Bupati suka makan nasi goreng, maka SKPD (satuan kerja perangkat daerah) yang siapkan bahan-bahannya lalu menggorengnya. '' Dengan kata lain, semua ide-ide pembangunan itu lahir dari Bupati, sisa aparat di bawahnya yang harus cepat tanggap meramu apa dalam bentuk apa keinginan Pak Bupati itu. Makanya, iabarat juru masak, kita sebagai aparat lalu menyiapkan bumbu-bumbunya (proposal) untuk diramu jadi masakan (program) sampai sedap rasanya. ''Artinya semakin banyak Bupati lempar ide, maka semakin banyak pula menu yang harus kita siapkan,'' kuncinya. ((Sar))
SUNGGUMINASA(SI) – Sebanyak 11 warga Maccini Dalle,Desa Moncongloe,Kecamatan Manuju,Kabupaten Gowa,dipastikan negatif terinfeksi virus antraks.
Kepastian itu berdasarkan hasil pemeriksaan sampel darah para warga yang dikirim ke Laboratorium Kesehatan dan Pengembangan Departemen Kesehatan (Litbangkes) di Tamalanrea. ”Informasi ini baru kami terima dari Makassar.Hanya surat atau hasil resminya baru akan dikirim Kamis,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Gowa Abidin Yaman kepada SI kemarin. Dengan hasil laboratorium itu, masyarakat juga bisa bernafas lega.
Apalagi kondisi ke-11 warga yang masih dalam pengawasan Dinkes Gowa tersebut berangsur membaik setelah diberikan antibiotik. “Awalnya tim mencari warga yang memakan daging yang dipastikan terjangkit antraks. Hasilnya,dari 371orang,11orang diantaranya kami curigai karena pemilik 19 hewan yang mati itu.Alhamdulillah hasilnya negatif dan semua warga sudah diberikan pengobatan,”tandasnya.
Sementara itu,Kepala Dinas Peternakan, Perikanan,dan Kelautan Gowa Sh,ad Syahsir menjelaskan, urusan imigrasi hewan di Kecamatan Manuju masih terus diisolasi. Dinas Peternakan (Disnak) juga pada Rabu sudah memvaksin hewan di tujuh desa di sekitar Desa Moncongloe di Kecamatan Manuju. “Saya sudah turun ke masyarakat dan tingkat kepercayaan mereka untuk mengonsumsi daging tidak menurun.Warga juga jangan khawatir karena virus flu burung sebetulnya lebih ganas dari antraks,” jelasnya.
Sebelumnya, 11 warga Dusun Maccini Dalle dicurigai menderita suspect antraks.Kecurigaan itu menyusul setelah ke-11 warga mengonsumsi daging yang diduga terserang virus antraks di daerah tersebut. Bahkan, dua warga, yakni Dg Naba, 50, dan Eddy, 28, meninggal dunia karena diduga menderita antraks. Hanya saat kematian keduanya, kasus kematian hewan berupa kuda yang positif antraks sudah terjadi. Diketahui, Gowa sudah ditetapkan sebagai daerah endemi antraks oleh Disnak Provinsi Sulsel menyusul meninggalnya 19 hewan ternak berupa sapi, kerbau, dan kuda di Desa Moncongloe.
Meski demikian,Gowa mengalami kekurangan 59.478 vaksin antraks. Adapun jumlah populasi ternak menyusui di Gowa mencapai 83.478 ekor, sedangkan jumlah vaksin hanya 24.000 dosis, 14.000 di antaranya dari provinsi. Sisanya 10.000 dianggarkan dari APBD kabupaten, itu pun untuk kabupaten belum dicairkan. (herni amir)
SUNGGUMINASA (SI) – Tingkat kelulusan ujian nasional (UN) SMA/SMK pada 2009 di Kabupaten Gowa mencapai 90,92%. Persentase ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 84,47%.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Kadis Dikpora) Gowa Idris Faisal Kadir mengatakan, dari 2.654 siswa SMA yang mengikuti UN yang dinyatakan lulus sekitar 2.413 siswa.Jumlah ini naik dibandingkan tahun lalu dari 2.364 peserta UN yang lulus sekitar 1.996 siswa.“Maka,terjadi kenaikan sekitar 6%,” ujarnya yang didampingi Kabid Dikmen Dikpora Gowa Syamsuddin di ruang kerjanya kemarin. Dia menambahkan, untuk tingkat SMK dari 1.178 siswa yang dinyatakan lulus sebanyak 1.124 atau 95,42%.
Jumlah itu lebih baik dari tahun sebelumnya dari 1.239 siswa yang lulus sekitar 1.114 atau hanya 89,90% sehingga terjadi kenaikan sekitar 7% Sekolah yang berhasil meluluskan semua siswanya adalah sekolah andalan SMA Negeri 2 Tinggimoncong, salah satu sekolah berstandar internasional (SBI). Sementara sekolah dengan jumlah siswa terbanyak yang tidak lulus adalah SMA Negeri 1 Botolempangang. “Itu sekolah baru dan baru pertama kali menamatkan siswa.
Lagi pula gurunya juga belum lengkap. Tahun ini, kami akan mendistribusi guru mata pelajaran di sana,”jelasnya. Sementara itu,Kepala Pendidikan Lanjutan dan Menengah (PLM) Disdik Sinjai Alimuddin P mengatakan,ada sekitar 1.776 peserta yang mengikuti UN dari seluruh SMA,SMK,dan MA sederajat se-Kabupaten Sinjai dan yang tidak lulus ada sekitar 88 siswa. “Melihat persentase kelulusan tahun ini cukup baik, yaitu sekitar 98%. Ini merupakan kerja keras para tenaga pendidik sehingga ada sekolah yang siswanya 100% lulus,”ujarnya.
Tiga siswa SMK Negeri I Sinjai pingsan saat pengumuman kelulusan UN di halaman sekolah, kemarin. Ketiga siswa tersebut pingsan saat mengetahui namanya tidak tercantum dalam pengumuman UN yang dipasang di dinding papan pengumuman. Tercatat empat siswa SMK Negeri I Sinjai dinyatakan tidak lulus.Sementara guru SMKN I Sinjai terlihat menenangkan siswanya dan meminta bersabar. Sementara pengumuman UN di SMA I Sinjai diwarnai aksi coret-coret. (herni amir)
GOWA, BKM-- Sebanyak 1.000 KK (kepala keluarga) yang berdiam di Dusun Kampung Beru, Bontosunggu, Binaarung dan Borong A'ra, di Desa Beruttallasa, Kec. Biringbulu minta pihak PLN segera merealisasi permintaan layanan listrik. Hasan Rijal, Kades Beruttallasa, Sabtu (13/6), mengatakan, masyarakatnya memang sudah lama berharap adanya penerangan listrik. Sebab bertahun-tahun lamanya warga Beruttallasa pada malam hari hanya mendapatkan penerangan dengan menggunakan lampu pelita atau lampu petromax. Kalau mau mendengarkan siaran radio hanya berbekal battere yang daya tahannya terbatas. ''Sementara di desa tetangga, sudah lama nikmati listrik,'' kata Kades berharap pihak PLN segera merealisasi permintaan layanan telah diajukan Pemkab sebelumnya.
Terkait ini, Pemkab Gowa telah menyurat ke PT PLN wilayah Sultanbatara tertanggal 12 Pebruari 2009. Dalam surat permohonan perluasan jaringan listrik bernomor 671/014/Pertambangan itu disebutkan, Beruttallasa adalah desa yang sangat potensial di bidang pertanian dan perkebunan serta dekat dengan ibukota Kab. Jeneponto, namun terkesan terkebelakang lantaran tidak ada jaringan listrik. Titik akhir tiang PLN dari desa lain ke Beruttallasa berjarak 3 kilometer. Listrik itupun dipasok dari jaringan PLN Jeneponto dengan panjang jaringan yang dibutuhkan kurang lebih 13 kilometer.
Sementara Camat Biringbulu, Kamsina, Senin (15/6) mengatakan, masyarakat perlu bersabar menunggu, sebab permohonan listrik itu sedang dalam proses. Proses itupun telah diawali survei pihak PLN dan sekarang sudah ada tiang sisa dipasangi kabel. ((Sar))
GOWA BKM- Tim petugas kebersihan Dinas PU Gowa, Minggu (14/6) mulai pukul 09.00 Wita hingga Senin (15/6) kemarin melakukan pembersihan dengan mengeruk sampah yang berserakan di sepanjang Jl Tun Razak, Gowa ke batas Jl Aroepala, Makassar. Hasilnya, sebanyak 60 kubik sampah berhasil diangkat dan dibawa ke TPA (tempat pembuangan akhir) di Cadika Limbung, Kec. Bajeng.
Ke-60 kubik sampah yang sudah menggunung di 4 titik (tumpukan) di kawasan tersebut, menurut Kabid Kebersihan Dinas PU Gowa, Burhan, kepada BKM, kemarin usai melihat kegiatan petugas kebersihan yang masih berlanjut kemarin, sampah-sampah rumahtangga itu berhasil dikeruk menggunakan dua alat berat yakni loader dan greder.
Selain dua unit alat berat itu, kata Burhan didampingi Kasi Pertamanan dan Pemakaman, H Bakhtiar S di ruang kerjanya, pihaknya juga menurunkan 10 armada truk pengangkut dan belasan motor gandeng serta personil kebersihan. ''Kita memang berupaya menjadikan kawasan Tun Razak ini bersih dari persampahan karena kawasan ini akan menjadi elit kawasan Maminasata ke depan. Dengan pembersihan massal ini, kami imbau masyarakat setempat untuk membudayakan buang sampah pada TPS (kontainer) yang sudah kami alokasikan di kawasan ini,'' jelas Burhan.
Saat melakukan pembersihan, petugas kebersihan saat itu sempat menghalau seorang pengangkut sampah swasta yang menggunakan motor gandeng. Pasalnya, sampah yang direkrut dari perumahan warga tersebut, akan dibuang di Jl Tun Razak. ''Seharusnya jasa angkutan sampah yang dilakukan warga seperti itu, langsung dibuang ke TPA di Cadika. Kalau hanya turut membuang di kawasan ini, berarti tidak membantu pemerintah,'' tandas Burhan.(Sar)
GOWA, BKM --- Pemilihan guru berprestasi atau guru teladan di Kab. Gowa, telah dilakukan sejak 12-14 Juni lalu. Pemilihan tersebut, bertempat di Lekatira, Jl Baruga Raya, Makassar diikuti 77 peserta masing-masing guru, kepala sekolah serta pengawas.
Dari pemilihan tingkat kabupaten Gowa itu, terjaring 33 insan pendidikan yang berprestasi dengan mengantongi predikat terbaik 1 hingga 3.
Namun dari 33 peserta berprestasi terbaik itu, 11 orang (juara 1) di antaranya akan tampil sebagai duta Gowa pada ajang pemilihan guru berprestasi tingkat Provinsi Sulsel dalam waktu dekat ini. Mereka yang menjadi duta guru teladan itu yakni Solfiah P (guru TK Mulya Jasa Kec. Somba Opu), Nurliah Syahrul ( guru SDI Lojong Kec. Tompobulu), Astuti Nurdin Yudha ( guru SMPN 4 Sungguminasa), Muh Natsir ( guru SMKN 2 Somba Opu), Hj Syamsiah Bundu (Kepala TK Aisyiyah Jatia Limbung), H Muh Yarisi (Kepala SDI Paccinongan Somba Opu), H Sarea (Kepala SMPN 1 Pallangga), Yayu W Yuritman (Kepala SMKN 2 Somba Opu), Samir (pengawas TK/SD), Hasyim (pengawas SMP) dan Ramli (pengawas SMA/SMK).
Kadis Dikorda Gowa, H Idris Faisal Kadir didampingi Ketua Panitia Pemilihan, H Sappe Mangeriang serta sekretaris panitia, Siti Rohani, Senin (15/6) di kantornya mengatakan, guru yang terpilih tersebut, meraih bobot nilai tertinggi dari sejumlah komponen penilaian yang dilakukan panitia, antara lain komponen Paedagogik, komponen kepribadian, komponen sosial serta dua komponen lainnya ditambah persyaratan karya ilmiah dan persyaratan portofolio. ''Kami harap 11 guru teladan Gowa ini mampu meraih prestasi di provinsi nanti dan kita memang harapkan bisa menembus nasional,'' kata Kadis. ((Sar))

PULUHAN orang berkostum tradisional Makassar sambil menunggang kuda, menyambut kedatangan Perdana Menteri (PM) Malaysia Dato Sri Mohd Najib bin Tun Razak dan rombongan yang tiba di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (15/5).
Kedatangan Dato’ bukanlah kunjungan kenegaraan, melainkan kunjungan keluarga untuk berziarah ke makam leluhurnya, Sultan Hasanuddin, menanam pohon dan meresmikan salah satu jalan di Sungguminasa, Gowa yang mengabadikan nama ayahnya, mendiang Tun Abd Razak, mantan PM Malaysia ke dua yang memerintah di Malaysia sejak 22 September 1970 hingga 14 Januari 1976.
Najib Razak adalah keturunan Raja Gowa atau cucu Sultan Hasanuddin yang kini memegang tampuk kepemimpinan di Malaysia, hal pantas jika Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo bersama kerabat Kerajaan Gowa dan masyarakat setempat menyambutnya secara adat. Najib pernah diberi gelar kebangsawanan Makassar oleh Kerajaan Gowa, dengan julukan I Mappadulung Dg Mattimung, saat kunjungannya September 2008 lalu.
PM kelahiran Kuala Lipis, Pahang, Malaysia, 23 Juli 1953, ini hadir di Gowa bak pulang kampung. “Saya merasa seolah-olah pinang pulang kampung, sirih pulang kandang, karena garis keturunan saya adalah Makassar. Saya putra Gowa,” katanya.
Najib adalah generasi perantau Bugis-Makassar pada abad 18, beranak-pinak di Malaysia dan kini menduduki tampuk pemerintahan tertinggi menyusul ayahnya, Tun Andul Razak. Dianugerahi Doktor Honoris Causa Bidang Ekonomi Politik oleh Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, 10 September 2008, saat masih menjabat Wakil Perdana Menteri Malaysia.
Secara pribadi Najib mengaku sangat menghargai Wakil Presiden Jusuf Kalla, bukan semata karena ada pertalian darah Bugis-Makassar, tapi perwatakan dan keiklasan Jusuf Kalla terhadap hubungan Indonesia-Malaysia. Selain itu, Najib juga mengaku punya kesamaan dengan Jusuf Kalla, sama-sama beristrikan wanita Minang, Sumatera Barat.
Serumpun Tapi Haram
Sementara itu, julukan bangsa serumpun Indonesia-Malaysia, tampaknya tak seindah kenyataan, jutaan warga Indonesia di negeri Jiran tersebut dianggap sebagai “pendatang haram,” meskipun pengendali pemerintahan Malaysia sendiri adalah seorang putra berdarah Indonesia yang leluhurnya ternama di Gowa.
Dekade 70-an kondisi sumber daya manusia di negeri koloni Inggris itu jauh terkebelakang dibanding Indonesia, mereka bahkan memohon bantuan dari Indonesia. Cuma hebatnya, mereka tidak pernah meminta bantuan beras untuk mengenyangkan warganya, melainkan bantuan ilmu melalui pengiriman guru relawan.
Hanya dalam tempo satu dekade, tuan puan di negeri tetangga itu melebihi kepandaian yang diadopsi dari sang guru tetangganya, mereka membangun sekolah dasar hingga perguruan tinggi di semua negeri bagian, menguatkan pondasi ekonomi dari kesesuaian alam dengan membuka jutaan hektare kebun sawit dan kakao, tanpa pernah melambungkan khayalan bombastis untuk membuat pesawat terbang yang pada akhirnya hanya dibeli dengan cara membarter beras ketan, seperti yang dialami Indonesia ketika melepas produk Nurtanio ke Thailand.
Malaysia sengaja membuka lebar pintu tenaga kerja dan warga Indonesia membanjir ke sana mengejar iming-iming ringgit yang menggiurkan, gelombang migran dari seluruh penjuru Nusantara masuk melalui jalur ekspedisi Kalimantan, tak ketinggalan warga asal Provinsi Sulsel mendominasi jumlah pekerja, data statistik salah satu kabupaten di Sulsel yaitu Soppeng menunjukkan bahwa jumlah warganya yang ada di luar lebih banyak ketimbang yang menetap di Soppeng.
Pemerintah Indonesia mengeruk devisa dari tenaga kerja Indonesia (TKI), para tenaga kerja itu dijuluki Pahlawan Devisa, biro pengerah jasa tenaga kerja baik yang legal maupun illegal terus bermunculan. Indonesia pun mencatat sukses yang luar biasa dibidang ‘ekspor tenaga kerja’, selain ke Malaysia juga Arab Saudi.
Dibalik sumber devisa tersebut, tenaga kerja dan pendatang haram di Malaysia menimbulkan ‘perang dingin’ antarpemerintah. Tidak hanya dalam persoalan rebutan Pulau Sipadan dan Ligitan.
Tak sedikit pengguna tenaga kerja di Malaysia berbuat tidak manusia, saudara serumpun dinilai sebagai budak terbeli dan dilabeli ‘orang Indon,’ pendatang haram ditangkapi, dianiaya, sebagian memenuhi penjara atau dipulangkan. Ironisnya lagi, yang tak harampun kadang ikut ditangkapi, seperti yang dialami istri Imran Hanafie, Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Kedutaan Besar (Kedubes) Indonesia di Malaysia, ditangkap polisi karena dikira pendatang haram.
Nasib getir yang dialami saudara serumpun Dato’ tak hanya sebatas itu, generasi TKI ikut menjadi masalah, sekitar 24 ribu anak Warga Negara Indonesia (WNI) usia sekolah, khusus di Sabah, Malaysia, tidak tersentuh pendidikan, anak-anak tersebut tak bisa masuk sekolah pribumi karena diproteksi oleh pemerintah setempat.
Sudah cukup banyak peraturan yang dibuat Pemerintah Indonesia untuk mengatur tenaga kerja, namun belum mampu menghambat arus pendatang illegal ke negara itu, tak salah jika Malaysia gerah menghadapai luapan penduduk yang kian pesat. Dan, Pemerintahan Dato’ Najib pun akan dihadapkan pada dilema, besar kemungkinan karena posisinya sebagai putra berdarah Indonesia, akan semakin membuat warga Indonesia bersemangat untuk migran, tanpa peduli dengan ketegasan pemerintah kedua negara. [M Kiblat Said]
* Kelulusan SMA/SMK di Gowa Capai 90,92 Persen
Sungguminasa, Tribun - Tingkat kelulusan siswa sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Gowa tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun 2008 lalu.
Untuk SMA, kelulusan mencapai 90,92 persen atau dari 2.654 peserta ujian hanya 241 siswa (9,08 persen) yang tidak lulus dan 2.413 siswa yang lulus. Sedangkan pada SMK, siswa lulus sebanyak 1.124 orang (95,42 persen) dari total peserta 1.178 orang.
Sementara pada tahun 2008 lalu, kelulusan pada SMA hanya 84,47 persen atau 1.996 orang lulus dari total 2.364 orang peserta ujian nasional (UN). Di tingkat SMK, kelulusan 1.114 orang atau 89,90 persen dari 1.239 orang peserta.
Kepala Dinas Pendidikan Olahraga dan Pemuda (Dikorda) Kabupaten Gowa Idris Faisal Kadir mengatakan, peningkatan ini menunjukkan bahwa penerapan pendidikan gratis tidak mengurangi mutu pendidikan.
"Malah terjadi peningkatan sekitar 6,45 persen pada SMA dan sekitar 5,52 persen pada SMK," jelasnya didampingi Kabid Pendidikan Menengah Dikorda Gowa Syamsuddin di ruang kerjanya, Selasa (16/6).
Menurutnya, hasil UN SMA, SMP, dan ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN) bagi SD menjadi tolok ukur peningkatan mutu penerapan pendidikan gratis di Butta Bersejarah ini. Pendidikan gratis telah digulirkan sejak awal tahun 2008 lalu.
Sekolah Baru
Syamsuddin menambahkan, tingkat kelulusan terandah terjadi di SMAN Botolempangang. Rendahnya tingkat kelulusan ini karena sekolah tersebut masih baru dan guru masih kurang.
"Ini penamatan angkatan pertama dan guru-guru di sekolah itu masih belum lengkap. Dalam waktu dekat akan ditambah guru sehingga lebih lengkap," jelasnya.
Kelulusan 100 persen hanya diraih SMAN 2 Tinggimoncong. Sedangkan SMAN 1 Sungguminasa hanya meluluskan 387 orang atau 98,5 persen dan empat orang tidak lulus. Sementara SMAN 1 Bajeng hanya satu orang tidak lulus atau kelulusan mencapai 99,3 persen.
Bagi yang tidak lulus, tambahnya, bisa mengikuti ujian paket C yang pendaftarannya sudah terbuka di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Jl KH Wahid Hasyim Sungguminasa. Ijasah paket C sudah setara dengan SMA.(ute)
Pansus RUU Pendidikan Balajar di Gowa
PANITIA khusus Rancangan Undang-Undang Pendidikan menemui Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo, Selasa (16/6). Rombongan pansus dari DPD yang hadir masing-masing Azis Qahhar Mudzakkar, Pdt Ishak P Lambe, Prof Dr Moch Surya, Dr Piet Herman dan Husein Rahayaan.
Pansus ingin melihat secara langsung sekolah-sekolah yang melaksanakan pendidikan gratis di Gowa. Dalam kesempatan itu, Ichsan memaparkan panjang lebar kebijakan pendidikan gratis yang dituangkan dalam Perda Nomor 4 Tahun 2008.(ute/tribun-timur.com)






